Edisi 11-02-2019
Motor Listrik Ditargetkan 2,1 Juta Unit


SURABAYA – Pemerintah mencanangkan target peningkatan populasi kendaraan bertenaga listrik atau hybrid pada 2025 mencapai 2.200 unit mobil dan 2,1 juta unit sepeda motor.

Energi Baru Terbarukan (EBT) dan kendaraan listrik akan menjadi salah satu fak tor yang bakal mempengaruhi tatanan perekonomian di masa depan. “Ada empat industri yang akan sangat berkembang be - sar, yaitu online, artificial in - telligent, kendaraan listrik dan energi baru terbarukan,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Surabaya, Jawa Ti - mur, kemarin. Masuknya motor listrik dan EBT tercermin dari makin me - ningkatnya nilai investasi yang masuk dari tahun ke tahun. Pada 2017 nilai investasi EBT se besar USD1,34 miliar dan naik lagi tahun 2018 sebesar USD1,6 miliar.

“Sektor EBT ini makin lama makin mening - kat,” kata Jonan. Naiknya investasi tersebut tak lepas dari adanya pe nan da - tanganan 74 kontrak Power Purchase Agreement (PPA) de - ngan kapasitas pembangkit se - besar 1.576 Mega Watt (MW) yang terjadi sejak 2017 hingga 2018. Tak hanya itu, pembangun an pembangkit listrik ber basis EBT pun meningkat. Kini pemerintah pun gen - car membangun pembangkit listrik berbasis EBT dan eks - pansi penggunaan motor lis - trik demi menjawab tantangan global dengan tetap mem per - tim bangkan kebutuhan do - mestik. Tahun 2019 pemerintah menargetkan nilai in ves - tasi USD1,9 miliar dari sektor EBTKE.

Terkait kendaraan listrik, komitmen Pemerintah Indo - nesia adalah mendatangkan teknologi EV dan me nu ang - kannya dalam Peraturan Pre - siden Nomor 22/2017 tentang Rencana Umum Energi Na - sional. Selain itu, pemerintah juga sedang merancang Per - aturan Presiden tentang Pro - gram Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik untuk Trans - portasi Jalan. Dari empat komponen tadi, tantangan terbesar menurut Jonan, adalah memberikan ak - ses energi pada semua lapisan masyarakat dengan harga ter - jangkau sesuai sila ke-5, yai tu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Tagline pemerintah di bidang energi, me - nyediakan energi secara me - rata dengan harga terjangkau. Kalau energi ada, tapi tidak terjangkau, buat apa,” ujarnya.

Nanang wijayanto/ ant