Edisi 12-02-2019
Malaysia Selidiki Kasus WNI Dimutilasi


KUALA LUMPUR - Otoritas Malaysia masih menyelidiki kasus mutilasi yang korbannya diduga warga negara Indonesia (WNI).

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia juga masih menunggu hasil inves tigasi kasus mutilasi dua orang tersebut. Tim investigator dari Ma laysia dan Indonesia bekerja sama untuk mengungkap kasus itu. Sidik jari korban sedang di pe - riksa oleh tim satgas KBRI sejak pekan lalu. Penyelidikan juga akan memeriksa DNA para kor - ban untuk dicocokkan dengan pihak keluarga. Kepolisian Malaysia juga masih menyelidiki dua jenazah yang ditemukan di Distrik Su - ngai Buloh, Selangor, Malaysia. Identitas korban belum bisa dipastikan karena proses pe - nye li dikan yang masih ber lang - sung.

Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya menjelaskan, DNA dari keluarga sudah diambil untuk dicocokkan dengan DNA korban tewas. Meski demikian, belum ada kesimpulan dari pe - meriksaan DNA itu. KBRI terus aktif mencari informasi kepada polisi setempat. Polisi Malaysia juga telah meminta bantuan ke KBRI untuk mengecek sidik jari korban yang diduga WNI de - ngan database KBRI. Dua korban mutilasi itu dite mukan di Distrik Sungai Bu - loh, Selangor, pada 24 Januari lalu. Korban tersebut adalah sa - tu wanita dan satu pria di te mu - kan tanpa kaki serta kepala.

Kepolisian Malaysia menduga korban dibunuh di lokasi lain dan jenazahnya dibuang ke sungai. Anggota keluarga korban telah melaporkan bahwa kedua orang yang diduga WNI itu tak bisa dihubungi sejak 22 Januari. Hingga saat ini kepolisian Ma - laysia telah mengamankan dua orang. Masa penahanan pada dua orang itu akan berakhir Senin (11/2) jika tak ada per - panjangan masa penahanan. Sejumlah media me la por - kan bahwa salah satu korban diduga bernama Nuryanto, warga Baleendah, Kabupaten Bandung, dan satu korban wa - nita bernama Ai Mu na wa roh. Meski demikian, belum ada kon firmasi resmi dari otoritas terkait tentang identitas dua korban tersebut.

Kasus itu pun menjadi so rot - an bagi media Malaysia. Me nu - rut beberapa laporan, Nuryanto adalah warga Kampung Cio - deng, Kelurahan Bojong Ma la - ka, Kecamatan Baleendah, Ka - bu paten Bandung. Dia me ru pa - kan pengusaha tekstil yang menjual produknya hingga Ma - laysia. Kepergian Nuryanto ke Malaysia disebut untuk urusan bisnis dan bertemu relasi di Malaysia. Nuryanto dikabarkan be - rangkat ke Malaysia pada 17 Ja - nuari lalu. Maskapai Air Asia juga mendata bahwa dia se ha - rus nya pulang pada 23 Januari namun hingga 22 Januari no - mor telepon selulernya tak bisa dihubungi. Kondisi jenazah sulit di ke - nali sehingga proses iden ti fi - kasi membutuhkan waktu la - ma.

Meski demikian, ada se jum - lah bukti memiliki ciri-ciri kor - ban itu Nuryanto mulai dari pa - kaian luar dan dalam hingga sabuk dan telepon selulernya. Rekaman CCTV saat korban keluar hotel juga memiliki ke - miripan. Saat ini pihak keluarga telah terbang ke Malaysia untuk menjalani tes DNA. Hasil tes DNA itu diharapkan sudah bisa diketahui sekitar dua pekan hingga satu bulan mendatang. Nuryanto, 37, selama ber - ada di Malaysia terus menjalin komunikasi melalui telepon dengan keluarganya. Namun, ka barnya tak diketahui lagi sejak 22 Januari hingga kasus mutilasi itu muncul di media Malaysia.

Menurut laporan New Straits Times pada 26 Januari lalu, dua jasad tanpa kepala, le - ngan, dan kaki ditemukan di su - ngai dekat Desa Coalfields. Ke - pala Kepolisian Distrik Sungai Buloh Shafa’aton Abu Bakar menjelaskan jasad tanpa iden - tifikasi itu ditemukan warga setempat pada pukul 4 sore. “Investigasi awal me nun - jukkan korban adalah seorang pria dan seorang wanita. Jasad - nya tanpa kepala, lengan, dan kaki. Diduga lengan dan kaki korban dipotong oleh pem bu - nuh saat kami juga menemukan kantong plastik berisi lengan dan kaki dekat sungai,” tutur Shafa’aton.

Jasad-jasad itu kemudian di - bawa ke Rumah Sakit Sungai Buloh untuk proses autopsi. Menurut Shafa’aton, kasus itu adalah pembunuhan sesuai Bab 302 Hukum Pidana. Otoritas Malaysia kemudian melakukan penyisiran di lokasi sekitar pe - nemuan jasad itu untuk m e nge - tahui petunjuk tentang iden ti - tas korban. “Kepolisian menutup ping - gir an sungai sekitar Desa Coal - fields sehari setelah dua jasad yang membusuk itu d it e mu - kan,” kata Shafa’aton.

“Tim investigator menyisir sungai lagi untuk kedua kali dengan harapan menemukan bukti dan petunjuk, tapi sa - yang nya, tidak ada temuan pen - ting yang bisa membantu in ves - tigasi kepolisian. Kami se ka - rang tergantung pada hasil fo - rensik dan DNA,” ujar dia. Kepolisian Malaysia juga memeriksa data dari negara lain tentang laporan orang hilang atau kasus lain yang dapat ter kait dengan investigasi itu. In vestigasi awal kepolisian Ma laysia me nun - jukkan korban di bunuh sekitar dua pekan se be lumnya di lokasi lain sebelum jasad itu dibuang di lokasi ter sebut.

Syarifudin