Edisi 11-02-2019
Abaikan Juara, Fokus Naik Podium


Pembalap Ferrari Charles Leclerc harus banyak bersabar jika ingin meraih sukses di Formula One (F1). Berada di tim besar, kesempatannya tidak akan mungkin diraihnya pada musim ini.

Ferrari memutuskan memilih Leclerc menggantikan Kimi Raikkonen yang pindah ke Alfa Romeo karena dinilai memiliki bakat hebat sebagai pembalap. Pembalap asal Monako itu sudah tidak diragukan lagi de - ngan memiliki banyak pengalaman besar sebelum terjun ke F1. Dia berhasil menjadi juara dunia di F3 dan F2 secara beruntun pada musim 2016 dan 2017. Kini, Leclerc memiliki peluang yang besar untuk menjadi juara dunia F1 2019. Namun, dia tentu saja harus menyadari kondisi di atas lin tas an. Pembalap berusia 21 ta - hun ini akan menjalani kompetisi yang berat, tidak hanya me - lawan tim lain seperti Mercedes dan Red Bull, tapi juga re - kan setimnya, Sebastian Vettel.

Manajer Leclerc, Nicolas Todt, mengatakan telah mem - peringatkan pembalapnya agar lebih bersabar jika ingin men - da patkan hasil terbaik di F1. Menurut dia, mimpi Leclerc menjadi juara dunia tidak akan segera didapatkan secepat mungkin. Dia mengingatkan Leclerc mencoba mendapatkan podium di setiap balapannya. “Dia belum pernah naik podium (di F1) karena tidak punya mobil untuk melaku - kan nya. Kesalahan yang Leclerc tidak harus lakukan adalah menjadi tidak sabar. Dia baru 21 tahun dan harus menangani kekalahan yang dia rasakan. Bahkan, ketika dia menyelesaikan balapan di posisi kedua,” kata Todt, dilansir gpblog. Tahun lalu, Leclerc menjalani balapan bersama Sauber (sekarang Alfa Romeo).

Dia berhasil menyelesaikan musim di posisi ke-13 klasemen pembalap dengan 39 poin. Bersama Marcus Ericsson, mereka membawa timnya berada di posisi kedelapan dengan 48 poin di klasemen konstruktor. Sekarang, Leclerc akan menjadi pembalap pertama jebolan Ferrari Driver Academy yang akan membalap untuk tim Kuda Jingkrak. Keputusan ini membuat Ferrari mendapatkan pujian karena telah memercayakan salah satu mobilnya dikemudikan pembalap muda. Padahal, kabarnya, hal tersebut sangat dihindari skuad Maranello dalam satu dekade terakhir.

“Ferrari mengerti bahwa itu layak untuk diinvestasikan kepada kaum muda seperti Leclerc dan hari ini mereka mulai menuai hasilnya,” ungkap Todt. Meski begitu, Leclerc juga sempat diragukan banyak orang karena minimnya pengalaman di balik kemudi jet darat. “Tekanan? Saya tidak merasakannya. Saya justru merasakan dukungan yang lebih dan saya bahagia akan hal itu. Tujuan saya jelas untuk melakukan yang terbaik dan menghormati harapan tim,” ungkap Leclerc.

Raikhul Amar
Jakarta





Berita Lainnya...