Edisi 18-01-2019
Bogor Darurat Bencana Banjir dan Longsor


BOGOR –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, menyusul tingginya intensitas curah hujan dalam sepekan ini dan diprediksi akan berlangsung hingga lima bulan ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan, upaya antisipasi ini dilakukan setelah pihaknya bersama BPBD Provinsi Jawa Barat dan Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) melakukan rapat koordinasi pada Selasa (15/1) lalu. “Jadi, dari hasil rapat itu diprediksi selama lima bulan ke depan atau hingga akhir Mei 2019, semua kota dan kabupaten di Jawa Barat dinyatakan berstatus siaga darurat banjir dan longsor,” katanya, kemarin. Menurut dia, status siaga inilah dijadikan pegangan BPBD Kota Bogor melakukan pen ing - kat an kesiapsiagaan da lam meng hadapi bencana, baik itu ban jir ataupun longsor.

“Pe ningkatan kesiapsiagaan ben cana ini ti dak hanya dilakukan BPBD saja, melainkan juga ha rus di la ku - kan semua masyara kat di enam kecamatan,” ujar nya. Menurut dia, surat imbauan ke semua kecamatan sudah di - kirim agar seluruh masyarakat senantiasa meningkatkan ke - siapsiagaan menghadapi ben - cana banjir, longsor, hingga pu - ting beliung akibat dari puncak musim hujan dan cuaca eks - trem. “Kami juga melakukan per siapan mulai dari mobilisasi sumber daya, peralatan, dan ke - giatan simulasi bersama ma sya - rakat. Sabtu lalu, kami baru saja melakukan latihan simulasi ben cana longsor di Kelurahan Ci bogor dan sebelumnya latih - an simulasi banjir di Kelurahan Kedunghalang,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, urus an bencana ini tidak bisa diduga sehingga sangat penting adanya kesiapsiagaan bencana dari warga. Sebab tidak bisa ha - nya bertumpu pada BPBD yang memang terbatas dari segi ang - gota. Salah satu upaya yang di - lakukan, yakni dengan mem - bentuk kelurahan dan sekolah tangguh bencana. “Saat ini su - dah ada sekitar 11 kelurahan tang guh bencana, ke depan jumlah kelurahan dan sekolah tangguh bencana ini akan terus ditambah,” ujarnya.

Dia mengatakan, dari segi kontur wilayah memang tidak bisa dipungkiri jika Kota Bogor rawan bencana longsor dan ban jir. Meski begitu, Peme rin - tah Kota (Pemkot) Bogor akan berupaya memperbaiki infra - struktur dengan membangun tembok penahan tanah (TPT) dan membersihkan drainase untuk meminimalisasi banjir lintasan. “Saya turut meng im - bau pada masyarakat agar selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem,” katanya. Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi BMKG Stasiun Kli - matologi Bogor Hadi Saputra menjelaskan, sebagian besar wilayah Bogor masih berpo - tensi hujan ringan hingga lebat disertai angin kencang. “Itu terjadi saat sore dan malam hari. Tak hanya sepekan ke de - pan, tapi kondisi ini akan terus terjadi hingga akhir Maret hingga pertengahan April. Bah - kan, hujan lebat itu bisa disertai angin puting beliung,” katanya.

Namun, dia menjelaskan, pu ting beliung itu juga ter gan - tung pergerakan awan. Jika ada awan bergumpal-gumpal hitam seperti terjadi beberapa hari ter akhir ini, ada potensi terjadi puting beliung. “Kemudian ter - dengar suara petir, itu sudah tanda-tanda dan itu harus su - dah diwaspadai terjadinya pu - ting beliung,” ungkapnya. Menurut dia, meski durasi hujan lebat dan angin kencang ini tak berlangsung lama, na - mun perlu harus tetap diwas - padai. “Iya, paling hanya ber - lang sung 20-30 menit, hujan lebat disertai angin kencang itu, tapi jika konstruksi atap rumah penduduk tak sesuai SNI (kuat), tetap saja bisa beterbangan aki - bat angin kencang ini,” katanya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara motor maupun mo bil, saat terjadi hujan deras dan angin kencang sebaiknya menepi. “Tapi saat menepi hin - dari berteduh di bawah pepo - honan, karena khawatir ranting dan batang pohon yang dijadi - kan tempat berteduh menim - pa nya seperti yang terjadi bebe - rapa waktu lalu,” katanya. Kepala Seksi Pemeliharaan Taman Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Er - win Gunawan mengatakan, se - ki tar 30% dari 14.000 pohon di Kota Bogor dinyatakan rawan tumbang, baik ranting maupun batangnya. Terlebih jika hujan disertai angin kencang yang ter - jadi belakangan ini. “Pihaknya akan melakukan pemangkasan dan penebangan terhadap pohon-pohon yang sakit atau rawan tumbang itu,” katanya.

Dia menyebut, pohon yang akan ditebang itu memiliki lu - bang antara 70-80%, sedang - kan pemangkasan rekomen da - si nya jika pohon tersebut me - mi liki lubang 20-30%. Menurut dia, pohon rawan tumbang ini ter sebar di beberapa lokasi, khu susnya di jalan-jalan pro to - kol yang ada di Kota Bogor, se - perti di Jalan Ahmad Yani, Jalan Pe muda, Jalan Dadali, Jalan La - wang Gintung, Jalan Se meru, dan sekitar perumahan di Ke ca - matan Tanah Sareal. Se dang - kan di Jalan Pajajaran pada umum nya dalam kondisi baik.

Haryudi