Edisi 11-02-2019
SKK Migas Sebut Cadangan Migas Indonesia 800 Juta Barel


JAKARTA –Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat rasio cadangan pengganti migas Indonesia pada 2018 mencapai 800 juta barel oil (mmbo).

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin menga takan, perbandingan antara ca da - ngan minyak dan gas bumi (migas) yang ditemukan de - ngan yang diproduksikan (re - ser ve replecement ratio /RRR) di Indonesia selama 2018 men ca - pai lebih dari 100% atau me le bi - hi target pemerintah. “Dalam beberapa tahun ter - akhir, reserve replacement ratio kita masih sekitar 50-60%, te ta - pi untuk pertama kalinya pada 2018, bangsa ini memiliki ca da - ngan sebesar 104%. Nilainya sekitar 800 juta barel yang kita temukan tahun lalu,” kata Jaffee pada seremoni alih kelola Blok Jambi Merang di Kabu pa - ten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (9/2).

Jaffee menjelaskan, pada 2019, SKK Migas berupaya meningkatkan penemuan ca da - ngan migas yang berdampak pa - da kenaikan lifting atau produksi untuk ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Menurut dia, saat ini in - vestasi hulu migas sudah dinilai menarik bagi para investor sejak diterapkannya skema gross split (bagi hasil) meng gantikan skema cost recovery . Setidaknya sudah ada 30 wilayah kerja (WK) yang kini meng gu - na kan skema gross split. Namun, tantangan yang dihadapi untuk hulu migas adalah teknologi baru eksplorasi dan mem percepat proses bisnis agar lapangan migas bisa langsung berproduksi. “Sebenarnya minyak kita belum habis, yang kehabisan tek nologi mana bisa menge - luar kan minyak dari dalam ta - nah. Kuncinya ke depan adalah teknologi dan mempercepat proses bisnis supaya begitu ditemukan, langsung pro duk - si,” kata Jaffee.

SKK Migas menargetkan inv estasi hulu migas tahun 2019 sebesar USD14,79 miliar de - ngan target pengembalian biaya operasi (cost recovery) dipa tok sebesar USD10,22 miliar. Rea lisasi investasi tahun 2018 se be - sar USD12 miliar dari target da - lam WP&B disepakati sebesar USD14,2 miliar atau baru men - capai 84%.

Nanang wijayanto/ant