Edisi 12-01-2019
Mencoba Bangkit


LONDON –Liverpool tidak ingin terlalu lama terjebak dalam periode suram. The Reds akan melakukan segala cara untuk kembali ke jalur kemenangan agar peluang meraih gelar tetap terjaga.

Jika perlu menambah amunisi baru pada bursa musim dingin. Liverpool tidak bisa lagi membanggakan re kor fantastis yang sempat dibukukannya di ra nah Ing gris. Si Merah kini harus fokus ke la pang an untuk mencegah terjadinya antiklimak ber kepanjangan, yakni terhindar dari tiga kekalahan berutun di semua kompetisi.

Para pemain Liverpool pernah terbang mengangkasa lantaran mampu melewati 20 pertanding an berturut-turut di Liga Primer tanpa kekalahan. Sekarang itu berubah menjadi rasa cemas karena terus terpeleset selama dua laga terakhir.

Klub asal Merseyside itu jatuh ke bumi sete lah dihabisi Manchester City (Man City) 1-2 yang men jadi kekalahan pertama di Liga Pri mer. Hasil buruk itu berlanjut saat me nyam ba ngi Wolverhampton Wanderers pada putaran tiga Piala FA yang berujung takluk 1-2.

Itu menyebabkan Liverpool berpotensi mengulang hasil buruk pada Januari 2017 di mana menelan tiga kekalahan beruntun di semua ajang. Kala itu mereka takluk 2-3 dari Swansea City di Liga Primer. Lalu menyerah 0-1 dari Southampton di Piala Liga, dan dihabisi Wolverhampton 1-2 di Piala FA.

Kenangan tersebut yang kini menjadi mo tivasi Liverpool saat bertamu ke markas Brighton & Hove Albion di The American Express Community Stadium, nanti malam. Mereka ber tekad meraih lagi kemenangan di Liga Primer supaya jarak dengan rival di bawahnya tetap terjaga.

Liverpool saat ini masih menguasai kla se men sementara dengan 54 poin. Tapi, mereka kini hanya unggul empat angka dari Man City. Artinya, bila terjegal lagi, selisihnya bisa ber ku rang menjadi satu poin. Itu mungkin saja terjadi karena The Citizens diyakini akan mampu menundukkan Wolves, pada Selasa (15/1).

“Liverpool adalah klub besar yang sudah lima kali meraih gelar juara di Eropa. Saya sangat ingin menjadi bagian dalam sejarah itu. Saya selalu mengagumi sejarah Liverpool. Ini adalah tim hebat,” ucap kiper Liverpool Alisson, dilansir S kysport.

Namun, mengalahkan Wolverhampton saja belum tentu membuat Liverpool bisa me ngua sai Liga Primer yang terakhir terjadi pada 1989/ 1990. Agar kembali jadi juara, mereka harus terus tampil konsisten hingga akhir kompetisi. Ini yang menjadi kendala utama.

Banyaknya pe main cedera membuat Liverpool terus mengalami kesulitan. Faktanya, ada sekitar tujuh amunisi yang mendapat perawatan tim medis, di mana Jordan Henderson menjadi pasien terbaru. Kondisi ini diyakini bisa memaksa Klopp untuk melanggar perkataannya untuk tidak berbelanja selama dibukanya bursa musim ini.

Nyatanya, sejumlah nama sudah dikaitkan dengan Li - ver pool, di antaranya bek Burnley James Tarkowski yang berbanderol 50 juta poundsterling. Namun, bila enggan mengeluarkan uang banyak, pelatih asal Jerman itu bisa mencari pemain yang kontraknya akan habis pada akhir musim ini, salah satunya David Luiz.

Sebab, bia sanya mereka akan dijual dengan harga murah. “Masalah ini bisa diatasi dengan membeli pemain baru. Tapi, kami punya empat pemain di lini belakang. Memang ada beberapa yang mengalami cedera. Karena itu, kami harus terus berjuang dan mencoba melewati masa sulit ini,” ucap Klopp.

m mirza

Berita Lainnya...