Edisi 04-02-2019
Diabetes Gestasional Juga Mengancam


DIABETES memiliki efek yang lebih berbahaya bagi perempuan hamil karena dapat memengaruhi proses kehamilan dan mengancam hidup ibu serta bayi di dalam kandungan.

Diabetes mellitus gestasional (GDM) merupakan jenis diabetes yang muncul pada masa kehamilan tanpa riwayat penyakit diabetes sama sekali. Kondisi ini dapat terjadi pada usia kehamilan berapa pun, namun lazimnya berlangsung pada minggu ke-24 sampai ke- 28 kehamilan. Penyakit ini disebabkan kelebihan kadar gula darah pada ibu yang disebabkan oleh hormon yang diproduksi plasenta. Sama dengan diabetes yang biasa, diabetes gestasional terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin untuk mengontrol kadar glukosa (gula) dalam darah pada masa kehamilan. Kondisi tersebut dapat membahayakan ibu dan anak, namun dapat ditekan bila ditangani dengan cepat dan tepat.

Gejala diabetes saat kehamilan muncul ketika kadar gula darah melonjak tinggi (hiperglikemia). Di antaranya sering merasa haus, frekuensi buang air kecil meningkat, mulut kering, tubuh mudah lelah, dan penglihatan buram. Meskipun GDM adalah keadaan sementara yang dialami ibu hamil, penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% perempuan dengan GDM akan terkena diabetes tipe 2 dalam rentang waktu 5-10 tahun setelah melahirkan. Itulah pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin kehamilan. Pemeriksaan kesehatan rutin meliputi pengukuran IMT (indeks massa tubuh), cek tekanan darah, cek kadar gula darah, dan cek kolesterol adalah hal yang penting dalam usaha untuk melawan epidemi penyakit tidak menular seperti diabetes.

Bagi ibu hamil, pemeriksaan kehamilan secara rutin sangat penting untuk menghindari risiko diabetes mellitus gestasional yang meningkatkan risiko diabetes tipe 2 pada kemudian hari.

(sri noviarni)