Edisi 11-02-2019
Faktor Tinggi Badan, Perine Dipulangkan


MALANG– Hangtuah harus kehilangan Bryquis Perine, salah satu pemain impor yang baru saja didatangkan dari Amerika Serikat (AS), di sisa musim Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2019.

Pebasket berusia 30 tahun itu dinilai operator turnamen memiliki tinggi badan melebihi batas maksimal. Padahal, Perine baru saja datang dari AS dan tiba di Indonesia pada Kamis (7/2) pagi. Dia dipilih untuk menggantikan Gary Jacobs Jr yang sebelumnya harus pulang ke AS karena ibunya tengah sakit keras. Kondisi ini tentu menjadi kesempatannya mencicipi persaingan di kompetisi bola basket terbesar di Indonesia. Namun, jelang debutnya memperkuat Hangtuah menghadapi Stapac Jakarta di GOR Bimasakti, keesokan harinya, pengelola liga mengukur tinggi badan Perine.

Hasilnya, Perine memiliki tinggi badan 190 cm, melampaui batas yang ditetapkan IBL. Padahal, pemain itu diambil dari daftar yang sudah ditetapkan IBL. “Berdasarkan aturan yang diterapkan IBL, pemain pengganti hanya bisa diambil dari daftar pemain yang dikeluarkan IBL. Di dalam data tersebut, profil pemain termasuk soal tinggi badan tentunya ada. Tertera tinggi badan Perine 188 cm, bukan 190 cm,” kata Manajer Hangtuah Ferri Jufri. Dia menjelaskan ada kesalahan data diterima pihak liga sehingga Perine tidak dapat memperkuat Hangtuah hingga akhir musim, meski Perine dapat melakukan debutnya bersama Hangtuah di Malang saat berhadapan dengan Stapac Jakarta.

“Kami sudah mengikuti aturan IBL. Sebelum sampai di Indonesia, data pemain sudah mendapatkan lampu hijau dari IBL. Namun, lantaran hanya persoalan 2 cm, IBL tidak mengizinkan Perine bermain. Terus terang kami sangat dirugikan dengan hal ini,” ujar Ferri. Direktur IBL Hasan Gozali menjelaskan kesalahan dari masalah ini karena data yang berbeda dari agensi yang membawa sang pemain tersebut. Hal itu yang membuat Perine harus kembali pulang karena tidak memenuhi persyaratan tinggi badan. Setiap tim IBL memiliki jatah dua orang pemain asing, satu dengan tinggi tubuh bebas dan satu lagi maksimal bertinggi 188 cm. Hangtuah sudah memiliki big man, Jarrad Scott.

“Saat itu kami mengukur tinggi Bry (sapaan Perine) yang dilakukan perwakilan dari IBL dan Rumah Sakit Royal Sport Medical Center yang ada di lapangan. Setelah itu, kami mencari data dari berbagai sumber dan ditemukan tinggi Perine adalah 190 cm. Data yang dikirim agensinya berbeda,” ujar Hasan. Peraturan IBL sebenarnya mewajibkan tim menampilkan dua pemain impor. Namun, karena force majeure, tak ada sanksi bagi Hangtuah yang terpaksa turun hanya dengan satu pemain asing. Meski begitu, Hangtuah merasa dirugikan dengan kondisi ini. Pasalnya, mereka sedang berjuang untuk mendapatkan tiket ke babak playoff.

Raikhul amar




Berita Lainnya...