Edisi 12-01-2019
Persaingan Teknologi Masa Depan China vs AS Makin Tajam


NEW YORK - Huawei, perusahaan raksasa China, memang bukan sebagai keynote speaker pada Consumer Electronic Show (CES) 2019 di Las Vegas Con vention Center.

Namun, kehadiran China di sana sangat kentara dan menunjukkan persaingan China dengan Amerika Serikat (AS) selaku tuan rumah. CES merupakan pameran elektronik terbesar di dunia yang dihadiri lebih dari 180.000 orang dan 4.400 per usahaan yang berakhir kemarin.

Itu menjadi tempat bagi orang untuk menemukan teknologi terbaru yang berkembang saat ini di dunia. Di ajang tersebut juga menjadi persaingan perusahaan tek nologi antara AS dan China. Huawei Mate merupakan salah produk yang dipajang di CES.

Namun, kebanyakan warga AS memang tidak terlalu su - ka dengan produk tersebut. Apalagi, badan keamanan AS telah menyatakan kekha wati r - an tentang penggunaan ber bagai produk elektronik China karena khawatir digunakan un - tuk program spionase dan intelijen.

Namun, Huawei tetap per - caya diri dan unjuk diri di tengah petinggi perusahaan itu akan diekstradisi atas tuduhan pelanggaran perbankan. Di - tambah lagi iklim per da gangan bilateral Beijing-Washing ton juga sedang mendidih. “Alasan bisnis bagi China untuk datang ke CES karena mereka (China) bisa bertemu dengan semua pembeli dari seluruh dunia.

Itulah kenapa mereka ada di sini (CES),” kata CEO Asosiasi Teknologi Kon su - mer Gary Shapiro, yang me - ngelola CES, dilansir BBC , kemarin. Huawei sendiri tidak me - miliki tempat yang besar di CES, dan tidak ada eksekutif per - usahaan yang hadir.

Beda dengan tahun lalu di mana Richard Yu, salah satu eksekutif senior Huawei datang sebagai pembicara utama. Tahun ini tidak ada eksekutif perusahaan China yang hadir di acara ter sebut. Bukan hanya Huawei, ZTE, perusahaan China berbasis di Shezhen, hadir di CES setiap tahun sejak 2011.

Tidak ada penjelasan kenapa hal tersebut terjadi. Sepertinya ZTE protes karena tahun lalu Presiden AS Donald Trump menan da tangani perintah agar peme rintah AS tidak boleh menggunakan produk dari ZTE. Dalam penelusuran BBC , 14% peserta CES berasal dari China dengan kehadiran Alibaba, JD.com, Le - novo, dan DJI yang mengambil lokasi yang strategis.

Sementara perusahaan rak - sasa teknologi AS, juga dihantam banyak hal yang me ru - gikan. Apple mengumumkan pendapatannya menurun sig - ni fikan. CEO Apple Tim Cook menyalahkan gejolak ekonomi dengan China. Dia juga meng - ungkapkan perang dagang antara China-AS berdampak serius terhadap mereka.

Apple hanya menjual sedikit iPhone di China.Tantangan yang muncul bahwa Apple bu - kan lagi produk AS, melainkan produk China karena dipro - duksi di Negeri Tirai Bambu. “Saya mengatakan bahwa pemerintahan Trump meru pa kan bagian dari ketegangan ini,” kata Frank Gillet, analis dari Forrester Research.

Ketegangan AS-China ber - dampak adanya persaingan tek - nologi yang semakin ketat dan kecurigaan penggunaan tek - nologi baru mereka. Indus tri teknologi China memang ber - kembang dalam satu de ka de terakhir. Produk China juga memiliki reputasi yang murah dan meniru kreativitas Barat.

Teknologi Baru Terus Bermunculan

Di CES, sejumlah teknologi baru telah dipamerkan, mulai dari smart TV , mobil, piano, hingga toilet yang dilengkapi voice-activated . Virtual itu sebagian besar dibuat oleh Amazon Alexa atau Google Assistant. Sejumlah perusahaan pem buat device mengakui kecanggihan dan kemudahan produk Amazon atau Google.

“Bagi kami, interaksi Alexa lebih mudah dan simpel. Kami juga sudah mencoba Google Voice,” kata Armen Ghara - begian, CEO ShadeCrarft, pem - buat device pengendali parasol melalui suara. Pengguna dapat membuka atau menutup sun - shade atau memainkan musik di speaker Bloom hanya lewat perintah suara. Teknologi itu dapat di gu - nakan di mana saja, terutama di rumah.

Pengguna dapat me - nanyakan kondisi cuaca terkini atau membeli produk melalui Alexa. Fitur itu sudah tersedia sejak beberapa bulan lalu di AS. Namun, selama CES, Google juga tidak mau kalah dalam pe - ngembangan teknologi suara.

Dalam demo terbarunya, Google mengeluarkan Google Assistant Connect yang ter sam - bung melalui koneksi nir kabel dengan smart device . Saat ini, pengguna Bloom juga dapat menggunakan teknologi itu menggunakan Google Assis - tant Connect.

Kelebihannya, pengguna dapat mengakses fitur lain milik Google.í Google Assistant diberikan akses eksklusif terhadap audio streams Chromecast atau layar YouTube dan Google Maps. Google Assistant juga disebut lebih baik dibanding Alexa dalam menjawab informasi s cara umum.

Sebaliknya, Alexa lebih dikenal sebagai pen du - kung produk pihak ketiga dan aplikasi lainnya. Perusahaan lain yang meng - gunakan teknologi keduanya ialah Sonos. Mereka me nde - mons trasikan prototipe smart speaker yang dapat diken da li - kan menggunakan Alexa atau Google Assistant, tapi kedua - nya tidak dapat digunakan ber - samaan.

Masalahnya, interaksi tersebut dapat membingung - kan pengguna. “Contohnya ketika kita ingin mematikan alarm meng g - unakan suara. Kita mungkin tidak tahu, apakah Alexa atau Google yang akan mema ti - kannya sehingga menjadi stuck saat ingin memberikan pe - rintah,” kata ahli teknologi dari The Verge, Dieter Bohn.

Namun, konsumen diyakini lam - bat laun akan dapat terbiasa. Amazon menguasai 41% pasar smart speaker di dunia, sedangkan Google hanya 28%. Dominasi Alexa dapat dilihat dari banyaknya perusahaan yang menggunakannya. “Alexa telah mengalami keunggulan selama beberapa tahun.

Namun, Google juga perlahan mu lai menyusul,” kata Ross Rubin dari Reticle Research. Namun, sebagian orang skeptis dengan nilai tambahan yang diberikan voice assistan t di dalam berbagai produk.

Kemudian, persaingan tek - nologi mobil juga sangat ter - lihat dalam CES. Ford, General Motors, Toyota, dan Volks wa - gen menampilkan mobil ber - teknologi tinggi. Salah satunya adalah mobil terbang yang akan digunakan Uber untuk menjadi solusi transportasi cepat.

Pada 2023, Uber akan menggunakan mobil terbang sebagai layanan taksi dengan mobil yang di - produksi Bell Nexus. “Ruang di jalanan sudah terbatas. Kita memberikan solusi trans por - tasi dengan dimensi vertikal,” kata CEO Bell, Mitch Snyder. Mobil otonom juga masih menjadi teman pada CES.

Selama ini, mobil terbang yang ter populer adalah milik Uber, Lyft dan Waymo milik Google. Mobil tersebut terkoneksi lang sung dengan aplikasi di ponsel pintar. Bahkan, KIA juga mengembangkan konsep mobil otonom yang ken dali bisa di pantau dari kamar tidur hingga kantor.

shamil/andika