Edisi 11-02-2019
Jokowi: TNI-Polri Tetap Netral


JAKARTA–Dukungan para purnawirawan TNI-Polri memberikan semangat baru bagi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawa pres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin dalam menghadapi Pemilih an Presiden (Pilpres) 2019.

Jokowi menegaskan bahwa dalam Pilpres 2019, TNI dan Polri sebagai alat negara harus netral dan tidak boleh berpihak kepada pasangan calon ma napun. “Ini perlu yang namanya TNI dan Polri itu netral, harus netral. Tapi yang hadir di sini tadi adalah para purnawirawan TNI dan Polri. Tolong dibe dakan, tolong dibedakan,” tutur Jokowi kepada wartawan usai menghadiri acara Silaturahmi Purnawirawan TNI-Polri dengan Presiden di Jakarta In ternational Expo, Kemayoran, Jakarta, kemarin. Jokowi menegaskan, para purnawirawan TNI dan Polri tersebut saat ini merupakan t koh-tokoh yang ada di ma sya ra kat yang tersebar di berbagai daerah, baik yang ada di pro vinsi, kabupaten maupun kota.

“Jadi beliau ini biasanya men jadi tokoh-tokoh yang mempengaruhi di wilayah, kabupaten, kota maupun di provinsi,” urai nya. Dikatakan Jokowi, sama halnya dukungan dari para alum ni sejumlah perguruan ting gi maupun sekolah yang telah le bih dahulu menggelar deklarasi du - kungan untuk pasangan Jo ko - wi-Kiai Ma’ruf, menurut Jo ko - wi, para purnawirawan ini ada - lah para alumni dari TNI dan Polri. “Saya kira dukungan ini memberikansemangatbesarke - pada Jokowi dan Ma’ruf Amin,” katanya.

Sementara itu, di hadapan para purnawirawan, Jokowi me negaskan bahwa Indonesia dengan 17.000 pulaunya merupakan negara yang sangat be - sar. Dalam hal pembangunan, sejak awal memimpin negeri ini, Jokowi memastikan bahwa pembangunan di Indonesia ti - dak boleh hanya Jawa sentris. “Kita putuskan yang dibangun adalah infrastruktur. Yang ke - dua kita akan fokus pada SDM (sumber daya manusia) ke de - pannya,” paparnya. Jokowi menjelaskan alasan membangun insfrastruktur se - perti halnya tol, Trans Papua, Trans Kalimantan, maupun Trans Jawa. “Bukan apa-apa, da - lam persaingan global, kita ja - ngan bermimpi kalau infra - struk tur kita belum siap. Bagaima na kita bersaing dengan pro - duk-produk kita kalau in fra - struktur belum siap.

Makanya saya turun ke bawah seperti apa? Tahun 1978 bangun jalan tol pertama tol Jagorawi. Ma - lay sia lihat, Filipina lihat kita. Apa yang terjadi 40 tahun, kita hanya membangun 780 km ja - lan tol,” paparnya. Contoh paling ekstrem, kata Jokowi, China berhasil mem - bangun 280.000 km jalan tol. “Batam seperti apa? ma na - jemennya sepertiapa? Viet nam, China, sekarang sudah pu n ya berapa puluh Batam. Kita satu aja nggak beres,” ka tanya.

Menurut Jokowi, dalam mem bangun jalan tol, selama ini problem terbesarnya ada - lah masalah pembebasan la - han. Persoalan pembangunan tol di Jawa pun tak jauh ber be - da. Ka rena berbagai persoalan kecil, maka proyek berhenti ka - rena masalahnya tidak dise le - sai kan. Karena berbagai per - soal an itu lah, selama 40 tahun, Indonesia hanya dapat mem - bangun 780 km. “Jangan dite - puk tangani dong. Kok dite pukin,” katanya. Sehingga dalam empat ta - hun terakhir, pemerintah ber - hasil menyelesaikan proyek tol sepanjang 784 km. “Insyallah di akhir 2019 akan selesai 1.084 km,” katanya. Jokowi mengatakan, jika ha nya orientasi kepentingan po litik, maka dirinya hanya akan membangun di jawa ka re - na di Jawa saja jumlah pen du - duknya mencapai 149 juta pen - duduk.

“Itu cara berfikir orang politik. Bangun saja di Jawa. Ti - dak memerlukan uang banyak. Tapi itu bukan membangun ne - gara. itu bukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya. Mengenai persoalan di ling - kungan TNi-Polri, menurutnya, anggaran yang di alokasikan untuk TNi saat ini ter go long yang terbesar dibandingkan kementerian- kementeri an lainnya. “Kita sudah naik kan tun ja - ngan Babinsa. Saya lihat Ba bin - kamtibmas di Polri kok lebih gede. Kokbanyakyanginginma - suk ke Babinsa. Kita ingin AD, AL, AU kuat dan kepolisian kita juga kuat,” ka tanya.

Dalam kesempatan itu, Mantan KSAL Laksamana TNI (Purnawirawan) Arief Koesharia di membacakan deklarasi du kungan para Purnawirawan TNI/Polri kepada pasangan ca - lon nomor urut 01 Jokowi- Ma’ruf. Salah satu alasan mereka mendukung karena Jo kowi sudah terbukti kinerjanya. Arief didampingi diantaranya La k sa mana Madya TNI (Pur na wira wan) Freddy Numberi, Letjen TNI (Pur na wi rawan) Suaidi Ma rasabessy, dan Jenderal TNI (Pur nawirawan) Subagyo HS. “Sosok pemimpin tauladan, bersih, jujur, me rakyat, kerja nyata, dan memiliki komitmen kuat membangun kesejahteraan rakyat, tercemin dalam sosok Haji Joko Widodo, karena sudah terbukti. Selama 4 tahun memimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang kita cintai bersama,” ucap Arief.

Untuk itu, masih kata dia, para purnawirawan TNI/Polri, yang hadir dalam silahturahmi ini, menyatakan, bahwa dalam semangat dan optimisme kerja nyata, yang ditunjukkan Jokowi, 4 tahun terakhir ini, maka dengan bulat kami men dukungnya. “Maka, kami dengan bulat mendukung Bapak Ir. Haji Joko Widodo dan Bapak Profesor Dr. K.H. Ma’ruf Amin, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2014, dalam melanjutkan pem bangun an sesuai Nawa Cita 2,” ung kap Arief. Semua itu dila ku - kan, lanjut dia, agar Indonesia ke depan bisa maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Abdul rochim