Edisi 12-02-2019
KIP Berbentuk ATM Permudah Pencairan Uang


DEPOK –Sebanyak 80% siswa di Indonesia sudah memakai Kartu Indonesia Pintar (KIP) berbentuk ATM. Kartu tersebut mempermudah siswa mencairkan uangnya.

“Dengan berbentuk ATM, maka kartu itu tidak sekadar menjadi kartu identitas, na mun juga menunjukkan kepe - milikan hak siswa sehingga bisa mengambil uangnya di mesin ATM,” kata Menteri Pendidik - an dan Kebudayaan (Men dik - bud) Muhadjir Effendy di sela Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusdiklat Sawangan Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, kemarin. Mendikbud berharap pe - milik kartu itu bisa meng ambil uangnya secara bertahap dan sisanya bisa ditabung untuk kebutuhan mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Mataram, NTB menyampaikan apresiasi ter - hadap Program Indonesia Pintar (PIP) yang digagas pemerintah untuk membantu anak-anak usia 6-21 tahun dari keluarga miskin dan rentan miskin, serta dari panti asuhan untuk membantu memenuhi kebutuhan guna mendukung keberlanjutan pendidikannya. “Program Indonesia Pintar sangat bagus. Kami berterima kasih kepada pemerintah atas dukungannya terhadap siswa dari keluarga tidak mampu sehingga dapat melanjutkan pendidikannya,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Suhartini. Saat ini di Kota Mataram dana manfaat PIP sudah di - salurkan kepada 17.078 siswa SD dan 20.977 siswa SMP.

Sementara di Pemkab Klaten, Jateng, PIP mem ban - tu mengurangi ang ka anak putus sekolah. Pada 2018 KIP di Klaten sudah ter salurkan hampir 100% se hingga sangat mem bantu me ngu rangi ang - ka putus sekolah. Plt Kepala Dinas Pendi dikan Klaten Sri Nugroho menjelas - kan, jumlah siswa penerima manfaat PIP pada 2018 di Klaten mencapai 86.832 siswa, yaitu 59.926 siswa SD, 26.534 siswa SMP, dan 372 siswa pen - didikan keseta raan. “Dari jum - lah tersebut telah mengurangi angka putus sekolah yang jum - lahnya pada 2017 sebanyak 136 siswa, berkurang menjadi 54 siswa pada 2018,” jelasnya.

Neneng zubaidah