Edisi 11-02-2019
Sentimen Positif Dukung Penguatan IHSG


JAKARTA –Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan ini akan melanjutkan proses kenaikan yang tertunda lantaran risiko penurunan indeks ke level support 6.350 sudah mulai mengecil.

Analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko melihat bahwa secara teknikal penutupan IHSG di atas level 6.480 untuk kedua kalinya me rupakan sinyal yang menunjukkan risiko penurunan ke 6.350 semakin mengecil. Dengan begitu, laju IHSG berpotensi kuat menguji level resistant terdekat di kisaran 6.550-6.580. “Selama Januari 2019, IHSG ber hasil mencatatkan kenaikan positif hing ga 5% dan pembukaan di awal Fe bruari yang lebih tinggi versus De sem ber 2018,” ujar Yuganur di Jakarta, ke ma rin. Dengan demikian, kondisi tersebut menandakan bahwa tren penguatan IHSG akan berlanjut pada Februari ini. “Sentimen positif dari dalam dan luar negeri juga akan mendorong kenaikan IHSG ke depan,” katanya.

Pada Februari ini laju IHSG akan bergerak positif, terutama ditopang oleh katalis positif dari posisi nilai tukar rupiah yang berada di bawah Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS). “Suku bunga acuan yang tetap sebesar 6% dari Bank Indonesia juga menjadi sentimen positif,” kata Yuganur. Sementara itu, sentimen positif dari luar negeri bersumber dari sikap op ti mis - tis para petinggi Federal Reserve AS yang tidak akan menaikkan suku bunga secara agresif dengan posisi Fed Fund Rate di kisaran2,25-2,5%. Dengandemikian, pe - luang kenaikan lanjutan IHSG di pe r - dagangan pekan depan tersebut patut di - sikapi para pelaku pasar dengan meng - aku mulasi empat saham di antaranya ASII, ERAA, PGAS, dan ADRO.

Director PT Indosurya Bersinar Se - kuritas, William Surya Wijaya me nam - bahkan, untuk awal pekan ini indeks di - perkirakan berada di kisaran 6.442- 6.676. “Mulai memasuki pekan ketiga da - lambulankeduatahun2019, IHSGmasih menunjukkan pergerakan dalam ren - tang konsolidasi wajar,” kata William. Meski demikian, menurut dia, po - ten si penguatan IHSG masih terlihat besar. Ka rena hal ini juga ditunjang oleh kondisi per ekonomian Indonesia yang stabil di sisi domestik. “Di sisi lain kon - disi pasar glo bal dan regional yang juga masih terus naik turut memberikan sentimen ter hadap IHSG dalam jangka pendek, awal pekan ini IHSG berpotensi naik,” ujarnya.

Divisi Komunikasi Perusahaan Bur sa Efek Indonesia (BEI) Hani Ahadiyani menjelaskan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada pekan lalu di tutup dengan penurunan sebesar 0,26% ke level 6.521,66 dari 6.538,64 pada penutupan pekan sebelumnya. Ada pun nilai kapitalisasi bursa meng alami per ubahan sebesar 0,29% men jadi sebesar Rp7.409,89 triliun dari Rp7.431,27 triliun pada penutupan pe kan sebe lum nya. Untuk data rata-rata nilai per da gangan selama sepekan ke ma rin meng alami penurunan sebesar 11,55% men jadi Rp8,89 triliun dari Rp10,04 triliun pada pekan sebelumnya.

“Kemudian untuk rata-rata fre - kuen si transaksi harian BEI meng - alami per ubahan sebesar 7,43% menjadi 440.560 kali transaksi dari 475.920 kali tran sak si dari pekan lalu,” ujar dia. Sedangkan rata-rata volume tran - saksi harian Bursa Efek Indonesia ma - sih mengalami peningkatan sebesar 4,52% menjadi 13,79 miliar unit saham dari 13,20 miliar unit saham dari pekan lalu. Dia memaparkan, pada pekan ke marin investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp212 triliun dan sam pai dengan pekan kedua Februari 2019 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp14,30 triliun. Sementara itu, tercatat total emisi obligasi dan sukuk sepanjang tahun 2019 adalah sebanyak sembilan emisi dari tujuh emiten senilai Rp4,11 triliun.

Dengan kedua pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang ter catat di BEI berjumlah 387 emisi dengan nilai nominal outs tan - ding sebesar Rp413,67 triliun dan USD47,5 juta di ter bitkan oleh 117 emiten. “Surat Berharga Negara (SBN) ter - catat di BEI berjumlah 100 seri dengan nilai nominal Rp2.430,01 triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 11 emisi senilai Rp9,55 triliun,” kata dia.

Kunthi fahmar sandy