Edisi 18-01-2019
BMKG Minta Warga Waspada Angin Kencang


MAKASSAR – Sejumlah daerah di Sulawesi Selatan di terjang angin kencang dan guyuran hujan. Kondisi ekstrem itu diprediksi akan berlangsung hingga dua hari ke depan.

Stasiun Meteorologi Kelas I Ha sanuddin, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geo fisi ka (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat, kecepatan angin di wi layah selatan Sulsel meng alami kondisi ekstrem sejak be berapa hari terakhir. Di per ki ra kan kecepatan maksi mum angin dapat mencapai 20 hing ga 30 knot atau ki saran 50 km/jam. Kepala Sub-Bidang Pelayan an Jasa BMKG Wilayah IV Ma kas sar Siswanto me nerang kan, angka itu sudah ma - suk dalam skala ekstrem dan dapat me ner bangkan baliho hingga ber po ten si me numbang kan papan re kla me dan pe pohonan.

Angin ken cang itu diprediksi akan me lalui wi la - yah Kota Makassar, Go wa, Ta - ka lar, Bantaeng, Je ne pon to, hing ga Bulukumba. Angin ekstrem itu diperkirakan akan ber - langsung hingga Sab tu (19/1). “Kami memonitor ber da - sar kan data Stasiun Meteorolo gi Hasanuddin adanya angin mak si mum sampai lebih 20 knot atau sekitar 50 km/jam. Itu cu kup ekstrem dan kondisi itu baru akan turun pada Sabtu (19/1),” katanya saat dihu bu - ngi KORAN SINDO kemarin. Situasi itu makin ekstrem dengan disertai debit air hu - jan yang tinggi, mencapai 54 mili meter per hari untuk wi la - yah Kota Makassar, pada Ra bu (16/1). “Berdasarkan per hi - tung an, 0-40 itu ringan, 50 mi - li meter ke atas per 24 jam itu cu kup lebat. Dan kalau di atas 100 sangat lebat,” katanya.

Kecepatan angin, kata Sis - wan to, juga memengaruhi ting - gi gelombang di perairan Sulsel. Bahkan, di wilayah Ke pulauan Sabalana dan Selayar sudah men capai 4 hingga 6 me ter, se - dangkan perairan Ma kassar men capai 2 sampai 4 meter. Selain mengimbau nelayan ti dak melaut untuk beberapa ha - rikedepan, BMKGjugame min ta warga yang bermukim di wi la yah pesisir untuk waspada. Sebab, ombak besar ber potensi mengakibatkan abrasi di bi bir pan tai hingga per mukiman warga. “Ada abrasi di Takalar. Ge - lom bang laut mengikis pesisir ka rena adanya angin kencang ber korelasi pada ketinggian om bak,” sambungnya. Sementara itu, di Ka bu pa - ten Barru, dalam dua ha ri ter - akhir, sedikitnya 15 ru-mah war ga di enam desa rusak aki - bat ter ja ngan angin.

Desa yang ter dampak bencana angin puting be liung, yaitu Lampoko, Lawallu, Mallawa, Ci lellang, Bal lewe, dan Batu pute. Menurut Kepala Seksi Ke - siap siagaan BPBD Barru, Ab - dul Muhaimin Hasan, angin puting be liung terjadi sejak Rabu (16/1). Hal ini meng aki - batkan ter bangnya sejumlah atap ru mah warga di beberapa desa. Bahkan, beberapa ru mah warga sampai rubuh din ding - nya yang terbuat dari kayu. Setelah melakukan pen da - ta an, petugas Tim Reaksi Ce pat (TRC) BPBD Barru melakukan penyerahan bantuan ber upa terpal dan logistik ke pada para korban. “Sesuai de ngan prose - dur BPBD, korban akan di be ri - kan bantuan se men tara berupa terpal dan lo gistik dalam jangka waktu ku rang dari 24 jam,” te - rang Muhaimin kemarin.

Saat ini, BPBD Barru se ge - ra me lakukan pendataan ke - ru gi an akibat bencana ini. “Ka mi juga masih dalam pe - ngecekan di lo kasi lain yang me nurut in for masi beberapa dae rah seperti Latimpa, Pa - lak ka, dan Lompo Riaja, ter - ke na dampak angin pu ting be - liung ini,” pung kas nya.

Mustafa layong/ muhammad subhan