Edisi 11-02-2019
PHE Kelola Wilayah Kerja Jambi Merang


MUSI BANYUASIN - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Energi (PHE) resmi mengambil alih 100% pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Jambi Merang dari Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Talisman Jambi Merang.

Direktur Utama PHE Mei da - wati mengatakan, pengelolaan wilayah kerja Jambi Merang di bawah Pertamina Hulu Energi merupakan amanah dari pemerin tah yang harus dilak sa nakan. Dia optimistis sumber daya manusia yang dimiliki Per ta mina dan dukungan para sta ke ho lder, pengelolaan WK Jambi Merang ini akan berdampak positif untuk mendukung ketahanan energi nasional. “Ini masih sangat potensial. WK Jambi Merang masih men - jadi salah satu blok yang di an - dal kan PHE,” ujarnya seusai se - remoni alih kelola WK Jambi Me rang yang dilaksanakan di Sungai Kenawang Gas Plant ter - letak di Desa Kali Berau, Ke ca - mat an Bayung Lencir, Kabu - paten Musi Banyuasin, Suma - tera Selatan, Sabtu (9/2).

Dengan alih kelola ini, maka terhitung 10 Februari 2019 hing ga 9 Februari 2039, WK Jam bi Merang dioperasikan meng gunakan skema gross split. Pertamina mendapatkan bagi hasil (split) untuk minyak sebe - sar 43% dan pemerintah men - da patkan 57%. Sementara un - tuk gas, Pertamina mem per - oleh split 48% dan pemerintah men dapatkan 52%. Meidawati menuturkan, se - belumnya dengan hak penge lo - la an 50%, produksi gas Perta mi - na dari WK Jambi Merang se be - sar 50 MMSCFD dengan kon - den sat sebesar 2.529 BCPD. De - ngan hak pengelolaan 100%, Per ta mina Hulu Energi menar - getkan produksi gas menjadi 80 MMSCFD dan kondesat hingga 4.000 BPCD.

“Kita targetkan antara 80- 100 MMSCFD dengan kon den - sat 4.000 BPCD. Ini merupakan area kita yang sudah meng gu na - kan skema gross split,” tu turnya. Untuk memastikan kelan - car an alih kelola pascater mi na - si, Tim Alih Kelola WK Jambi Me rang Pertamina Hulu Energi melakukan persiapan alih kelo - la untuk memastikan operasi aset wilayah kerja berjalan lan - car terkait aspek sumber daya manusia, finansial, operasi, mau pun HSSE. Selama rentang waktu empat tahun, pada 2014 pro duk si gas WK Jambi Merang men capai 100% dari target dan terus ber - lanjut sampai tahun 2017.

Sedangkan pada 2018, 101% tar - get terlampaui dengan lifting untuk kondensat sebesar 4.191,87 BCPD dan gas sebesar 88,49 MMSCFD. Hal ini me nun - jukkan komitmen WK Jam bi Me - rang dalam mendukung pe ning - katan produksi nasional de ngan melaksanakan teknik pe ning - katan produksi berhasil baik. Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin meyakini pengelolaan Wilayah Kerja Jambi Merang oleh Pertamina bisa berlangsung berkelanjutan dalam mendukung pencapaian target produksi migas nasional. Selain itu, potensi pengem - bang an WK Jambi Merang cu - kup menjanjikan yang di ha rap - kan dapat memberikan nilai tam bah bagi industri dan ma - sya rakat sekitar.

“Eksplorasi yang besar ini akan menjadi tulang punggung masa depan untuk Indonesia. Jambi Merang cukup men jan ji - kan dan akan memberikan nilai tambah lebih bagi pemerintah dan masyarakat sekitar,” ujar nya. Proses alih kelola dimulai sejak April 2017 saat Peme rin tah Indonesia melalui Menteri Ener - gi dan Sumber Daya Mi ne ral me - netapkan Kontrak Kerja Sama WK Jambi Merang ber akhir pada 9 Februari 2019. Pa da kontrak se - belumnya, Per ta mi na Hulu Energi memiliki hak ke lo la 50%, Ta lisman Energy (se ka rang Repsol) 25%, dan sisanya Pacific Oil & Gas (Jambi Me rang) Limited. Adapun ope ratornya adalah Badan Usaha Bersama (Joint Opera ting Body/JOB) Pertamina- Talis man Jambi Merang.

Pada Mei 2018, pemerintah resmi menugaskan PT Per ta mi na Hulu Energi sebagai pe nge lola WK Jambi Merang setelah ber - akhirnya kontrak pada 9 Februari 2019. PHE Jambi Me rang yang akan meneruskan pengelolaan WK Jambi Merang mendapat kepercayaan dalam pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP). Diharapkan pengelolaan ini akan bisa meningkatkan ke giatan eksplorasi di Wilayah Kerja Jambi Merang maupun di open area bertujuan mene mu kan cadangan-cadangan baru di area frontier yang selama ini ku rang tersentuh kegiatan eks plo rasi.

Oktiani endarwati