Edisi 12-01-2019
Percepat Penyelesaian Stasiun LRT


JAKARTA –Menjelang pengoperasian perdana light rail transit (LRT) pada Februari 2019, PT LRT Jakarta terus mempercepat finishing beberapa stasiun.

Saat ini masih ada proyek pengerjaan tahap akhir seperti pembersihan seluruh stasiun hingga pemasangan lift. “Hampir mendekati akhir, mungkin sekitar 97%,” kata Direktur Utama PT LRT Jakarta Allan Tandiono kemarin.

Sebenarnya rencana pengoperasian LRT sempat bergulir saat perhelatan Asian Games 2018 lalu, namun dalam per - jalanannya terjadi kendala hing ga akhirnya moda trans - portasi berbasis rel itu segera dioperasikan bulan depan.

Pada pengoperasian perdana nanti LRT menargetkan jumlah pe - numpang setiap harinya men - ca pai 10.000 orang. Target ter - se but diyakini tercapai lantaran integrasi dengan bus Trans - jakarta sudah mencapai kata se - pakat. Jembatan penghubung atau skybridge akan terpasang di Stasiun Velodrom, Jakarta Timur.

Sebagai langkah awal, renca - na pengoperasian rangkaian ke - reta akan diubah. Bila pada ta - hap uji coba LRT hanya men ja - lan kan dua rangkaian, maka saat operasi nanti kereta akan di fungsikan menjadi empat rangkaian. “Secara bertahap kami akan operasikan delapan rangkaian,” ucapnya.

Untuk headtime kereta, per - ubahan pola dilakukan demi me maksimalkan bobot penum - pang. Pada jam sibuk seperti pa - gi dan sore LRT akan dirancang per 5 menit, sedangkan jam long gar atau sepi akan dir an - cang per 10-15 menit.

Menurut Allan, meski LRT bakal beroperasi pada Februari, pihaknya belum dapat me ma - tok tarif penumpang. PT LRT Jakarta masih menunggu Pem - prov DKI mengenai masalah tarif. “Soal apakah mulai bayar, tarifnya berapa, kami masih menunggu Pemprov DKI.

Pemprov akan mengumumkan ber - samaan dengan MRT,” ujarnya. Belum diumumkannya tarif lantaran LRT masuk program Jak Lingko, yang di dalamnya terintegrasi dengan Trans ja - karta, termasuk juga menge nai rencana integrasi MRT dan Transjakarta.

Kendati tarif belum ada, dia memastikan sumber daya ma - nusia (SDM) LRT telah siap me - layani penumpang. Sebanyak 20 pegawai dimagangkan ke PT Transportasi Jakarta untuk mempelajari perilaku pe num - pang.

Untuk kualitas pela yan - an, LRT merekrut manajer pela - yanan berkualitas di bidang per - hotelan. Cara ini dapat mem - berikan pelayanan ber kua litas pada penumpang. Sebelum diturunkan dan ber tatap langsung dengan pe - numpang, pelatihan kepada pe - kerja dilakukan untuk penum - pang milenial.

“Nantinya pega - wai LRT akan melayani pe num - pang layaknya karyawan hotel bin tang lima melayani tamu - nya,” jamin Allan. Direktur Proyek PT LRT Ja - karta Iwan Takwin optimistis pembangunan stasiun dan de - po rampung sebelum operasi per dana pada Februari men da - tang.

PT LRT terus mengebut proyek di lapangan dengan me - masang lift di tiap-tiap stasiun sehingga dipastikan LRT nya - man dan aman untuk kaum di - sabilitas. Untuk pembangunan depo LRT di Pegangsaan Dua, ins tan - sinya tengah mempercepat be - berapa pembangunan tahap akhir sambil melakukan per - baikan-perbaikan kecil di sta - siun.

“Misalnya keramik pecah itu diperbaiki semua. Tiap dua kali seminggu kami keliling me - meriksa defect yang mungkin ru sak sedikit. Setelah itu dilaku - kan general cleaning,” ujar Iwan. Pengamat transportasi Dhar maningtyas menilai LRT Jakarta hanya akan menjadi moda transportasi hiburan lan - taran posisinya berada di ling - kungan perumahan elite Kelapa Gading, Jakarta Utara. “

Siapa yang mau naik, orang di sana kaya-kaya. Mereka lebih pilih naik mobil dibandingkan LRT,” ucapnya. Menurut dia, LRT lebih siap menjadi moda transportasi akhir pekan pada Sabtu dan Minggu saja, saat masyarakat akan mencoba menggunakan transportasi ini untuk wisata.

Apalagi dengan jarak kurang dari dua kilometer orang akan memilih menggunakan ken - dara an pribadi dibandingkan transportasi umum terlebih di ruas yang dilintasi LRT tidak ada kemacetan berarti. Karena itu, Tyas meminta Pemprov DKI lebih mengem bangkan bus Transjakarta di ban dingkan LRT.

yan yusuf