Edisi 13-01-2019
Dominasi Mantan U-19


JAKARTA– Dominasi eks pemain tim nasional Indonesia U-19 ataupun timnas U-22 dalam seleksi skuad Garuda Muda sulit dipatahkan.

Buktinya, tiga pemain yang dipulangkan pelatih Indra Sjafri pada pekan pertama training centre, seluruhnya merupakan wajah baru. Pelatih Indra Sjafri membuktikan janjinya untuk melakukan pencoretan pemain yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi memperkuat timnas U-22.

Tiga pemain yang dipulangkan, yakni kiper Hilmansyah (PSM Makassar), Dalmiansyah Matutu (Arema FC), dan Yoga Pratama (PSIM Yogyakarta) merupakan pemain yang baru pertama kali dipanggil menjalani seleksi.

Hilmansyah misalnya, terpaksa dikembalikan ke klubnya lebih cepat lantaran gagal bersaing dengan duo eks kiper timnas U-19 Satria Tama dan M Riyandi yang notabene ditangani Indra Sjafri. Hilman juga gagal menggeser penjaga gawang timnas U-23 Awan Setho.

Sementara Dalmiansyah Matutu dan Yoga Pratama juga tidak mampu menembus dominasi gelandang kreatif eks timnas level usia, seperti Hanif Sjahbandi, Luthfi Kamal, Gian Zola, ataupun Todd Rivaldo Ferre.

Dengan dicoretnya tiga pemain ini, wajah baru dalam seleksi timnas kali ini tersisa sekitar 10 orang. Pelatih Indra Sjafri menyatakan, sebelum pemain dipanggil mengikuti seleksi, dirinya sudah mengumpulkan sejumlah informasi terkait performa di dalam dan di luar lapangan.

Dalam pencoretan pemain, penilaian didasarkan pada performanya dalam enam hari terakhir seleksi, simulasi pertandingan, kemampuan fisik, riwayat cedera, dan psikotes. Menurut dia, berbekal informasi tersebut, dirinya tidak kesulitan untuk melakukan pencoretan pemain yang dinilai tidak memenuhi kualifikasi untuk mengikuti seleksi selanjutnya.

Dia memastikan, pemilihan pemain dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan segala aspek, untuk mendapatkan komposisi pemain terbaik untuk timnas. “Semua informasi pemain tentang kesehatan, fisioterapi, psikotes, dan kemampuan mereka, sudah kami dapatkan.

Jadi, tidak terlalu sulit buat saya untuk menentukan siapa yang lanjut atau tidak,” ungkap Indra. Mantan pelatih timnas U- 19 ini mengungkapkan, pemain yang dipulangkan tidak dilepas begitu saja.

Sebaliknya, tim pelatih memberikan rekomendasi dan masukan kepada klub asal terkait kekurangan pemainnya sehingga tidak lolos seleksi. Sebagai pengganti, pelatih asal Sumatera Barat itu kembali memanggil tiga muka baru untuk mengikuti seleksi, yakni kiper Borneo FC Nadeo Argawinata dan Jayus Hariono (Arema FC), serta M Syafril Lestaluhu (Persib U-19) yang berposisi gelandang.

Mereka dijadwalkan bergabung pada Senin (14/1). Selain itu, tiga pemain yang berkiprah di luar negeri yakni Egy Maulana Vikri, Saddil Ramdani, dan Ezra Walian belum bergabung.

Untuk menghadapi Piala AFF U-23 pada Februari mendatang, pelatih Indra Sjafri mencari 40 pemain untuk didaftarkan ke federasi sepak bola ASEAN pada 27 Januari mendatang. Indra mengaku, hingga saat ini pihaknya masih melakukan komunikasi dengan klub yang menaungi tiga pemain tersebut.

Menurut dia, saat ini ketiganya memang tengah fokus dengan klub masingmasing, terutama yang bermain di Eropa seperti Egy di Lechia Gdansk dan Ezra bersama RKC Waalwijk. Sementara Saddil tengah dalam persiapan menghadapi Liga Super Malaysia bersama Pahang FA.

“Kami tidak boleh mengutamakan kepentingan timnas lalu mengorbankan klub. Mereka butuh waktu untuk bisa bergabung dengan pemain timnas di training centre,” pungkasnya.

Sementara gelandang Bhayangkara FC, Sani Rizki Fauzi, mengaku sangat antusias mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia U-22. Sani Rizki yang bermain 18 kali untuk The Guardian pada musim lalu mengaku tak menemui kendala adaptasi dengan skema yang diinginkan pelatih Indra Sjafri.

Menurut dia, gaya permainan yang diusung tak jauh berbeda dengan menu latihan di Bhayangkara FC. “Saya di sini tidak terlalu kesulitan beradaptasi. Skema Indra Sjafri mirip dengan Coach Simon McMenemy. Secara khusus, Coach Simon berpesan agar saya terus berlatih lebih keras dan selalu disiplin,” katanya.

abriandi