Edisi 12-02-2019
PDIP-Gerindra Bersaing Ketat di Jakarta


JAKARTA –Perebutan kursi DPR di daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 berlangsung panas dan ketat.

PDIP sebagai parpol petahana (incumbent)akan head to head dengan Partai Gerindra. Berda s arkan s ur vei yang dilakukan Char ta Politica Indo - nesia, PDIP ung gul di dua dapil yakni DKI Jaka rta I dan III. Sementara di dapil II, Gerindra berada di posisi teratas. Dalam hasil survei yang dirilis kema - rin, untuk dapil I yang meliputi wilayah Jakarta Timur, PDIP memperole h 17,6% s uara di - susul Gerindra 14%. Sementara dapil II yang me - liputi wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan luar negeri, Ger indra memimpin dengan 27%, disusul PDIP 24,6%. Un tuk dapil III yang meliputi wila yah Jakarta Barat, Jakarta Uta ra dan Kepulauan Seribu, PDIP unggul 29,4% dan Gerindra 21,1%.

Sur vei dil aksa nak an pada 18-25 Januari 2019 dengan wa - wancara tatap muka pada 2.400 resp o nde n total atau 800 res - ponden di tiap dapil. Margin of error di tiap dapil kurang lebih 3,4%. “Pemilihan ini kami laku - kan karena DKI Jakarta sebagai ibu kota dan barometer per poli - tikan nasional, maka kemudian kami mencoba melakukan riset di dapil DKI 1 , 2, dan 3,” kata Direktur Riset Char ta Politika Muslimin. Menurut Muslimin, posisi PDIP dan Gerindra yang berada di posisi pertama dan kedua ti - dak lepas dari efek ekor jas atau coattail effect majunya Joko Widodo (Jokowi) yang me rupa - kan kader PDIP sebagai calon presiden (capres), dan Prabowo Subianto selaku ketu a umum Partai Gerindra yang juga maju s ebagai capres.

“Efek coa ttail effect ini memengaruhi pilihan terh adap partai peng usun g,” jelasnya. Begitu juga calon anggota le - gislatif (caleg). Tingkat popula - ri tas masih menjadi faktor pe - nen tu untu k dipi lih pada 17 April mendata ng. Muslimin men contohkan, hampir d i se - mua dapil ketika responden dita nya dengan metode penye - butan nama maka yang ke luar adalah nama-nama populer. Misalnya Imam Nahrawi dari PKB, Tsamara Amany dari PSI, Eko Hendro Purnomo (Eko Pa - trio) dari PAN, Mardani Ali Sera d an Hidayat Nur Wahid dari PKS, Charles Honoris dan Erico Su tarduga dari PDIP se laku petahana. “Nama-nama di atas ba - nyak yang dipilih res pon den ber - dasarkan popularitas,” jelasnya.

Kendati demikian, Muslim - in menegaskan bahwa per ubah - an pilihan masih sa ngat me - mungkinkan karena masih ada waktu dua bulan untuk para ca - l eg bekerja di lapangan. “Per - ubahan itu masih sangat besar. Kemantapan p emilih masih 40%, jadi m asih sangat dina - mis,” ungkapnya. Toleransi terhadap money politics di DKI ternyata cukup tinggi. Banyak masyarakat yang menyebut hal tersebut sa ngat dimaklumi ketika ada ca leg, par - pol atau tim sukses yang mem - berikan uang. Di DKI 1 misalnya hampir 58,2% menga ta kan bah - wa politik uang itu hal yang lumrah.

“Kenapa unde cided voters ma sih tinggi di DKI 1. Ini agak linier kalau kita mau simpulkan bahwa kita asumsi kan masya - rakat di dapil itu me nunggu se - suatu,” imbuhnya. Sementara untuk dapil DKI 2 dan 3, toleransi terhadap mo ney politics juga masih tinggi. Na - mun, di DKI 3 lebih banyak ma - syarakat yang menolak ada nya politik uang. “Berbeda de ngan dapil DKI 2 lebih relatif ren dah. Kalau di DKI 3 lebih ba nyak yang menolak,” ungkap nya. Terkait dengan hadiah yang paling disukai dari para caleg, mayoritas resp o nde n menja - wab s embako.

Dalam hal ini, responden di DKI 3 yang paling meny ukai hadiah sembako di - banding dua dapil yang l ain. “Ke tika kita tidak menyebut - kan, katakanlah, wah apa nih yang paling d iharapkan selain uang, ternyata sembako juga pa ling tinggi. Di DKI 1 ada 30%, DKI 2 36%, dab di DKI 3 40%,” paparnya. Menurut Muslimin, hal ter - sebut ter jadi lantaran persaing - an a ntarcaleg di dap il sangat ketat. Cara caleg menarik suara dengan pemberian sembako ba - nyak ditemui di semua d apil.

“Kalau kita lihat pemberitaan, dapil DKI 3 per tarungan caleg - nya jauh lebih luar biasa. Pe ne - trasi yang dilakukan caleg jauh lebih tinggi dan sembako-sem - bako murah i tu memang kita lihat banyak bahkan ada bebe - rapa yang viral di media sosial,” ucapnya. PDIP DKI Jakar ta menang - gapi santai hasil sur vei Charta Politika yang menyatakan me - reka unggul atas Gerindra di Ibu Kota. PDIP menilai hasil sur vei tersebut dijadikan motivasi buat memenangkan capres pe ta hana Joko Widodo untuk pe ri ode kedua.

“Kalau hasil survei ini kan ilmiah, tidak bisa di per debat kan. Tapi bagi PDIP, ini jadi alat ukur menambah motivasi te manteman memaksimalkan ki nerja menyampaikan pro gram Pak Jokowi melalui door to door. Jadi, ini jadi pemantik me mo tivasi kuat ,” kata Wakil Ke tua DPD PDIP DKI Bidang Pe me nang an Pemilu Gembong War so no. Wakil Ketua DPD Gerindra D KI Syari f mengatakan hasil survei Charta Politika dijadikan bahan evaluasi partai. Namun, dia mengklaim berdasarkan ha sil sur vei internal, Gerindra justr u unggul atas PDIP di Ibu Kota. “Sesungguhnya hasil sur - vei internal, kita sudah di atas 29%,” kata Syarif.

Abdul rochim