Edisi 12-02-2019
Komitmen Bangun SDM Terus Diperkuat


JAKARTA – Pemerintah berkomitmen meningkatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Meski menjelang akhir masa pemerintahan, namun kementerian/lembaga diminta terus fokus membangun SDM. Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maha - rani mengatakan, tahun ini merupakan akhir dari periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019. Menurut Puan, sudah banyak keberhasilan yang diwujudkan di bidang pem ba - ngunan manusia dan kebudayaan selama empat tahun ini. Namun, dia menginginkan semuakementeriandanlem baga di bawah koordinasi Kemen ko PMK untuk terus fokus mem - bangun kualitas manusia hingga menjelang masa akhir peme rin - tahan Kabinet Kerja pada Oktober nanti.

Komitmen ini diperlukanagarkualitasmanusia Indonesia terus tumbuh hingga tahun mendatang. “Tahun ini pemerintah me - netapkan tema pemerataan pembangunan untuk pertum - buh an kualitas yang fokus pada SDM. Semua punya tugas untuk meningkatkan SDM pada 2019 ke tahun selanjutnya,” katanya pada Kick Off Meeting Per ce - pat an Pencapaian Sasaran dan Target Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan 2019 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, kemarin. Puan mengatakan, pembangun an SDM dinilai dari empat indikator makro, di antaranya pengurangan angka kemiskinan, gini ratio, dan indeks pem ba ngunan manusia (IPM).

Selama masa pemerintahan Jokowi-JK, angka kemiskinan mengalami penurunan yang signifikan. Pada 2014 angka kemiskinan men capai 11,2%, kemudian menu run hing - ga 9,66% pada 2018. “Capaian ini pertama dalam sejarah Indonesia karenabisamenyentuhangkasatu digit,” katanya. Puan melanjutkan, gini ratio juga berhasil diturunkan dari 0,414 pada 2014 menjadi 0,384 pada 2018. Penurunan angka kemiskinan yang selaras de ngan penurunan gini ratio Indonesia juga baru dapat dicapai di era Jokowi.

Sebelumnya angka kemiskinan memang menurun, tapi tidak disertai penurunan gini ratio. IPM juga mengalami peningkatan, yaitu dari 68,90 pada 2014, menjadi 70,81 pada 2017 dan untuk pertama kali nya masuk dalam negara dengan kategori highhumandevelopment. Peringkat Indonesia pada Global Talent Competitiveness Index yang diterbitkan Institut Europeen d’Administration des Affaires (INSEAD) diketahui me ningkat dari posisi ke-86 pada 2014 ke peringkat ke-67 pada 2018.

Ke naikan peringkat ini dipenga ruhi nilai pada aspek akses pen didikan, tingkat kete - rampilan vokasi dan keahlian teknis. “Hal ini menunjukkan pe - merintah berhasil melakukan program perlindungan sosial dan bantuan sosial kepada ke - lompok masyarakat yang ku - rang mampu sehingga kesejah - teraan meningkat,” katanya. Program percepatan pem - bangunan SDM Indonesia lain - nya, lanjut dia, juga dilakukan melalui revitalisasi pendidikan vokasional, perluasan sasaran Bidikmisi, pengembangan manfaat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk pelatihan dan riset, serta memperkuat riset dan inovasi nasio - nal.

“Kebijakan percepatan pem - bangunan SDM ini mulai terlihat hasilnya,” tambahnya. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mu - hadjir Effendy mengatakan, pemerintah membangun eko - sistem pendidikan yang ber - kualitas mulai dari anak-anak usia dini. Sampai saat ini sudah 80% desa terbangun pendidik - an anak usia dini (PAUD) dan diberikan bantuan operasional PAUD. Sementara itu jika dilihat dari angka partisipasi murni (APM), di jenjang SD sudah 100%, jen - jang SMP 80%, dan SMA/SMK sudah mencapai 60%.

“Dengan hal ini, maka rencana Wajib Be - lajar 12 Tahun sudah meme nuhi landasan yang kokoh,íí jelasnya. Muhadjir menyampaikan, tingkat pengangguran di SMK punberhasilditekandibawah8%. Hal ini terjadi karena pe me rintah melakukan revitalisasi pendidik - anvokasiyangsaatinisudahlebih dari separuh SMK di Indonesia sudah proses revitalisasi. Sedangkan Menteri Ke - sehat an (Menkes) Nila Moeloek mengatakan, angka kematian ibu sudah menurun dari 2014 berjumlah 4.000 saat ini turun menjadi 3.000.

Hal ini terjadi karena pemerintah sudah meningkatkan akses ke fasilitas kesehatan (faskes) bagi wanita hamil sehingga bisa melahirkan di faskes. Jumlah puskesmas di da erah perbatasan dan 3T (ter luar, ter - depan, dan tertinggal) juga di - tam bah. Tercatat ada 250 pus - kesmas yang sudah di bangun di daerah tersebut. Angka stunting juga menurun saat ini menjadi 30%. Meski demikian, pemerin - tah harus bekerja keras untuk menekan angka stunting menjadi 20% seperti target WHO.

Neneng zubaidah