Edisi 12-01-2019
Pilihan Publik Mengerucut


JAKARTA - Pemilih calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) mulai mengerucut.

Artinya sebagian besar publik sudah menentukan pilihannya dan kemungkinan tidak akan terlalu banyak berubah. Gambaran itu terlihat berdasarkan hasil survei Alvara Research Center.

Survei yang dilakukan pada 11-24 De sem ber 2018 itu memperlihatkan elektabilitas pasangan nomor urut 01, Joko Widodo (Jo ko wi)-Kiai Ma’ruf Amin (KMA), sebesar 54,3%, unggul atas pa sangan no - mor urut 02, Pra bowo Subianto- Sandiaga Salahuddin Uno, yang berada di angka 35,1%.

Dari persentase ter se but, ada selisih sekitar 19%, se men tara res pon - den yang belum menentukan pilih an sebesar 10,6%. “Jika dibandingkan survei se belumnya, naik turunnya se - lisih (gap) elektabilitas antara kedua pasangan calon cende - rung tidak berubah karena selalu berada di bawah margin error. Saat ini pemilih sudah makin mengkristal me nen tu - kan pilihannya.

Hal ini juga ter - li hat dari semakin tingginya pemilih yang tidak mengubah pilihan,” ujar CEO Alvara Re - search Center Hasanuddin Ali Hasan saat merilis hasil survei di Jakarta kemarin.

Menurut Hasan, bila dilihat dari soliditas pemilih atau pemilih yang tidak mungkin mengubah pilihan - nya, sebanyak 64,4% pemilih Jo kowi-KMA solid atau tidak akan mengubah pilihannya. Begitu juga pemilih Prabowo- Sandiaga, sebanyak 67,1% juga menyatakan tidak akan meng - ubah pilihannya alias solid.

Sementara itu jika pilihan dilihat dari sisi wilayah, di se - bagian besar wilayah pasangan Jokowi-KMA unggul. Hanya di wilayah Sumatera saja pa sang - an Prabowo-Sandi unggul (li - hat infografis). Dia mengatakan, di Jawa dan Sulawesi, pemilih yang be - lum memutuskan lebih dari 10%.

Hal ini menjadi kerja ke ras bagi tim sukses masing-masing untuk memper ta han kan dan dapat memperbesar angka elek - ta bilitas. Sementara di wilayah lain yang semakin sedikit pe mi - lih yang belum memutuskan, tim sukses ma sing-masing h a - rus benar-be nar dapat mem per - tahankan elek tabilitas yang su - dah di da patkan.

“Secara umum pasangan Jokowi-KMA masih lebih ting - gi daripada Prabowo-Sandi di semua generasi. Namun ada temuan dari riset kami, strategi yang dilakukan tim sukses pa - sangan 02 mampu sedikit me - naikkan elektabilitasnya di gen milenial.

Adapun strategi tim sukses 01 secara signifikan me - naikkan elektabilitasnya di pe - milih pemula,” tuturnya. Pada gen Z (usia 17-21 tahun), pemilih pasangan 01 naik menjadi 54% bila diban - dingkan dengan survei Okto ber (47,9%), sementara pemi lih pasangan 02 tetap men da pat 36,1% bila dibandingkan de ngan survei Oktober (36%).

Adapun yang belum memu tus kan turun menjadi 9,9%, turun dari survei Oktober 2018 (16,2%). Hasan mengatakan, riset ini menggunakan multi-stage ran - dom sampling dengan mela ku - kan wawancara terhadap 1.200 responden yang berusia 17 tahun ke atas.

“Sampel diambil di seluruh 34 provinsi di Indo - nesia dengan jumlah sam pel tiap provinsi propor sional ter - hadap jumlah penduduk. Ren - tang margin of error sebesar 2,88% dengan tingkat keper ca - ya an 95%,” urainya.

Dari sisi popularitas dan citra kandidat, seiring kam pa - nye yang sudah dilakukan kan - didat masing-masing, tingkat popularitas kedua pasangan calon sudah mendekati 100%. Dikatakannya, untuk menda - pat kan elektabilitas tinggi ha - rus didukung persepsi masya - rakat terhadap tokoh.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KMA Arya Sinulingga mengaku se - nang melihat hasil survei ini. Menurutnya, dengan berbagai upaya yang dilakukan kubu la - wan selama ini, ternyata pe - ning katan elektabilitas pa - sang an 02 hanya 1,2%.

“Berarti ma syarakat sudah bosen (dengan cara kampanye Prabowo- Sandi). Mereka sudah mengunjungi 1.000 titik, tapi kenaikan tak ada. Banyaknya isu hoaks dan lain-lain ternyata tak mendongkrak suara,” kata politikus Partai Perindo itu.

abdul rochim