Edisi 12-01-2019
Polisi Panggil Lagi Enam Artis dan Model


SURABAYA - Polda Jawa Timur akan memeriksa enam artis dan model yang diduga terlibat prostitusi on line (daring).

Surat pemanggilan telah di la yangkan kepada para wanita cantik tersebut. “Minggu depan di mung - kinkan mereka akan datang. Jika pemanggilan pertama dan kedua tidak hadir maka polisi akan memanggil paksa mereka,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan dalam jumpa pers di kantor Ditres krim sus Polda Jawa Timur kemarin.

Kapolda mengatakan, dari enam wanita cantik yang di - panggil tersebut, dua di anta ra - nya adalah mantan finalis Putri Indonesia, yakni ML dan FG. Se - dangkan empat lainnya berasal dari dunia hiburan seperti artis FTV dan model berinisial BS, RF, AC, dan TP.

“Yang dua artis sinetron di TV swasta, yang dua finalis Pu teri Indonesia, yang dua lagi ar tis FTV atau foto model,” tutup Luki. Kapolda mengaku pihaknya telah melayangkan surat pe - mang gilan kepada keenam artis dan model itu terhitung mulai pekan depan.

Dia meminta ke - enam artis tersebut segera da tang untuk menjalani pe me rik sa an. Sebelumnya, bintang FTV Vanessa Angel dan model ma - jalah dewasa Avriella Shaqilla telah dulu diperiksa polisi atas kasus prostitusi daring dengan tersangka mucikari ES dan TN.

Keduanya ditangkap Tim Siber Polda Jatim di salah satu hotel bintang lima di Surabaya pada Sabtu (5/1), termasuk seorang mucikari ES. Satu mucikari lain, yakni TN, diamankan di Ja kar - ta. Vanessa diduga terlibat da - lam kasus prostitusi dengan ta - rif sekitar Rp80 juta.

Yang menarik, dalam pe me - rik saan dua mucikari, ES dan TN, polisi menemukan aliran dana Rp2,8 miliar yang diduga hasil transaksi prostitusi da - ring. Aliran dana itu berasal dari penelusuran rekening koran milik ES dan TN. ES dan TN berprofesi sebagai mucikari artis dan model sejak 2017.

Bahkan berdasarkan ke - te rangan di hadapan penyidik, ter sangka ES memiliki 45 ko lek - si artis yang bisa di-booking, se - men tara TN mempunyai 100 model yang bisa diajak kencan dengan tarif booking bervariasi mulai Rp25 juta hingga ratusan juta rupiah.

Dalam menjalankan bisnis prostitusi daringnya, kedua mucikari itu melakukan pem ba - gian keuntungan dengan anak buahnya, baik artis maupun model, dengan jumlah ber va - riasi. Ada yang dikenai 25%, dan ada yang 30%. Sebelum pe me - san dilayani, terlebih dulu harus menyerahkan uang muka 30%.

Dalam perkara ini, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Ta - hun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 296 jo Pasal 506 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama satu tahun empat bulan atau denda maksimal Rp15.000.

Dalam kasus prostitusi daring yang melibatkan para artis dan model tersebut, kata Kapolda, selain dua mucikari yang su - dah ditangkap dan diperiksa, po lisi masih mengejar dua tersangka lain yang diduga menjadi kunci prostitusi dengan jaringan besar hingga ke luar negeri tersebut.

“Polisi akan terus mela ku - kan penyelidikan untuk meng - ungkap fakta prostitusi online yang melibatkan artis dan mo - del majalah dewasa tersebut,” timpalnya. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Ma - ngera menambahkan, polisi saat ini sudah menerjunkan tim yang disebar di daerah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan be berapa wila - yah lainnya, guna me nangkap kedua tersangka tersebut.

Tim itu disebar karena diperkirakan kedua tersangka tersebut selalu berpindah-pin dah guna meng - hin dari ke jaran polisi. “Yakin - lah, kami akan segera dapatkan kedua tersangka ini,” katanya di Polda Jatim ke marin. Meski sudah menetapkan dua orang yang berstatus mucikari sebagai tersangka, Barung enggan untuk menyebut identitas keduanya, meski hanya ini - sial.

Dia berdalih identitas ke dua tersangka itu akan dipub li ka - sikan ketika sudah ter tangkap. “Peran dari tersangka, ya dia mucikari. Dan yang me ma na - jemeni oknum artis (yang bisa dibooking). Kami minta agar kedua tersangka ini segera menye rah - kan diri,” pinta Barung.

Terkait penetapan status daftar pencarian orang (DPO), Barung mengaku untuk saat ini masih belum diputuskan. Pihaknya tetap meminta kedua ter sangka kooperatif dengan langsung menyerahkan diri. Polda Jatim belum menetapkan status DPO karena akan berkaitan langsung dengan keluarga tersangka.

“Kalau sudah kami terbitkan DPO, identitas tersangka akan kami publikasi. Tersangka lahir di mana, kemudian KTP (kartu tanda penduduk) nomor bera pa. Ten tunya keluarganya juga akan ter libat. Maka kami ter sangka datang ke Polda Jatim,” terangnya.

lukman hakim/ sindonews/okezone