Edisi 11-02-2019
Marquez Joget Despacito


BANDUNG- Pembalap Honda Marc Marquez mengakhiri kunjungan dua harinya di Kota Bandung, Jawa Barat, dengan mengesankan.

Bermain angklung dan menyapa seniman cilik di Sanggar Angklung Udjo menjadi penutup rangkaian agenda juara dunia MotoGP 2018 itu dalam acara Repsol Honda Visit Indonesia. Hari kedua riderRepsol Honda Team itu tampak lebih enjoy. Tak ada gurat lelah seperti ketika hari pertama berkunjung ke Kota Kembang. Senyumnya mengembang kala tiba di Saung Angklung Udjo sekitar pukul 10.00 WIB dan disambut puluhan anakanak berbagai usia dengan alat musik angklung. Jawara dunia lima kali ajang balap MotoGP itu terlihat sangat menikmati pertunjukan alat musik yang masuk salah satu warisan dunia versi Unesco.

Marquez pun sempat mencoba bermain angklung dengan membawakan lagu Can’t Help Falling in Lovemilik Elvis Presley dan lagu dari Jepang berjudul Sukiyaki. Di depan ratusan penggemar yang memadati Saung Angklung Udjo, Marquez juga sempat bernyanyi lagu Spanyol berjudul Besame Muchodiiringi permainan angklung oleh para peserta. Namun, di pertengahan lagu, sang pembalap seolah tidak mengetahui lirik lagu yang berasal dari negaranya tersebut. “Aku tidak tahu lagu ini,” ujarnya, sambil tersenyum dan meminta asistennya membawakan teks lagu di ponsel.

Namun, yang paling membuat histeris penggemar adalah ketika didaulat untuk menemani seniman Saung Angklung Udjo yang menyanyikan lagu Despacito. Marquez yang awalnya terlihat malu-malu saat diajak ke tengah arena untuk berjoget akhirnya tidak dapat menolak ketika mendapat dukungan dari petinggi Astra Honda Motor yang mendampinginya. Ternyata, Marquez tidak hanya lihai membuat kendaraannya RCV231 ‘meliuk’ melahap tikungan. Tandem Jorge Lorenzo di Honda Repsol Team itu juga ternyata jago berjoget. Dia bahkan mampu melakukan sejumlah gerakan yang membuat penggemarnya histeris dan mengabadikan momen langka itu dengan kamera handphone.

“Saya sangat menikmati pertunjukan ini. Ini salah satu pertunjukan terbaik yang pernah saya mainkan dan saksikan,” ujar Marquez, yang terkesan dengan alat musik angklung yang dimainkannya. Sebelum mengakhiri kunjungannya ke Saung Angklung Udjo, Marquez juga menyempatkan diri melakukan wefiebersama puluhan anak-anak yang telah menampilkan pertunjukan kesenian dari seluruh Indonesia. Pembalap berusia 25 tahun itu tiga kali mengajak mereka melakukan wefie. Dia bahkan tidak segan-segan menggendong seorang anak perempuan berusia sekitar dua tahun.

Kunjungannya ke Indonesia kali ini juga dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan diri dengan penggemarnya. Seperti saat akan menaiki bus menuju bandara, Marquez menyempatkan diri menyapa fansyang berjubelan di luar pagar berteriak histeris memanggil namanya. Demikian halnya ketika sudah berada di dalam bus, kakak kandung Alex Marquez itu tetap menyapa fans-nya dari balik kaca. Dia pun sempat membentuk tanda hati dengan tangannya kepada penggemarnya. Sehari sebelumnya, pembalap kelahiran Cervera, Spanyol, ini juga memperlihatkan keramahannya kepada penggemar.

Dia rela membubuhkan tanda tangannya pada jaket seorang penggemar perempuan dan pada helm seorang remaja pria yang berhasil masuk halaman Gedung Sate Bandung. Bahkan, Marquez yang sudah beristirahat di dalam bus pun rela keluar saat seorang penggemarnya, Renny Agustianti, berteriak memanggil namanya di depan pintu bus. Perempuan paruh baya itu bahkan histeris menangis ingin bertemu sang pembalap. Akhirnya, Marquez memenuhi keinginannya dan keluar untuk sekadar foto wefie.

Sementara itu, terkait kunjungan ke Saung Angklung Udjo, GM Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin mengungkapkan seni budaya angklung merupakan salah satu warisan asli budaya Indonesia yang telah diakui Unesco. Menurut dia, sejak 2013, AHM secara konsisten melakukan pembinaan dan pelatihan para guru seni musik agar dapat mentransfer pengetahuan dan keterampilan bermain musik angklung kepada siswa di 31 sekolah binaan. Selain itu, AHM juga mengadakan pelatihan lanjutan kepada para guru untuk meningkatkan kemampuan agar lebih mahir dalam memainkan dan mengajarkan budaya angklung di berbagai sekolah binaan Honda.

Sebagai tolok ukur keberhasilan, Angklung Udjo menggelar kompetensi Pasanggiri Angklung yang telah digelar secara konsisten sejak empat tahun lalu. “Bersama Marquez, kami yakin angklung tidak hanya akan mendunia, tapi juga akan semakin dicintai generasi muda dan anakanak milenial,” ujarnya.

Abriandi