Edisi 12-02-2019
Bangunan Liar Hambat Normalisasi Saluran Air


JAKARTA - Bangunan liar yang berdiri di atas saluran air atau drainase menghambat normalisasi dan pengembangan infrastruktur.

Jika pem bangunan tak dilanjutkan lantaran masih banyak bangunan liar, genangan maupun banjir terus mengancam. Sekretaris Kota Jakarta Barat Eldi Andi mengatakan, ba - ngunan yang menutupi sa - luran air, seperti pos RW, pos orm as, hingga rumah-rumah warga. “Maka itu, diperlukan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Kami ingin masyarakat dan Pemprov DKI Jakarta satu komitmen mengatasi masalah ini,” ujar Eldi di Kantor Ke lurahan Palmerah, Jakarta Barat, kemarin. Dia mengakui maraknya bangunan liar di atas drainase bukanlah masalah baru karena sejak dulu proyek infra struktur terhambat bangunan liar.

Dia meminta camat dan lurah menyosialisasikan persoalan itu kepada warga. Pada tahun ini delapan kecamatan di Jakarta Barat masih marak ba - ngunan liar. Bangunan ter se - but mengganggu kerja suku di - nas setempat dalam pe nanganan banjir. “Padahal warga yang mengusulkan, tapi pe merintah tidak bisa bekerja sen - diri. Jadi, kita saling bantu,” ucapnya. Kasudin Sumber Daya Air Ja karta Barat Imron Syahrir mengakui bangunan liar menyebabkan proyek infra struk - tur dan normalisasi saluran air terganggu. Bahkan, ada be-be - rapa kasus kontraktor mogok kerja karena saluran air di oku - pasi dan dikuasai warga.

“Se belum bekerja, kita min - ta sterilkan dulu. Saya nggak mau kalau cuma ada surat per - nya taan karena praktik di la - pang an akan berbeda. Warga setuju di surat, tapi tidak saat proyek dikerjakan,” ujar Imron. Menurut dia, ancaman ge - nangan dan banjir tetap meng - hantui Jakarta Barat. Se ka lipun normalisasi dan pe ma - sangan sheet pile dilakukan di kawasan Jakarta Selatan, tapi derasnya aliran air akan me - nuju wilayah Jakarta Barat. Ka rena itu, dibutuhkan manaje men air guna mengatur ali - ran nya.

Yan yusuf