Edisi 12-02-2019
Smelting Tak Terganggu Produksi Freeport


JAKARTA–PT Smelting (PTS) memastikan produksi katoda tembaga tetap stabil meskipun PT Freeport Indonesia sebagai pemasok utama konsentrat tembaga mengalami penurunan produksi tahun ini.

Penurunan produksi dise - babkan oleh masa transisi per - pindahan operasional tambang terbuka (open pit) beralih ke tam bang bawah tanah. “Penurunan produksi Free - port kami pastikan tidak meng - ganggu kinerja Smelting. Hal itu karena Freeport sudah ber - komitmen memasok seluruh produksinya ke Smelting de - ngan total 1,1 juta ton,” ujar Manager General Affairs PTS Sapto Hadi Prayetno saat Pema - paran Kinerja PT Smelting 2019 di Jakarta kemarin. Menurut dia, realisasi pro - duksi katoda tembaga Smelting tahun ini tetap terjaga.

Pihak - nya merinci, dengan mengolah 1,1 juta ton konsentrat tem ba - ga, maka akan menghasilkan 291.000 ton produk utama katoda tembaga dengan tingkat kemurnian 99,99%. Selain itu, Sapto menutur - kan, PTS diproyeksikan mampu menghasilkan produksi sam - ping hingga 1,04 juta ton asam sulfat (sulphuric acid ) dan seki - tar 805.000 ton terak tembaga (copper slag). “Dengan proyeksi produksi seperti itu, PTS masih tetap bisa menjaga komitmen untuk me - menuhi pasokan katoda tem - baga terbaik ke pelanggannya, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” tuturnya.

Tak berhenti di situ, PTS juga tetap mampu menjaga komit - men untuk mendukung pro - gram ketahanan pangan peme - rintah melalui pasokan asam sul fat ke pabrik pupuk Petro Ki - mia Gresik. PTS juga siap me me - nuhi komitmen kepada industri baik itu semen, beton, dan ga - langan kapal yang memerlukan pasokan slag tembaga. “PTS juga akan tetap mampu menjaga kontribusinya dalam menjaga neraca perdagangan khususnya di Jatim. Seperti di - ketahui, produk PT Smelting se - lama ini menjadi kontributor ter besar kedua komoditas eks - por di Jatim,” kata dia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Ener gi dan Sumber Daya Mine - ral (ESDM) Bambang Gatot Ari - yono sebelumnya mengatakan, Freeport Indonesia dipastikan akan mengalami penurunan pro duksi konsentrat tembaga besar-besaran tahun ini. Ada - pun turunan produksi disebab - kan lantaran masa transisi per - pindahan operasional tambang terbuka (open pit) beralih ke tambang bawah tanah. “Penurunan produksi kare - na ada transisi dari tambang ter - buka ke bawah tanah. Penu run - an hanya sementara, nanti se te - lah itu akan stabil lagi,” kata dia.

Bambang menjelaskan, pro - duksi Freeport baru akan stabil pada 2021, sedangkan untuk puncak produksi akan terjadi pada 2025. Tahun ini produksi konsentrat tembaga Freeport diprediksi turun drastis diban - dingkan tahun lalu. Tahun ini produksi Freeport diprediksi hanya mencapai 1,2 juta ton, jauh dibandingkan ha - sil produksi sepanjang 2018 men capai 2,1 juta ton.

Prihadi Mundur

Di sisi lain, Direktur Senior PT Smelting Prihadi Santoso ternyata sudah mengundurkan diri sejak akhir tahun lalu. Peng - unduran Prihadi tercatat sejak November 2018. “Betul, Pak Prihadi Santoso memang telah mundur dari PTS sejak 17 November 2018,” im - buh Sapto. Dia mengatakan, alasan Pri - hadi mengundurkan diri dari perusahaan peleburan dan pe - murnian terbesar di Indonesia tersebut lantaran desakan ke - luarga karena faktor usia telah mencapai 71 tahun. Prihadi ter - masuk salah satu pendiri PTS yang lahir sejak 22 tahun lalu.

“Beliau sudah terlibat dalam pen dirian PTS sejak 22 tahun lalu. Namun, yang utama ya alasan keluarga itu,” tambah nya. Seperti diketahui, nama Pri - hadi Santoso sempat disebutsebut dalam persidangan kasus gratifikasi yang menimpa man - tan Ketua Komisi VII DPR RI Eny Mulyani Saragih. Ia disebut sebagai salah satu pemberi gra - ti fikasi terkait impor copper slag. Meski begitu, permohonan izin impor tersebut, tegas Sap to, tidak ada kaitannya sama se kali dengan PTS sebab PTS me rupa - kan penghasil produk sam ping copper slag selain katoda tem - baga sebagai produk uta ma nya.

Selama ini PTS juga ti dak punya rencana untuk meng - impor ba han baku semen peng - ganti pasir besi ini. “Jadi PTS tidak punya kepen tingan ter - hadap impor copper slag,” tandas dia.

Nanangwijayanto