Edisi 11-02-2019
Pertamina Turunkan Harga BBM


JAKARTA– PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dari semula sebesar Rp6.550 per liter menjadi Rp6.450 per liter di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali).

Penurunan harga itu guna menyamaratakan harga premium di luar Jamali. ”Komponen utama penentu harga bersifat fluktuatif sehingga kami terus mengevaluasi terhadap harga jual BBM,” ujar Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid di Ja- karta, kemarin. Menurut dia, penurunan harga BBM dipengaruhi turunnya fluktuasi harga minyak dunia serta menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Keputusan me nurunkan harga BBM juga dipengaruhi daya beli masyarakat dan telah melalui persetujuan pemerintah. ”Penyesuaian harga BBM, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat,” katanya.

Penurunan harga BBM tidak hanya terjadi pada produk BBM jenis premium, tapi juga pertamax csrata-rataRp800perliter. Adapun harga bensin pertamax disesuaikan dari Rp10.200 per liter turun menjadi Rp9.850, pertamax turbo turun menjadi Rp11.200 dari sebelumnya Rp12.000 per liter, Dexliteturun menjadi Rp10.200 dari sebelumnya Rp10.300 per liter, dan dex turun menjadi Rp11.700 dari sebelumnya Rp11.750 per liter.”Untuk harga BBM jenis pertalite, Pertamina memutuskan pada harga yang sama, yakni Rp7.650 per liter,” katanya. Mas’ud mengatakan penyesuaian harga BBM telah melalui persetujuan pemerintah.

Penyesuaian harga BBM telah sesuai dengan aturan pemerintah bahwa harga BBM jenis bahan bakar umum disesuaikan minimal sebesar 5% dan maksimal 10% dari harga dasar. Dia berharap penurunan harga tersebut bisa meningkatkan loyalitas pelanggan yang menggunakan produk BBM Pertamina. ”Langkah ini juga merupakan wujud Pertamina mengajak kepada masyarakat menggunakan produk BBM berkualitas,” tuturnya. Pengamat ekonomi energi dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) Fahmy Radhi menyambut positif penurunan harga premium di Jamali.

Dia menilai, penurunan harga premium di Jamali akan memperkuat daya beli masyarakat dan menurunkan inflasi. ”Keputusan pemerintah sudah cukup tepat. Penurunan harga premium khususnya di Jamali secara signifikan akan memperkuat daya beli masyarakat. Selain itu, dapat mendorong perekonomian jauh lebih baik,” kata dia saat dihubungi KORAN SINDO, kemarin. Fahmy berharap penurunan BBM penugasan jenis premium tidak hanya dilakukan di Jamali, namun juga sebaiknya diikuti di luar Jamali.

Tak hanya itu, pihaknya juga menyambut baik penurunan harga BBM nonpenugasan. Menurut dia, penurunan harga BBM pertamax cs diyakini mampu menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. ”Selain itu, penurunan harga BBM bisa meningkatkan penggunaan BBM dengan kualitas lebih tinggi,” kata dia.

Formula Baru

Di sisi lain, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan penurunan harga BBM telah melalui persetujuan pemerintah. Penyesuaian harga ditetapkan dan diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No 19/2019. Adapun aturan baru tersebut mengatur terkait penyesuaian harga BBM oleh badan usaha tidak boleh menetapkan harga ter-tinggi dengan margin di atas 10%.

Selain itu, tidak boleh menyesuaikan harga terendah dengan batas margin di bawah 5%. ”Ini untuk melindungi konsumen supaya badan usaha tidak mengambil keuntungan yang besar,” ujar dia, kemarin. Dia mengatakan, selama ini tidak ada batasan terkait harga jual oleh badan usaha BBM sehingga badan usaha menetapkan sendiri kepada masyarakat. Tak hanya itu, khusus untuk harga BBM penugasan pemerintah, yakni premium, Pertamina dan AKR bisa mengajukan selisih harga keekonomian dengan harga jual pada pemerintah.

Nanang wijayanto