Edisi 13-01-2019
Pilih Grindewald yang Bersuhu di Bawah Nol Derajat


BIASA namun istimewa. Itulah tamu yang kini mendarat di Grindewald, sebuah desa di dataran tinggi Bern, Swiss.

Setidaknya desa yang dikepung pegunungan Alpen ini kedatangan rombongan dari Thun, kota kecil namun memesona yang tak jauh dari Bern. Tepatnya adalah FC Thun. Klub yang kini berada di urutan ketiga Super League Swiss ini memang melakukan kunjungan yang tak biasa.

Umumnya klub sepak bola Swiss melakukan training di Eropa Selatan, yang suhunya masih agak hangat. FC Thun justru melakoni trainingdi Grindewald, desa yang seharihari, khususnya kala musim dingin, suhunya melorot di bawah nol.

“Harus hati-hati latihannya, di suhu yang dingin, gampang cedera,“ kata Walter O Frey, dokter Grasshoper Club Zurich. Jika tidak melakukan pemanasan yang memadai, imbuh Frey, otot gampang tertarik.

Selain itu, masih kata Frey, influenza akan mengintai. Kendati banyak kesulitan yang akan dihadapi, bukan berarti tak ada keuntungan didapat FC Thun. Setidaknya, solidaritas antarpemain lebih mudah terbentuk. Grindewald berada di ketinggian 1034 mdpl.

Desa berpenduduk 4.000-an jiwa ini merupakan salah satu desa wisata Swiss. Musim panas menyedot turis yang ingin menikmati hiking, musim dingin tempat main ski. FC Thun berada di desa ini selama sepekan.

Selain latihan ringan, klub dari pinggiran Bern ini akan lebih banyak membentuk kekompakan klub. Stockhorn Arena, stadion yang digunakan klub ini jika tidak terendam salju, ya rumputnya akan membeku. Tidak akan cocok untuk latihan sepak bola seperti pertandingan layaknya.

Maka, FC Thun lebih memilih saling mengakrabkan satu sama lain. Jika tidak menganalisis video pertandingan, mereka lebih banyak meluangkan waktu menikmati Grindewald. Adapun Klub Swiss lainnya, lebih memilih ke Spanyol atau Turki. Di dua negara itu, lapangan sepak bolanya masih berfungsi normal.

KRISNA DIANTHA

Laporan Kontributor KORAN SINDO,

Swiss


Berita Lainnya...