Edisi 11-02-2019
Herjunot Ali Kerja Keras Syuting 24 Jam


AKTOR Herjunot Ali atau yang akrab disapa Junot kembali didapuk memerankan drama adaptasi novel populer. Kali ini diambil dari Antologi Rasa karya Ika Natassa.

Dalam film ini Junot berperan sebagai Haris yang terjebak kisah cinta dengan sahabat sendiri. Film terbaru Soraya Intercine films ini bercerita tentang tiga sahabat, yaitu Haris, Keara, dan Ruly. Ketiganya saling jatuh cinta dengan garis yang rumit. Haris menyukai Keara, sementara Keara menaruh perhatian kepada Ruly. Diakui aktor kelahiran Marabahan, 8 Oktober 1985 ini, kisah drama cinta dalam film terbarunya ini sangat berbanding terbalik dengan pengalaman asmaranya di dunia nyata.

“Saya nggak pernah sih kayak gini terjebak kisah cinta dengan sahabat sendiri, karena saya nggak percaya tuh sama yang namanya friendzone ,” katanya di sela-sela gala premier film Antologi Rasa di XXI Plaza Senayan, Sabtu (9/2) sore. Aktor yang memulai debutnya sebagai Desta dalam film Lovely Luna (2004) ini menjelaskan, selama ini dirinya tak punya kisah asmara seperti dialami Haris karena dirinya tak pernah punya sahabat perempuan. “Hal yang dialami Haris ini kan karena dia punya teman perempuan. Selama ini saya nggak punya teman cewek. Saya punya teman cowok, jadi aslinya, saya nggak punya pengalaman seperti ini,” kata Junot.

Kekasih aktris Tatjana Saphira ini juga mengatakan peran yang dimainkannya itu memiliki sedikit kesamaan dengan kepribadian aslinya. “Karakternya kebetulan ada yang sama dengan sayanya dan ada yang berbeda juga. Ya, kirakira sekitar 50 persen 50 persenlah,” katanya. Tantangan yang ia rasakan dalam film ini, yaitu dia harus syuting selama 24 jam. “Ada dalam sebuah scene , tantangannya paling berat, yaitu syuting jam 04.00 pagi. Syutingnya itu mulai dari pagi sampai jam 04.00 pagi. Syutingnya 24 jam,” katanya. Finalis MTV VJ Hunt 2004 ini mengaku melalui Antologi Rasa , ia bisa menjadi karakter baru dari film sebelumnya dan meninggalkan kesan berbeda.

“Saya cuma bisa memberikan penafsiran yang baik,” ujar Junot. Dalam kesempatan sama, sutradara film Antologi Rasa , Rizal Mantovani mengatakan, butuh waktu lama dan persiapan matang dalam penggarapan film ini demi mengedepankan kualitas gambar dan hasil maksimal. “Kami mulai syuting pada April 2018, sebuah proses yang sangat panjang. Kami juga harus detail dari semuanya termasuk soundtrack dari film juga harus pas,” kata Rizal.

Ika Natassa sebagai penulis juga menambahkan, film ini mempunyai proses panjang demi menyerupai penggambaran yang ada di bukunya. “Bagaimana urutan scene dan cara menyampaikan dialog agar sama dengan yang di buku,” katanya. Film Antologi Rasa bisa disaksikan di seluruh bioskop Indonesia mulai 14 Februari 2019.

Thomasmanggalla