Edisi 14-01-2019
Ujian Komputer Kurangi Potensi Drop Out


JAKARTA - Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang memakai tes tulis berbasis komputer akan menguntungkan calon mahasiswa.

Sebab mereka akan mengetahui kemampuan dan potensi diri sehingga mengurangi potensi drop out dalam perkuliahan. Mekanisme ujian tulis berbasis kom puter (UTBK) itu meng - izinkan calon mahasiswa me - ngetahui tingkat kemampuan akademis dan skolastika. Dam - pak positifnya ke peserta ujian adalah mereka pun bisa tahu apa minat dan bakat mereka de - ngan lebih terukur. Saat calon mahasiswa itu sudah mengetahui bakat dan minatnya di jurusan tertentu, mereka pun dengan mudah menentukan program studi (prodi), jurusan, atau kampus negeri mana yang bisa dipilih untuk menunjang kariernya di masa depan.

“Selain memu dah - kan sistem seleksi, maka bisa juga meminimalisasi potensi drop out (putus kuliah),” kata peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pandu Tyas Baghaskoro di Jakarta kemarin. Pandu menjelaskan, calon mahasiswa juga bisa bersaing saat tes masuk dengan ke - mam puan terbaiknya. Per - saingan yang ketat, namun se - hat ini bisa terjadi karena mu - lai tahun ini calon mahasiswa bisa meng ulang ujian hingga dua kali. Kebijakan baru ini, lanjut dia, memberikan kesempatan kepada para calon mahasiswa untuk mendaftarkan diri di PTN atau program studi tu - juan dengan nilai yang lebih baik.

Pandu me nerangkan, sis tem penerimaan di PTN juga akan lebih mudah dan relatif terhindar dari kecurangan ka - rena menggunakan sistem in - formasi dan teknologi (IT). “Seharusnya penerapan sistem ini akan membuat pelaksanaan UTBK lebih cepat dan mudah. Namun, pemerintah harus me - mastikan infrastruktur IT-nya sudah siap di semua tempat pelaksanaan ujian. Satu hal lagi yang harus dipastikan adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang mengawal jalannya ujian ini,” jelasnya. Melakukan ujian dengan me tode paperless (berbasis kom puter) seperti ini, lanjut Pandu, akan mengurangi beban peserta ujian. Sistem ujian ter - tulis yang menggunakan lem - bar jawaban komputer (LJK) bisa jadi sebuah stressor bagi peserta ujian karena aktivitas mengarsir lingkaran cukup me - nguras energi.

Ditambah lagi, ujar Pandu, seringkali peserta ujian merasa khawatir apakah arsiran de - ngan pensil khusus itu dapat terbaca komputer atau tidak. Me nurut dia, kondisi ini ten tu - nya menambah beban peserta ujian. Sistem paperless ini ten - tunya akan lebih ramah ling - kung an dengan menghemat kertas. SBMPTN 2019 hanya akan menyisakan kelompok ujian Sainstek dan Soshum. Se dang - kan kelompok campuran di - hapus. Peserta ujian akan diuji dua tes yakni Tes Potensi Sko - lastik (TPS) yang mengukur penalaran dan pemahaman umum yang dianggap penting untuk keberhasilan di kampus, serta Tes Kompetensi Aka de - mik (TKA).

Sementara itu, Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi mengatakan, salah satu per - sepsi positif akan keberadaan LTMPT adalah pelaksanaan tes dilakukan di beberapa tem - pat dan berkali-kali dengan me tode UTBK. Selain itu, pe - serta juga akan mendapatkan hasil tes secara transparan se - puluh hari setelah pelak sanaan tes. Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini me - ngatakan, LTMPT akan me mas - ti kan bahwa Indonesia me mi - liki lembaga permanen yang me layani tes masuk ke per gu - ruan tinggi berstandar na sional.

“Dengan demikian, ke beradaan LTMPT diharapkan bisa yang benar-benar mempunyai mendapatkan calon mahasiswa baru yang diperkirakan mem - pu nyai keberhasilan studi di perguruan tinggi. Selain itu di - harapkan masyarakat akan men dapat kenyamanan dan ke - manfaatan yang lebih,” ucap - nya. Pendaftaran SBMPTN di m - ulai 1 Maret-1 April untuk tes ma suk melalui UTBK. Se - dangkan pelaksanaan tes di - mulai 13 April-26 Mei dan pengumuman hasil UTBK 23 April-2 Juni. Pelaksanaan tes di laksanakan pada Sabtu dan Minggu dengan sesi tes dua kali pada pagi dan siang.

Sebelumnya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Ting gi (Menristek Dikti) Mo - hamad Nasir mengapresiasi ter bentuknya lembaga per - ma nen LTMPT sebagai lem - baga pe nye lenggara tes masuk perguruan tinggi negeri yang fokus me ngembangkan ins - tru men tes masuk. Penerapan sistem baru tersebut dapat menjaring calon-calon ma - hasiswa terbaik. “Kami berharap dengan sistem ini seluruh siswa SMA/ - SMK/MAN di Indonesia dapat memiliki kesempatan yang sa - ma masuk perguruan tinggi ter - baik, tidak melulu siswa dari sekolah dengan fasilitas yang baik dan lengkap,” terangnya.

LTMPT merupakan lembaga penyelenggara tes SNMPTN dan SBMPTN yang memas ti - kan pelaksanaannya berjalan kredibel, adil, transparan, flek - si bel, efisien, dan akuntabel. Sesuai Permenristekdikti No 60/2018, ada tiga seleksi ma suk PTN, yakni SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri. Khusus jalur seleksi mandiri di - laksanakan oleh masing-ma - sing PTN. Dengan mekanisme baru ini, para calon mahasiswa pe - serta SBMPTN memiliki ke - sem patan lebih besar untuk di - terima di PTN. Selain itu, PTN dan prodi yang menerima mereka juga memiliki passing grade yang sesuai dengan hasil seleksi para peserta sehingga faktor untung-untungan bisa masuk PTN dapat ditekan.

Neneng zubaidah



Berita Lainnya...