Edisi 12-01-2019
Ratusan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung


BANDUNG - Angin puting beliung menerjang wilayah Rancaekek, Kabupaten Ban dung, Jawa Barat, kemarin sore.

Ratusan rumah warga Desa Jelegong rusak dan sejumlah pohon tumbang akibat bencana itu. Berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Bandung, bencana puting beliung itu menyebabkan 1 orang luka berat, 15 orang luka ringan, 15 rumah ru sak berat, 71 rumah rusak ringan, dan lebih dari 300 rumah rusak yang belum dikelompokkan tingkat kerusakannya.

Diperkirakan jumlah kerusakan rumah dan ba ngun - an bertambah karena pen da ta - an masih berlangsung. “Daerah yang mengalami kerusakan antara lain Perum Rancaekek Kencana Blok 16 RW 16. RW 08 Desa Jelegong Kec Rancaekek, dan beberapa perumahan lain.

Atap rumah ba nyak yang diterbangkan oleh puting beliung,” ujar Ke pala Pusat Data Informasi dan Hu - mas Badan Nasional Pe nang - gulangan Bencana (BNPB) Su - topo Purwo Nu gro ho dalam ke - te rangan ter tu lis nya kemarin. Sutopo mengatakan, BPBD Kabupaten Ban dung saat ini masih melakukan pendataan.

Pemasangan ten da pengungsi oleh TNI dan Bri mob Polda Ja - bar didirikan untuk me nam - pung sebagian masyarakat yang mengungsi. Tagana, BPBD, dan relawan membantu pengungsi. Kebu tuh an men - de sak saat ini ada lah tenda pengungsi semen ta ra, terpal, alat penerangan, ba han ma - kan an dan air bersih.

Sementara itu BMKG Sta - siun Bandung menjelaskan ada - nya awan cumulonimbus di se - ki tar Bandung Raya, yang me - nye bab kan hujan deras dan angin ken cang. Bahkan, angin ken cang itu konon meng aki bat - kan beberapa rumah rusak di Ran caekek dan Sapan, Ka bu - paten Bandung.

Namun, hingga kini belum diinfor ma si kan ada korban jiwa akibat angin ken - cang yang terjadi pa da sore ke - ma rin, sekitar pukul 15.00 WIB. Prakirawan BMKG Stasiun Bandung Muhammad Iid Mujtahidin mengatakan, be - bera pa penyebab hujan dan angin kencang yang terjadi sore kemarin didasarkan fak - tor lokal, regional, dan global.

“Untuk faktor lokal, ber dasarkan pantauan citra satelit terdapat pembentukan awan cumulonimbus di sekitar wi layah Bandung Timur dan se kitarnya. Awan tersebut juga menyebabkan angin kencang,” jelas dia kemarin.

arif budianto