Edisi 12-02-2019
Defisit 2019 Diprediksi Lebih Rendah


JAKARTA–Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal IV 2018 sebesar USD9,1 miliar atau sekitar 3,57% produk domestik bruto (PDB).

Angka tersebut lebih tinggi di bandingkan defisit pad a kuar tal sebelumnya karena pe - nu runan kinerja neraca per dagangan barang nonmigas akibat masih ting ginya impor sejalan dengan masih kuatnya per mintaan domestik di tengah kinerja ekspor yang terbatas. Tahun ini diharapkan CAD tid ak akan seburuk 2018. Direktur Riset CORE In do - nesia Piter Abdullah me nga takan, CAD yang melebar pada kuar tal IV 2018 sebesar USD9,1 miliar sangat dipengaruhi oleh defisit neraca perdagangan yang begitu besar. “Kita tahu ta hun 2018 kita mengalami de fi sit neraca perdagangan terbesar yang dipengaruhi oleh pe le mah an nilai tukar dan kenaikan harga minyak ,” ujarnya saat di hu bungi KORAN SINDO kemarin.

Piter be rharap, pada 2 019 C AD tidak akan selebar 2018. Ru pi ah yang relatif stabil dan kenaikan harga m inyak ya ng diproyeksikan tertahan, di tam - bah kebijakan-kebijakan pe me - rin tah menahan impor diper ki - ra kan akan cukup efektif. “Se - hingga neraca perdagangan w a - laupun masih berpotensi defisit tidak akan seburuk tahun 2018. Dengan demikian CAD akan bisa dijaga di kisaran bawah 2.5% PDB,” ungkap dia. Sementara itu, Direktur Ek - sekutif Kepala Departemen Statistik B ank Indonesi a (BI) Yati Kurniati me nga takan, ke - naikan def isit jug a di dorong oleh peningkatan im por mi - nyak seiring pening kat an ratarat a harga minyak du nia dan konsu m si BBM domestik.

Secara keseluruhan tahun 2018, defisit transaksi berjalan ma sih berada dalam batas yang aman, sebesar USD31,1 miliar atau 2,98% PDB. “Peningkatan de fi - sit neraca transaksi berjalan di - pengar uhi oleh penurunan ki - nerja neraca perdagangan ba - rang nonmigas akibat masih ting ginya impor sejalan dengan permintaan domestik yang ma - sih kuat di tengah kinerj a eks - por yang terbatas,” ujar dia di Ja - karta akhir pekan lalu. Di sisi lain, lanjut dia, di te - ngah ketidakpastian di pasar ke - uangan global yang tinggi, tran - saksi modal dan finansial men - catat surplus yang cukup sig - nifikan sebesar USD15,7 mi liar, atau meningkat di ban ding kan sur plus pada kuar talan se be - lumnya sebesar USD3,9 mi liar.

Menurut Yati, peningkatan surplus tersebut didukung oleh membaiknya kinerja investasi portofolio, seiring me ning kat - nya aliran masuk dana asing pada aset keuangan domestik an ta ra lain dalam bentuk ob li - gasi pemer intah, obliga s i kor - po rasi dan saham. Selain i tu, optimisme terhad ap prospek ekonomi Indonesia juga men - dorong pelaku usaha domestik melakukan penarikan sim pan - an di bank luar negeri untuk me - menuhi kebutuhan bisnisnya sehingga investasi lainnya ter - catat surplus. Secara keseluruhan pada 2018 surplus transaksi modal dan finansial sebesar USD25,2 miliar.

Sementara itu pada kuar - tal IV 2018 arus masuk dana asing neto pada instrumen por - to folio mencapai USD10,4 miliar, meningkat signifikan diban - ding kuartal III/2018. “Hal ini di - dorong oleh me ning katnya alir - an masuk pada ins trumen SUN (Surat Utang Negara) rupiah dan pe nerbitan obligasi global yang cu kup besar, baik oleh pe me - rintah maupun korporasi, serta arus kembali dari pembelian sa - ham oleh asing,” jelas Yati. Keseluruhan tahun 2018, arus masuk dana asing pada ins - trumen por tofoli o domestik tahun 2018 sebesar USD9, 3 mil iar lebih rendah dibanding 2017.

Hal tersebut ter utama ka rena tingginya ar us modal keluar dari instrumen investasi porto folio pada tiga kuar tal pertama 2018, seiring ting gi - nya ketidakpastian di pasar ke - ua ngan global, di samping ada - nya obligasi global pemerintah yang jatuh tempo dalam jumlah cukup besar pada 20 18. Pada kuartal IV/2018, investasi lang - sung neto mencatat surplus USD2 miliar terutama ber sum - ber dari aliran masuk investasi langsung asing, antara lain pe - nanaman modal asing pada be - berapa perusahaan start-up. Sedangkan pada kuartal IV/ 2018 terdapat transaksi akui - sisi beberapa perusahaan PMA d i sektor pert amba ngan oleh p er usaha an -perusahaan do - mestik.

Sepanjang 2018, lan jut - nya, arus masuk neto investasi langsung asing pad a 2018 relatif stabil sebesar USD 20,1 miliar, ter utama pada sektor ind ustri manufaktur, sektor perdagangan, sektor per tam ba - ngan, dan sektor jasa. “Tetap po - sitifnya aliran masuk in ves tasi langsung asing tersebut se jalan dengan tingginya ak ti vi tas in - vestasi domestik,” beber dia. Dengan demi k ian, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV/2018 men g - alami sur plu s se besar USD5,4 m i liar, d itopang ol eh pening - kat an sur plus yang signifikan pada transaksi modal.

Adapun aliran modal asing masuk ke Indonesia seca ra year to date selama 2018 dari Januari 2019 hing ga 7 Februar i 2019 men - capai Rp49,6 triliun. Capaian inflow terseb ut terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) sebesar R p32,4 t riliun, lalu saha m sebesar Rp15,1 tr iliun, dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp2 triliun. “Capaian inflow ini me nu n - juk kan bagaimana kepercayaan investor domestik dan luar negeri terhadap perkembangan pasar keuangan dalam negeri cukup kuat,” ungkap Gubernur Bank Indonesia Perr y Warjiyo.

Selain itu, arus modal asing ini juga mencerminkan bahwa faktor pergerakan nil ai tukar cukup membaik bahkan me - nguat. Dia melanjutkan, aliran modal asing itu akan terus masuk di semua portofolio baik melalui penanaman modal asing (PMA), saham, maupun obligasi. Aliran modal asing d alam bentu k PMA a kan meningkat terus karena kebijakan peme - rin t ah yang s edang dite m puh sangat pro untuk menarik PMA di antaranya PMA untuk in - frastr uktur, PMA untuk me n - dorong ekspor mengurangi imp or dalam konteks industri 4.0, serta PMA untuk Usaha Mi - kro Kecil Menengah (UMKM), serta PMA untuk pariwisata.

“Itu kan kebijakan yang di tem - puh pemer intah, baik dari sisi kebijakan deregulasi bahkan di - regulasi Desember sampai tax holiday, berkaitan kebijakan pe r - industrian. Itu kan semua akan menarik aliran dana asing da - lam bentuk PMA,” beber Perry. Menurut dia , aliran modal asing dalam bentuk PMA akan terus naik karena prospek eko - nomi Indonesia yang terus mem baik. Adapun untuk jenis alir an modal asing di saham te - rus naik karena prospek eko no - mi terus meningkat serta ban - yak perusahaan Indonesia yang mencatatkan laba yang baik. Sehingga menarik aliran modal asing untuk menanamkan investasinya dalam bentuk sa - ham.

“Hal ini terlihat dari In - deks Harga Saham Ga bungan (IHSG) yang terus meningkat dan alir an modal asing yang masuk ke saham,” paparnya.

Kunthi fahmar sandy