Edisi 12-01-2019
RI-Malaysia Promosikan Islam Moderat


JAKARTA –Kementerian Pendidikan Malaysia dengan Kemendikbud akan mengintensifkan promosi tentang Islam moderat.

Hal ini perlu dilakukan karena munculnya gerakan Islam radikal. Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee bin Malik mengatakan, pihaknya ingin ada program bersama untuk mempromosikan Islam yang moderat dengan Ke mendikbud. Dia menjelaskan, di Malaysia mempunyai pendekatan wasathiyah dan insa niyyah. Sementara di Indonesia ada Islam berkemajuan dan Islam Nusantara.

Dia menjelaskan, keduanya me miliki persamaan yakni un - tuk mengembalikan kemanu - sia an dan bukan bersifat meng - hu kum. Oleh karena itu, jelas - nya, melalui bidang pendi dik - an, maka Islam harus dikem - bali kan lagi kepada kema nu - sia an.

“Kita lakukan program bersama untuk mempro mosikan Islam yang moderat. Bila Islam moderat menjadi naratif kita dengan sendirinya Islam radikal tidak akan mempunyai ruang an,” katanya usai perte - mu an di kantor Kemendikbud kemarin.

Maszlee menjelaskan, upa - ya membumikan Islam yang mo de rat ini tercetus karena dia mendapati kemunculan gerakan dan paham radikal. Dorong - an gerak an itu terjadi karena ekonomi, politik, dan kurangnya dominasi pe mikiran Islam moderat, ter uta ma di sosial media.

Maszlee menyatakan keka - gumannya dengan sistem pen - di dikan di Indonesia yang me - le tak kan budaya dan pendi - dikan da lam satu kementerian. Se bab, pen didikan memiliki satu rum pun dengan nilai di mana, kata dia, pendidikan tan pa nilai ha nya akan mela - hirkan robot-ro bot tidak ber - nyawa.

‘’Pendidikan memain - kan peranan pen ting da lam menggambar kan masa de pan negara,’’ jelasnya. Maszlee mengatakan, salah satu program yang akan ber - jalan ialah alih bahasa buku. Me nurut dia, banyak sekali buku Indonesia diterjemahkan di Malaysia.

Namun tidak ba - nyak buku Malaysia yang diter - je mah kan ke bahasa Indo ne - sia. Selanjutnya, kedua kemen - teri an akan mempelajari pro - gram yang bisa dikerjasam a - kan. Maszlee mengatakan, sis - tem pendidikan di Malaysia saat ini berada pada era baru pasca pergantian pemerintah meni tikberatkan pada isu nilai.

Dia menjelaskan, PM Malaysia Maha thir Mohammad meni - tip kan tugas kepadanya bahwa pendidikan yang berjalan ha - rus mengubah generasi Malay - sia di masa mendatang. “Kita harus melihat ke Je - pangsetelahPerangDuniame re - ka bangkit menjadi bangsa yang mendominasidunia.

Semua bermula dari nilai, disiplin, ko mit - men, kebersihan, dan sikap in te - gritas tinggi,’’ tutur nya. Maszlee menerangkan, Ma - ha thir ingin sekali ada pem - bina an karakter di Malaysia, di mana ada budaya baru bagi rakyat negeri jiran itu untuk bisa bang kit menjadi bangsa yang maju.

Dia mengungkapkan, pada pe merintahan yang baru ini me mang pendidikan ber kua - litas sangat ditekankan. Hal ini ter cermin pada sarana pra sa - rana, pengajaran, pembelajaran gu ru, dan teknologi. Namun te kan annya, kualitas itu saja tidak cukup, maka di perlukan nilai se bab nilai yang akan mem ben tuk karakter ma sya - rakat 100-200 tahun yang akan datang.

Dia juga mengungkapkan bah wa saat ini di sistem pen di - dik an dasar di Malaysia mene - kan kan pada penguasaan Bahasa Inggris. Namun, mereka juga masih menjunjung tinggi Bahasa Melayu. Setidaknya ada tiga ba hasa yang harus dikuasai sis - wa di sana, yakni Bahasa Melayu, Bahasa Arab, dan bahasa asing.

Sementara Mendikbud Muhadjir Effendy menjelaskan, selain pengembangan Islam mo derat, kedua kementerian juga akan mengintegrasikan Ba hasa Melayu dengan Bahasa Indonesia. Dia meng ungkapkan, antar siswa Indonesia yang bersekolah di sekolah Indonesia di Malaysia kerap mengadakan kunjungan kesekolah milik Malaysia.

‘’Mereka berkunjung dalam rangka sa ling tukar pe - ngalaman di bi dang budaya,’’ ungkapnya.

neneng zubaidah