Edisi 04-02-2019
Waspadai Gangguan saat Hamil


ADAbeberapa kondisi yang harus diperhatikan selama kehamilan. Sebab, beberapa gangguan dapat mengancam kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan .

Hari Rabu (30/1) publik dikejutkan dengan kabar wafatnya aktris Saphira Indah yang masih berusia muda 32 tahun. Terlebih Saphira yang dikenal lewat perannya sebagai Uni di film Eiffel...I’m In Love itu tengah hamil enam bulan. Kehamilan itu sudah ditunggu Saphira dengan sang suami Ai Rico Hidros Daeng setelah tiga tahun pernikahan mereka. Keluhan Saphira bermula dari sesak napas yang disangka hanya keluhan pada umumnya ibu hamil. Namun, ternyata Saphira harus mengembuskan napas terakhirnya yang diduga karena flek di paru-paru.

Dikatakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr Prima Progestian Sp OG keluhan sesak napas dan mudah lelah terbilang wajar bagi ibu hamil memasuki trimester ketiga, khususnya usia tujuh bulan, mengingat usia kandungan yang semakin besar. “Selain itu, faktor usia ibu turut berpengaruh. Semakin bertambah usia, tubuh akan menjadi kurang bugar karena kesibukan yang padat dan tidak ada waktu untuk berolahraga,” ujarnya. Adapun dari sisi fisiologi, semakin besar kandungan, otomatis akan memenuhi tempat dalam perut yang juga makin terbatas. Keadaan ini berdampak pada diafragma batas antara rongga dada dan rongga perut, menjadi terangkat dan terdesak. Inilah yang menyebabkan ibu hamil jika melakukan aktivitas ringan sekalipun, cepat sekali merasa sesak.

Diafragma yang naik, membuat napas calon ibu menjadi cepat, sekaligus pendek sehingga akhirnya sesak. Terlebih jika mengandung bayi kembar. Perut menjadi lebih besar yang akan menimbulkan permasalahan lebih pada pernapasannya. Bukan hanya itu, kondisi diafragma yang terdesak juga akan menyebabkan nyeri di bagian tubuh tertentu. Umumnya terjadi pada ibu hamil yang bekerja dengan posisi duduk yang tidak tegak atau bungkuk. Meski begitu, dr Prima menegaskan untuk berkonsultasi lebih jauh ke dokter kandungan apabila keluhan yang dirasa amat mengganggu. Kondisi kesehatan lain yang harus diperhatikan ibu hamil adalah ketuban pecah sebelum waktunya. Ada beragam pemicu kantung ketuban pecah dini.

Antara lain trauma, misalnya karena kecelakaan saat berkendara, mengalami stres, atau sering merokok selama kehamilan, hingga preeklampsia atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol selama masa kehamilan. “Banyak penyebabnya, tapi kasus ini paling banyak diakibatkan infeksi saluran kemih (ISK). ISK pada ibu hamil meningkat risikonya. Ini artinya ibu hamil harus kontrol teratur,” kata dr John Arianto Sondakh SpOG. Ketuban pecah sudah pasti meningkatkan risiko lahir prematur. Bayi juga berpeluang mengalami gangguan napas, yang akhirnya memengaruhi tumbuh kembang bayi.

ISK adalah kondisi ketika organ yang termasuk ke dalam sistem kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra mengalami infeksi. ISK bisa bersifat ringan hingga berat. Pada kasus berat ibu hamil akan mengeluh sakit pinggang disertai nyeri. “Itu berarti infeksinya sudah naik ke ginjal,” ujar dr John. Di samping ISK, kondisi lain yang memicu ketuban pecah dini adalah masalah gigi yang disebut periodontitis. Acap kali karena alasan mual, ibu hamil enggan menggosok gigi. Adianti misalnya, wanita karier ini, mengaku jarang menyikat gigi ketika kehamilan trimester pertama dan kedua. Rupanya ketika mengeluh sakit gigi, ia diberitahukan dokter bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut bagi ibu hamil sangatlah krusial.

“Sebab bisa memicu ketuban pecah dini jika ada masalah di gigi yang tidak ditangani kata dokter gigi saya,” kata Adianti. Ya, gigi berlubang yang terinfeksi akan mengeluarkan bakteri yang memengaruhi enzim di selaput ketuban. Enzim yang terpengaruh itu bakal mengikis selaput ketuban sehingga pecah sebelum waktunya tanpa didahului dengan kontraksi ataupun dengan kontraksi. Karena itu, penting bagi setiap ibu hamil memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya guna mengetahui, apakah giginya berlubang atau ada keluhan lain. Jika iya, maka sebaiknya harus segera diatasi agar tidak memengaruhi kesehatan bayi maupun ibu nantinya.

Sri noviarni