Edisi 11-02-2019
Anggap Saja Beruntung


LONDON – Manchester United (MU) sudah melakoni sembilan pertandingan Liga Primer tanpa kekalahan di era Ole Gunnar Solskjaer. Jika kompetisi dimulai pada awal 2019, MU bukan di urutan keempat, tapi berada di puncak klasemen sementara.

Mereka mendulang 25 poin dari kemungkinan 27 poin yang didapatkan. Perolehan angka The Red Devilslebih banyak dibandingkan Liverpool (20 poin), Manchester City, dan Tottenham Hotspur (18, belum termasuk laga tadi malam). Tapi, dari sembilan laga yang dilalui, hanya ada satu anggota big five,yaitu Tottenham Hotspur. Saat melawan Hotspur, The Red Devilsmenang melalui gol tunggal Marcus Rashford. Hanya, buat rival MU, apa yang dilakukan pelatih asal Norwegia tersebut tetap belum dinilai istimewa. Solskjaer dianggap lebih banyak dinaungi keberuntungan karena lawan yang dihadapi di bawah mereka.

Center backMU Chris Smalling mengatakan jika timnya berada dalam suasana bagus. Kemenangan tiga gol tanpa balas di kandang Fulham, Craven Cottage, Sabtu (9/2), menjadi modal menjamu Paris Saint-Germain (PSG) dan Liverpool di Old Trafford. “Kami tahu hari ini tentang karakter dan menjadi modal menghadapi PSG serta Liverpool saat bermain di kandang untuk memastikan tiga poin. Suasana menjelang laga kontra PSG sama baik dengan sebelumnya,” kata Smalling, di situs resmi klub.

Tapi, lagi-lagi ini soal keberuntungan. PSG datang ke Old Trafford di legpertama babak 16 besar Liga Champions dalam kondisi compangcamping. Setelah dipastikan tidak bisa diperkuat Neymar Jr, mereka juga harus kehilangan Edinson Cavani dan gelandang Marco Verratti. Tanpa Neymar saja, mereka sudah kelimpungan karena kehilangan kreativitas individu. Kemampuan pemain asal Brasil tersebut menghadirkan warna dan tekanan berbeda. Total dia sudah mencetak 13 gol dan 6 assists. Sementara Cavani memiliki 17 gol ditambah 4 assist. Tanpa Neymar dan Cavani, Les Parisienssudah kehilangan lebih dari 40% mesin golnya.

Jika diakumulasi koleksi gol Cavani dan Neymar adalah 30, sedangkan musim ini PSG mengoleksi total 68 gol. Jadi wajar jika ada anggapan MU beruntung karena PSG datang dalam kondisi pincang. “Ketika undian dilakukan, mereka favorit. Sampai kami bermain menghadapi PSG, Anda bisa mengatakan kami masih underdog.Tapi, saat ini kami merasa bisa mengalahkan siapa pun,” tandas Solskjaer. Mantan pemain MU ini menceritakan saat undian dilakukan, dia hanya menyaksikannya di televisi bersama sang anak di rumahnya. Saat ini dia menganggap laga melawan PSG adalah sebuah tantangan. Sekarang, dia bersiap untuk menjalani laga yang menurutnya akan sangat istimewa.

“Saya dapat memberi tahu Anda bahwa saya merinding. Ini akan menjadi malam yang fantastis di bawah lampu sorot serta para penggemar akan bersiap dan itu akan menjadi pengalaman baru bagi PSG juga. Mereka pernah berada di Inggris, tapi belum pernah ke Old Trafford kan?” sebutnya. Pelatih PSG Thomas Tuchel tak menyembunyikan kekhawatirannya kepada striker Cavani yang bisa melewatkan pertandingan Liga Champions setelah tertatihtatih melawan Bordeaux. Cavani mencetak gol dari titik penalti tepat sebelum peluit babak pertama dari kemenangan 1-0, tapi justru mengalami cedera saat melakukan eksekusi dari titik putih tersebut.

Tuchel tidak mau mengambil risiko dan segera menggantikan pemain internasional Uruguay itu. Ketidakhadirannya melawan MU akan menjadi pukulan besar bagi juara Ligue 1 tersebut. “Bukan kabar baik. Mungkin, itu bukan otot utama (paha), tapi tak jauh dari area itu. Seperti apa pun, kami harus menunggu. Soal melawan MU, saya belum tahu dan tidak tahu. Ya, ada banyak nasib buruk, kita tidak memiliki Cavani atau Neymar,” tandasnya.

Ma’ruf