Edisi 12-02-2019
Pendaftaran PPPK Belum Bisa Dilakukan


JAKARTA –Pendaftaran pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) masih belum bisa dilakukan. Penyebabnya adalah belum tuntasnya aturan teknis yang mengatur rekrutmen PPPK.

Padahal, pemerintah sebe - lumnya mengagendakan pendaftaran PPPK dibuka tanggal 10 Februari lalu dan akan ditu tup pada 16 Februari mendatang. “Portal SSCASN (sistem se - leksi calon aparatur sipil negara) sudah aktif, tetapi belum dapat menerima pendaftaran PPPK secaraonline. Hal ini disebabkan karena belum terbitnya Per men - pan-RB (peraturan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi) yang menjadi dasar hukum,” kata Kepala Biro (Karo) Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, sampai saat ini Permenpan-RB masih terus dibahas. Masih ada be - berapa teknis yang masih harus dibahas secara mendalam di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). “Intinya ada beberapa hal tek - nis yang berubah. Oleh ka rena itu, rancangan Permen pan-RB yang sudah disiapkan temanteman di Kemenpan-RB belum bisa diterbitkan,” ungkapnya. Ridwan memaparkan hal teknis yang masih harus di - bahas salah satunya berkaitan dengan kepastian data. Seperti diketahui, pada seleksi PPPK tahap pertama ini memang di - khususkan untuk honorer kate - gori dua (K2).

“Karena ada beberapa yang memang harus dengan temanteman daerah untuk dikonso - lidasi. Admin SSCASN di daerah sebenarnya sudah bisa melihat di daerahnya ada berapa (yang dapat mengikuti seleksi),” urai - nya. Akan tetapi, ternyata ada beberapa data yang baru untuk diverifikasi lagi. “Misalnya ada data yang sudah tidak ada atau nonaktif. Itu yang salah satunya persoalan teknis,” jelasnya. Lebih lanjut Ridwan meng - aku BKN berpacu dengan waktu. Meski begitu, dia optimistis waktu yang terbatas masih dapat dikejar. Menurutnya, rekrut - men PPPK ditargetkan selesai awal Maret mendatang.

“Nanti kalau sudah selesai (aturan teknis), waktu akan tetap sama untuk pendaftaran. Kan kemarin tanggal 10 sampai 16 Februari. Ya, jadi tetap enam atau tujuh hari itu. Dan awal Maret harus sudah selesai pro - ses nya karena fasilitas tes yang menggunakan UNBK (ujian nasional berbasis komputer Kemendikbud) akan digunakan ujian SMA,” paparnya. Terkait dengan pengakses portal SSCASN, Ridwan meng - aku belum mengetahui secara pasti jumlahnya. Namun, dia menyebut pada Sabtu dan Minggu lalu sudah cukup sulit mengakses portal rekrutmen online tersebut.

Dia pun meng - imbau agar Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menyediakan layanan untuk membantu para honorer eks K2 mengakses portal SSCASN. “Ini kan lebih banyak pen - daftarnya bukan milenial. Saya mengimbau teman-teman di BKD ada internet corner untuk membantu. Itu akan memper - cepat,” ujar Ridwan. Sementara itu, Karo Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Mudzakir mengatakan bahwa saat ini Permenpan-RB terkait rekrut - men PPPK masih terus dikon - solidasikan. Hal ini untuk me - mastikan bahwa aturan yang dibuat dapat mengakomodasi masukan yang ada.

“Ya, keseluruhan dikonsoli - dasi kan supaya lebih solid. Ini supaya semua masukan dan halhal yang perlu diantisipasi bisa masuk,” ungkapnya. Dia memastikan setelah aturan tersebut selesai, pen daf - taran dapat segera dibuka. “Se - cepatnya setelah konsolidasi tuntas. Waktu pendaftaran seperti yang sudah diumumkan antara 10 sampai 16 Februari,” katanya. Portal pendaftaran SSCASN sebenarnya sudah dapat diakses secara serentak pada Jumat 8 Februari lalu pukul 16.00.

Proses seleksi PPPK pun akan meng - gun akan sistem seleksi computer assistedtest (CAT) UNBK Kemendikbud. Rekrutmen PPPK pada tahap pertama meliputi THL penyuluh dan dosen PTN baru. Selain itu, juga untuk eks tenaga honorer K2 guru, tenaga kese - hatan dan penyuluh pertanian yang ada dalam database BKN 2013.

Dita angga