Edisi 12-02-2019
Saksi Sebut Anggota DPR Terima Uang


JAKARTA - Direktur PT Kenpura Alam Nanggroe (KAN) Dedi Mulyadi menyebut dua anggota Komisi III DPR ikut menerima masing-masing Rp1 miliar.

Uang itu diduga untuk mendapatkan sejumlah proyek di Aceh. Hal itu diungkapkan Dedi saat bersaksi di Pengadilan Ti pi - kor Jakarta kemarin. Dedi ber - saksi dalam persidangan ter - dak wa Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf, ajudan pribadi Irwandi sekaligus staf khu sus - nya, Hendri Yuzal, dan Direktur PT Tamitana Teuku Syaiful Bahri. Kedua anggota Komisi III DPR yang disebut-sebut Dedi Mulyadi adalah Muhammad Nasir Djamil dari Fraksi PKS dan Muslim dari Fraksi Partai Demokrat.

Dedi bersama beberapa sak - si di antaranya pemilik PT Ta kabeya Perkasa Group Muklis, staf tenaga ahli Aceh Marathon Interanational 2018 Apriansyah, dan Farah Amalia (kerabat dari model merangkap event organizer sekaligus tenaga ahli Aceh Marathon International 2018, Fenny Steffy Burase alias Steffy Burase‎) dihadirkan sebagai saksi oleh jaksa pe nun - tut umum (JPU) pada KPK. Dedi mengungkapkan, PT KAN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang infra - struktur. Perusahaannya me - mang ikut mengerjakan sekitar tujuh proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018.

Total ang - garan tujuh proyek yang digarap itu Rp26 miliar. Dedi mengaku sempat berkeinginan meng - garap proyek dari Dinas PUPR Pemprov Aceh dari tahun ang - garan 2018. Untuk proyek ini Dedi per - nah bertemu seseorang ber na - ma Rizal. Rizal menjanjikan pe - ru sahaan Dedi mendapatkan pro yek dari Dinas PUPR. Atas dasar itu, kemudian Dedi me - nye rahkan Rp1 miliar melalui Rizal untuk Muhammad Nasir Djamil. “Uang Rp1 miliar dise - rahkan ke Rizal. Rizal ini orang dekatnya Pak Nasir Djamil. Rizal asistennya Pak Nasir DJa - mil. Nasir Djamil itu anggota DPR RI,” ungkap Dedi di ha - dapan majelis hakim Pengadil - an Tipikor Jakarta.

Meski sudah menyerahkan Rp1 miliar melalui Rizal, rupa - nya perusahaan Dedi hingga kini belum mendapatkan pro - yek dari Dinas PUPR. Jaksa M Asri Irwan me nga ta - kan, dalam catatan keuangan pe - rusahaan Dedi yang disita penyi - dik sebelumnya ter can tum Rp1 miliar untuk Mu ham mad Nasir Djamil ada di urutan lima (huruf e). JPU Asri mem be berkan, da - lam catatan tersebut masih ada nama lain. Dia lantas me na nya - kan apakah ada uang untuk ang - gota DPR Muslim dan hubungan dengan Mamik Ris wandi. Dedi mengungkapkan, Ma - mik Riswandi merupakan istri - n ya. Sedangkan Muslim me - mang sudah dianggap sebagai saudara dari Mamik. Lebih dari itu Dedi mengakui ada pem be ri - an uang ke Muslim.

“Ada Rp1 mi liar ke Muslim. Muslim itu ang gota DPR,” ungkapnya. Untuk tujuh proyek DOKA yang digarap perusahaan Dedi me mang ada pemberian uang juga ke Irwandi Yusuf. Mulanya Dedi meminta Teuku Syaiful Bahri agar perusahaannya di - me nangkan. Syaiful sangat de - kat dengan Irwandi dan men ja - di representasi dari Irwandi. Syaiful lantas menyam pai - kan sesuatu ke Dedi, saat men - jelang Lebaran. karenanya ada kebutuhan untuk meugang atau acara syukuran yang menjadi tradisi di Aceh yang akan di lak sa - nakan Irwandi.

Dedi lantas mengutarakan ke Syaiful bahwa dia bersedia memberikan Rp500 juta. Belakangan Dedi membe ri - kan Rp1 miliar kepada Syaiful un tuk Irwandi. “Jadi, saya beri - kan Rp1 miliar untuk Pak Irwan - di. Selain itu ada Rp1,5 miliar untuk proyek di Ka bupaten Na - gan Raya, bukan terkait dengan DOKA,” pa parnya. Sementara itu, Muklis me - mas tikan pernah membuka reke ning Bank Mandiri Priority dengan menggunakan nama - nya. Selanjutnya buku ta bung an disertai kartu anjungan tu nai (ATM) dan PIN-nya dis e rah kan kepada Irwandi. Berikut nya, Muklis beberapa kali me ngirim - kan uang ke nomor re kening ter - sebut hingga men ca pai Rp3,6 miliar.

“Semua Uang di dalam - nya digunakan untuk kepen - ting an Irwandi,” ungkap Muklis. Menurut dia, uang tersebut sebagai pinjaman Irwandi. Jak - sa M Asri Irwan lantas mengon - fir masi apakah ada perjanjian atau kesepakatan tertulis atas pinjaman tersebut. Muklis mengakui tidak ada perjanjian atas pinjaman tersebut. Berdasarkan dakwaan Irwan - di Yusuf yang sebelumnya di - bacakan, pemberian dari Muk lis dengan total Rp4.420.525.494 masuk dalam delik penerimaan gratifikasi. Uang ditransfer 14 kali dalam kurun November 2017 hingga Mei 2018. Irwandi Yusuf terjerat tiga perkara berbeda.

Pertama, Irwandi bersama Hendri dan Syaiful menerima suap Rp1,05 miliar dari ‎Ahmadi (divo - nis 3 tahun penjara disertai pencabutan hak politik selama 2 tahun) selaku bupati Bener Meriah periode 2017-2022. Suap untuk pengurusan penge - sah an proyek DOKA 2018 un - tuk Kabupaten Bener Meriah. Kedua, Irwandi selaku gu - ber nur Aceh periode 2017- 2022 secara sendiri menerima gratifikasi Rp8.717.505.494.

Ketiga, Irwandi selaku gubernur Aceh periode 2007-2012 bersama mantan Panglima Ge - rakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Sabang sekaligus pendiri Partai Nasional Aceh (PNA) Izil Azhar alias Ayah Marine (tersangka) menerima gratifikasi Rp32.454.500.000.

Sabir laluhu