Edisi 12-02-2019
Ketum PA 212 Tersangka Pidana Kampanye


SOLO - Penyidik Polresta Surakarta akhirnya menetapkan Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif sebagai tersangka.

Dia disangka melang - gar tindak pidana kampanye. Kepala Polresta Surakarta Kom bes Pol Ribut Hari Wibo - wo mengatakan, tim penyidik telah melakukan gelar perkara seusai memeriksa yang ber - sang kutan pada Kamis (7/2). Ber dasarkan penyidikan pro - fe sional dan prosedur hukum, Slamet Maíarif ditetapkan se - ba gai tersangka pada Jumat (8/2). “Tim penyidik kembali akan memanggil Slamet Ma’arif untuk menjalani pe me - rik saan dengan status ter sang - ka Rabu (13/2) ini,” ucap Ribut di Mapolresta Surakarta kemarin. Wakil Kepala Polresta Sur a - karta AKBP Andi Rifai menga - ta kan, setelah ditetapkan ter - sangka, pemeriksaan lanjutan ter hadap Slamet Ma’arif akan di lakukan di Polda Jawa Te - ngah.

Opsi itu diambil Polresta Surakarta dengan pertim - bang an keamanan. “Pemerik - sa an akan dilakukan di Polda Ja teng, tetapi penyidik dari Pol resta Surakarta,” ujar Andi. Slamet Ma’arif diduga me - langgar Pasal 492 dan 521 Undang-Undang Nomor 7/ 2017 tentang Pemilu. Dalam pe meriksaan di Polresta Sura - karta sebelumnya, Slamet Ma’arif dicecar 57 pertanyaan ter kait orasinya dalam tablig akbar 212 di kawasan Gladag, Jalan Slamet Riyadi, Solo, pada Januari lalu. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan, pe - netapan Slamet Ma’arif se - bagai tersangka sudah melalui prosedur hukum yang berlaku.

Slamet ditetapkan tersangka oleh Polresta Surakarta atas ka - sus dugaan pelanggaran ka m - pa nye di luar jadwal. “Semua ber proses hukum. Kami men - jun jung persamaan kedu duk - an di mata hukum. Kami juga mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” ungkap Dedi. Polri tidak bekerja sendiri dalam mengusut kasus ini, melainkan bekerja sama de - ngan Bawaslu dan Kejaksaan. “Iya kajian dari Gakkumdu (P e - ne gakan Hukum Terpadu),” ujar Dedi. Dedi juga mempersilakan masyarakat yang merasa ke - beratan atas penetapan tersang ka Slamet Ma’arif untuk me lakukan langkah hukum lain, misalnya praperadilan dan sebagainya.

“Warga negara berhak menyampaikan ke be - rat an-keberatannya, silakan asal tetap di koridor hukum,” ujarnya. Kasus ini berawal dari pela - poran Tim Kampanye Daerah (TKD) ke Badan Pengawas Pe - milu (Bawaslu). Dalam laporan itu Bawaslu menindaklanjuti dengan membentuk tim Gak - kumdu. Tim Gakkumdu me - nya takan terdapat unsur dugaan pelanggaran kampa - nye dalam kegiatan tablig akbar tersebut. Polresta Su ra - kar ta menjerat Slamet Ma’arif dengan Pasal 280 ayat 1 ten - tang melakukan kampanye di luar jadwal yang telah dite tap - kan, baik KPU pusat maupun daerah.

Selain itu, Slamet di du - ga melanggar Pasal 521 UU No - mor 7 tahun 2017 tentang me - lakukan kampanye yang di la - rang bagi peserta pemilu dan tim kampanye. Pengacara Slamet Ma’arif, Ahmad Michdan dari Tim Pengacara Muslim (TPM), belum bisa dikonfirmasi. Telepon dan pesan singkat yang dikirimkan kepadanya belum direspons. Demikian pula Ketua Dewan Penasihat TPM Ma hen dradatta.

Ary wahyu wibowo