Edisi 13-01-2019
Keluarga Kaya & Terpandang


ANDERSON Cooper dilahirkan dari keluarga yang kaya dan terpandang di Amerika.

Sejak kecil, Cooper sudah diperkenalkan dengan gaya hidup glamor dan orang-orang penting di Amerika Serikat. Anderson Cooper lahir di Manhattan, New York. Dia merupakan putra bungsu dari penulis Wyatt Emory Cooper dan Gloria Vanderbilt.

Ibu Cooper sudah lama dikenal sebagai seniman, perancang busana, dan penulis. Cooper juga masih keturunan dari Mayor Jenderal Hugh Judson Kilpatrick. Melalui garis “Vanderbilt”, dia adalah sepupu kedua dari penulis skenario terkenal James Vanderbilt.

Kakek-nenek dari pihak ibu adalah jutawan terkenal Reginald Claypoole Vanderbilt dan sosialita Gloria Morgan Vanderbilt. Sementara kakek buyut dari pihak ibunya adalah raja bisnis Cornelius Vanderbilt.

“Kakek buyut saya mendirikan bisnis perkapalan Vanderbilt dan bisnis kereta api,” ujar Cooper, seperti dilansir dari CNN.Com . Dalam autobiografi yang ditulis Copper, berjudul Edge Posts: A Memoir of War, Disasters, and Survival , dia mengenang bahwa ketika masih kecil, ibunya menunjukkan kepadanya patung kakek buyutnya, Cornelius Vanderbilt. Patung kakek buyutnya tersebut dipajang di Grand Central Station.

Selama beberapa tahun kemudian, Cooper kecil percaya bahwa ketika kerabat yang lebih tua meninggal, kerabat tersebut akan berubah menjadi patung. “Kakek buyut saya, Cornelius Vanderbilt, membuat sebagian kekayaannya yang besar dalam bisnis kereta api.

Itulah sebabnya patungnya berdiri di Grand Central,” ujar Cooper. Saat masih kecil, Cooper difoto untuk Harper’s Bazaar oleh Diane Arbus. Foto bayi Cooper menjadi salah satu foto Arbus yang paling dikenal dan telah dipajang di Metropolitan Museum of Art.

Saat masih balita, Cooper juga tampil bersama ibunya sebagai bintang tamu di The Tonight Show . Cooper terekspos sejak usia dini ke lingkaran sosial yang glamor di Amerika Serikat. Orang tuanya sering mengadakan pesta yang mengundang orang-orang terkenal seperti Charlie Chaplin, Lillian Gish, dan George Plimpton.

“Ayah saya pernah berkata bahwa semua orang memperlakukan saya dan kakak laki-laki saya, Carter, seperti orang dewasa. Tidak boleh ada anak yang dipanggil kecil,” kata Cooper.

Setelah ayah Cooper meninggal dunia saat operasi jantung pada usia 50 tahun, Cooper yang berusia 10 tahun memutuskan bahwa ia harus mulai berpikir untuk menyediakan kebutuhan hidupnya sendiri.

Karena ingin memiliki sumber penghasilan, ia menandatangani kontrak dengan Ford Modelling Agency dan mulai menjadi model pakaian anakanak untuk Ralph Lauren, Calvin Klein, dan Macy. “Saya menjadi model hingga usia 13 tahun.

Saya tidak ingin terus menjadi model karena seorang fotografer membuat beberapa komentar yang tidak pantas,” ujar Cooper. Kematian ayah Cooper, saat ia masih berusia 10 tahun dan kematian kakak laki-lakinya akibat bunuh diri, telah mengubah jalan hidup Cooper.

Cooper menuturkan bahwa bunuh diri Carter menjadi faktor yang memicu minatnya pada jurnalisme. “Saya pikir ketika Anda mengalami segala jenis kehilangan, terutama yang saya lakukan, Anda memiliki pertanyaan tentang bertahan hidup.

Mengapa beberapa orang berkembang dalam situasi yang orang lain tidak bisa menolerir? Apakah saya bisa bertahan dan hidup di dunia sendiri ?” ujar Cooper

dwi nur ratnaningsih