Edisi 11-02-2019
Perlu Nutrisi untuk Bereksplorasi


BEREKSPLORASI selalu mengiringi perjalanan tumbuh kembang anak. Sayang nya , banyak tantangan penyakit yang bisa mengganggu proses ini.

Hal tersebut disaksikan Prof Dr dr Saptawati Bardosono MSc, pakar nutrisi. Menurutnya, eksplorasi anak harus disertai perlindungan yang tepat. “Ketika anak bereksplorasi, masih banyak tantangan penyakit yang mungkin bisa mengganggu,” bebernya dalam acara lya Boleh Dukung si Kecil Kembangkan Lima Karakter Anak Unggul Indonesia Dancow Advanced Excelnutri+. Dia menyebutkan, 41,9% anak Indonesia masih sering terkena infeksi saluran pernapasan dan 12,2% anak masih sering terkena diare.

Di samping itu, anak yang lebih sering bermain di luar rumah memiliki risiko terkena penyakit 2-3 kali lipat Iebih tinggi dibandingkan anak yang hanya beraktivitas di rumah. Nutrisi diperlukan guna mendukung perlindungan anak. Anak yang menghadapi masalah nutrisi tak kunjung selesai gangguan kesehatan yang dialami. “Kalau berat badan kurang, akan mudah sakit atau terkena anemia. Faktanya, 3 dari 10 anak menderita anemia,” ungkap Prof Saptawati. Lebih jauh, anak yang kekurangan darah merah akan memiliki pertumbuhan yang terhambat. Misalnya, anak berisiko pendek dan mudah sakit.

Pada kesempatan itu, Prof Saptawati mengingatkan ancaman terkena infeksi di luar rumah, terutama orang tua yang suka membawa anak ke mal. Anak 2-3 kali lebih sering terserang infeksi saat bermain di luar rumah. Infeksi yang berulang menyebabkan tubuh membutuhkan banyak gizi untuk memerangi infeksi tersebut, sementara anak susah makan, apalagi sedang sakit. Untuk diketahui, sistem pencernaan kita merupakan organ kekebalan tubuh yang terbesar. Maka itu, harus dikembangkan dengan bakteri baik yang ada di usus karena akan melindungi saluran cerna. “Bakteri baik yang ada di usus akan melindungi daya tahan tubuh,” kata Prof Saptawati.

Dia juga menjelaskan, gizi perlindungan untuk eksplorasi anak bisa diperoleh dari bakteri baik seperti Lactobacillus rhamnosus yang telah teruji klinis dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran cerna, dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada kesempatan itu, Prof Dr dr Soedjatmiko SpA (K) MSi, pakar tumbuh kembang anak, juga memaparkan pentingnya stimulasi bermain setiap hari oleh keluarga dengan penuh kasih sayang untuk balita.

“Stimulasi bermain akan merangsang kemampuan pendengaran, penglihatan, memori, kognitif, bicara, emosi, gerak kasar dan halus, yang akan mengembangkan semua potensi anak sehingga kelak menjadi anak yang sehat, cerdas, kreatif, dan berperilaku baik,” kata dr Soedjatmiko. Cara terbaik yang dapat dilakukan orang tua adalah ikut terlibat dalam proses eksplorasi dengan lebih banyak mengatakan “iya boleh” kepada si kecil. Jika orang tua mendorong si kecil untuk bereksplorasi secara tepat sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya, tentu ini akan membantu mereka mengembangkan lima potensi karakter penting. “Apa saja? Berani, cerdas, kreatif, peduli, dan pemimpin,” kata Ratih Ibrahim, psikolog klinis.

Sementara itu, Alvin Wuradarma, Brand Manager Dancow Advanced Excelnutri+ memaparkan, Dancow Advanced Excelnutri+ percaya bahwa diperlukan tiga pilar utama, yaitu gizi seimbang, stimulasi tepat, dan cinta orang tua untuk mendukung tumbuh kembang optimal si kecil. Karena itu, Dancow Advanced Excelnutri+ berkomitmen memberikan gizi baik dan perlindungan yang dilengkapi Lactobacillus rhamnosus dan serat pangan inulin yang dibutuhkan si kecil pada masa eksplorasinya,” ujar Alvin. Tidak hanya itu, pihaknya juga berupaya memberikan panduan stimulasi sesuai usia si kecil melalui wadah Dancow Parenting Center yang diawasi para ahli.

“Tahun ini kami menginisiasi gerakan 1 Juta lya Boleh untuk mengajak lebih banyak orang tua di seluruh Indonesia untuk percaya diri berkata “iya boleh” demi mendukung tumbuh kembang optimal si kecil dan menjadikan mereka anak unggul Indonesia,” beber Alvin. Sementara itu, menurut Ratih, anak yang percaya diri akan lebih berani bereksplorasi dan mencoba melakukan sesuatu. “Akan lebih luas ruang jelajahnya. Kecerdasan motoriknya juga akan lebih optimal dan tumbuh sifat kepemimpinan,” tandasnya.

Sri noviarni