Edisi 12-02-2019
Penjualan Eceran Riil Tumbuh 7,7%


JAKARTA - Penjualan eceran pada Desem ber 2018 tumbuh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal tersebut tecermin dari indeks penjualan riil (IPR) Desember 2018 tercatat sebesar 236,3 atau tumbuh 7,7% year on year (yoy) atau lebih tinggi di ban dingkan 3,4% (yoy) pada November 2018. Direktur Eksekutif Depar temen Komunikasi Bank Indo nesia Agusman mengatakan, berdasarkan kelompok komoditas, peningkatan penjualan eceran terutama didorong oleh kinerja penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok barang budaya dan rekreasi terutama produk mai - n an anak-anak yang masingmasing tumbuh 9,1% (yoy) dan 14,4% (yoy).

“Peningkatan pertumbuhan penjualan selanjutnya terjadi pada kelompok komoditas per - leng kapan rumah tangga lain - nya dan kelompok suku cadang dan aksesori yang masingmasing tumbuh sebesar 8,4% (yoy) dan 3,7% (yoy),” ujar Agus - man di Jakarta kemarin. Adapun penjualan eceran pada Januari 2019 diper ki ra - kan tetap tumbuh positif, na - mun tertahan dibandingkan de ngan pertumbuhan pada periode sebelumnya sesuai de - ngan pola historis awal tahun. Pada Januari 2019, IPR diper ki - ra kan tumbuh sebesar 4,8% (yoy), melambat dibandingkan 7,7% (yoy) pada Desember 2018.

Agusman melanjutkan, ki - nerja penjualan eceran pada Ja - nuari 2019 masih ditopang oleh penjualan kelompok bahan ba - kar kendaraan bermotor, ba - rang budaya dan rekreasi, khu - susnya mainan anak-anak dan alat tulis, dan subkelompok san dang. Di samping itu, pada kuartal IV/2018 penjualan ecer an tumbuh meningkat se - cara tahunan. Hasil survei mengin di ka si - kan penjualan eceran kuartal IV/2018 tumbuh 4,7% (yoy), me ningkat dibandingkan 4,6% (yoy) pada kuartal III/2018. “Hal ini sejalan dengan pe nge - luaran konsumsi rumah tangga pada PDB kuartal lV/2018 yang ter catat 5,08% (yoy), lebih ting - gi dibandingkan 5% (yoy) pada kuartal III/2018,” papar dia.

Hasil survei juga menun juk - kan bahwa peningkatan pen - jualan eceran pada kuartal IV/2018 terutama terjadi pada sub kelompok sandang yang tum buh sebesar 27,2% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 20,5% (yoy) pada kuartal se be - lumnya. Selain itu, peningkatan penjualan juga terjadi pada ke - lompok barang budaya dan rek - reasi, yang tercatat tumbuh 11% (yoy), lebih tinggi diban - ding kan 4,4% (yoy) pada kuar - tal sebelumnya. Secara keseluruhan pada 2018, penjualan eceran menun - juk kan kinerja yang lebih baik di bandingkan tahun 2017.

Hasil survei, mengindikasikan pen jualan eceran pada 2018 se - cara rerata tumbuh 3,7% (yoy), meningkat dibandingkan 2,9% (yoy) pada 2017. Adapun peningkatan ki ner - ja penjualan eceran tersebut di - do rong oleh pertumbuhan sub - ke lompok sandang yang secara rerata tumbuh 15,1% (yoy), lebih tinggi dibandingkan 1% (yoy) pada 2017. Selain itu, sam - bung dia, peningkatan pen jual - an pada 2018 juga terjadi pada kelompok bahan bakar ken da - ra an bermotor yang secara ratarata tumbuh 11,3% (yoy), lebih tinggi dibandingkan -1,7% (yoy) pada 2017. “Perkembangan kinerja pen jualan eceran tersebut se - jalan dengan PDB pengeluaran konsumsi rumah tangga tahun 2018 yang tercatat tumbuh 5,05% (yoy), meningkat di ban - ding kan 4,94% (yoy) pada ta - hun 2017,” jelas dia.

Secara re - gio nal, pertumbuhan IPR De - sember 2018 di sebagian besar kota yang disurvei tercatat men g alami pertumbuhan positif. Sejumlah kota yang tercatat mengalami pertumbuhan pen - jualan ritel positif antara lain Makassar (38,1%) dan Medan (6,7%). Sedangkan pada Ja nua - ri 2019, sebagian kota tercatat mengalami kontraksi sejalan dengan perlambatan pada per - tumbuhan IPR Nasional antara lain Banjarmasin (-20,6%) dan Bandung (-17,0%). Agusman melanjutkan, te - kan an kenaikan harga pada Ma - ret 2019 diperkirakan lebih ren - dah dibandingkan bulan sebe - lum nya. Indikasi tersebut terli - hat dari indeks ekspektasi harga umum (IEH) yang akan datang sebesar 156,9 atau menurun dari 160,1 pada bulan sebe lum - nya.

“Tekanan kenaikan harga diprakirakan akan meningkat pada Juni 2019, terindikasi dari nilai IEH enam bulan men datang sebesar 168,0 meningkat dan 161,5 pada bulan sebe lumnya,” ungkap dia. Responden menyampaikan perkiraan tingginya tekanan kenaikan harga tersebut disebabkan oleh belum normalnya distribusi dan pasokan barang setelah Ra madan dan Idul Fitri. Responden memperkirakan penjualan eceran pada Maret 2019 dan Juni 2019 menurun. Hal ini tecermin dari indeks ekspektasi penjualan (IEP) sebesar 141,3, menurun dibandingkan 143,3 pada bulan sebelumnya. Sementara itu, IEP pada Juni 2019 tercatat 148,8, lebih rendah dari 149,3 pada bulan sebe - lumnya.

“Responden menyam pai - kan perkiraan penurunan pen - jual an pada Juni 2018 dika re na - kan perayaan Idul Fitri jatuh di awal Juni 2019, sehingga pun - cak pembelian diperkirakan ter jadi pada Mei 2019,” jelas Agus man. Di samping itu, seba - gi an besar responden khu sus - nya di Jakarta menyampaikan ada periode libur Lebaran yang cukup panjang sehingga me - ngu rangi penjualan.

Kunthi fah mar sandy