Edisi 11-01-2019
Momen Pembuktian The Lion


JAKARTA– Petarung asal Indonesia Stefer The Lion Rahardian akan kembali ke lingkaran para pemenang di laga ONE: ETERNAL GLORY di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 19 Januari menda tang.

Ini merupakan saat sulit bagi Stefer setelah tunduk dua kali berturutturut di paruh kedua pada tahun lalu. The Lion mulai hadir pada 2016 di laga ONE: Titles & Titans serta langsung memenangkan turnamen dengan mengalahkan empat petarung untuk mendapatkan gelar ONE Jakarta Flyweight Tournament Champion. Setelah debut mengesankan tersebut, Stefer melanjutkan rentetan prestasinya dengan meraih kemenangan demi kemenangan di bawah bendera ONE Championship. Tak lama setelah keme - nang an angka mutlak atas Muhammad Imran pada Ja - nuari 2018 di laga ONE: Kings Of Courage, Stefer memutus - kan pindah ke kelas straw - weight. Dengan peralihan divisi yang cukup cepat, per - gerakan Stefer tampak lebih gesit dan lebih tajam.

Namun, pada Juli 2018 lalu di laga ONE: Reign Of Kings, Stefer dikalahkan Rene Catalan. Situasi yang tidak menggembirakan ini kemudian terulang dua bulan kemudian di laga ONE: Con - quest Of Heroes. Dalam laga melawan Peng Xue Wen asal China, Stefer kembali harus mengalami kekalahan saat meladeni pertarungan serangan berdiri andalan Peng. Meski sama mengecewakan - nya, kedua pertarungan tersebut harus ditentukan dari hasil perhitungan para juri. Kali ini Stefer dijadwalkan menghadapi Catalan di Istora Senayan, Jakarta, dan pertemuan itu menjadi momen penting dalam kariernya.

The Lion juga merupakan petarung hebat karena berlatih di Bali MMA, salah satu arena ber latih seni bela diri campuran terbaik di Asia Tenggara. “Di Bali MMA, saya mempelajari dengan cermat kekalahan dari Catalan dan Peng. Saya sudah melakukan penyesuaian terhadap rutinitas pelatihan sesuai dengan analisis pelatih,” ucap Stefer. Catalan merupakan juara dunia wushu dan muay thai. Ini tentu akan sulit diprediksi apakah Stefer bisa memberikan perlawanan dengan sengit. Stefer tidak perlu ikut menyerang lawannya. Tapi, paling tidak dia harus mampu mengatasi serangan yang dilancarkan petarung asal Filipina tersebut untuk kemudian menerapkan rencana permainan ofensifnya.

Jika Stefer bisa menjadi pemenang pada 19 Januari nanti, hal ini akan membe ri - kan sinyal ke seluruh divisi strawweight bahwa mereka tidak lagi bisa hanya mengan - dalkan permainan berdiri untuk mengatasinya. Jika itu terjadi, akan banyak petarung di kelas strawweight yang memperhitungkan Stefer.

Raikhul amar



Berita Lainnya...