Edisi 12-02-2019
Berharap Cuma Mimpi


MANCHESTER – Percayalah, bahkan Pelatih Manchester City (Man City) Pep Guardiola tidak pernah berani bermimpi timnya bisa menang dengan setengah lusin gol melawan Chelsea.

Striker Man City Sergio Aguero juga mungkin tak yakin bisa membuat hat-trick ke gawang kiper termahal dunia Kepa Arrizabalaga. Inilah hari di mana Chelsea ingin berharap bahwa kejadian buruk di Stadion Etihad hanyalah mimpi. Mimpi yang membuat kekalahan enam gol tanpa balas di Stadion Etihad, Senin (11/1) langsung hilang. Sayangnya, hasil ni adalah nyata dan menjadi kekalahan terbesar sepanjang sejarah The Bluesdi Liga Primer. Bek Chelsea Cesar Azpilicueta sampai bingung mau mengatakan apa setelah pertandingan. Dia mengaku tak bisa mendapatkan kata pas untuk menggambarkan semua rasa yang campur aduk. Ini adalah salah satu malam terburuk dalam karier saya. Sangat frustrasi, sangat mengecewakan. Kami telah kehilangan pertandingan besar di menit pertama dan kami kebobolan banyak gol. Kami tidak bisa menerima itu,” kata Azpilicueta.

Kekalahan The Bluesmungkin dari awal sudah banyak yang meramalkan melihat tren dimiliki Man City. Chelsea dengan Maurizio Sarri di kursi pelatih dalam bahasa mantan pemain Liverpool Jamie Carragher berada di level Arsenal yang tidak berdaya pada laga besar dan sulit berkembang pada laga tandang. Menghadapi Man City misalnya. Kekalahan dini hari kemarin bukan kali pertama. Menurut situs transfermarkt, Sarri sudah tiga kali kalah menghadapi Man City dan hanya mencatat kemenangan. Melawan anggota big sixlainnya, catatan mantan pelatih Napoli itu tak bisa dibilang ba gus.

Dia kalah head to headmeng ha dapi Tottenham de ngan dua kalah sekali me - nang, imbang meng hadapi Arsenal (1-0-1) dan Man chester United (0-1-0). Sarri hanya lebih baik saat berhadapan Liverpool (1-1-0). Jadi, wajar kalau kemudian Sarri tak pernah bisa memberi kan gelar saat menu kangi Napoli. Dari 11 pertemuan melawan Juventus, dia menelan enam kekalahan. “Satu-satunya hal bisa saya katakan kepada para penggemar adalah maaf, karena itu tidak dapat diterima, dan saya merasa kasihan pada mereka semua,” kata Azpilicueta. Lalu kenapa kekalahan itu ter jadi dengan skor telak?

Banyak ana lisis mengemuka, tapi semua me ngerucut pada satu kesimpulan bahwa Sarriball mulai terbaca dan ternyata mudah dipadamkan. Awal strategi tersebut menuai pujian ka re na Chelsea bermain dengan rapi, struktur garis tinggi, dan menem - patkan Jorginho sebagai pemain paling banyak mengalirkan bola. The Bluesjuga menjadi tim dengan penguasaan bola tertinggi dalam enam pekan pertama Liga Primer. Masalah mulai muncul saat mereka bertemu Manchester United (MU) era Jose Mourinho. Pada laga berakhir imbang ter - sebut, Mou berhasil mematikan Jorginho dan membuat permainan The Blues tak berkembang. Cara itu pula kemudian dilakukan Mauricio Pochettino yang berujung kemenangan 3-1 atas The Blues.

Cara sama juga dipakai Unia Emery saat Arsenal menang dua gol tanpa balas. Ternyata Sarri terlalu keras kepala untuk terus bermain dengan formasi, gaya sama, dan komposisi pemain nyaris serupa dalam setiap pertandingan tanpa beradaptasi dengan lawan. Sesuatu yang lebih bisa dilaku - kan Mourinho dan Antonio Conte. Ketidakmauan berdaptasi dengan lawan itu pula membuat Chelsea menjadi bulan-bulanan Man City melalui gol tiga gol Sergio Aguero, dua gol Rahim Sterling, satu lesak - kan bola dari Ilkay Gundogan.

Melawan Man City, mereka berani bermain cepat, tempo tinggi, dan tanggung dalam bertahan. Sarri kini seperti pasrah dengan situasi yang dialami. “Jika presiden menelepon (Roman Abramovic), saya akan senang, mengingat saya tidak pernah bicara dengannya. Sejujurnya, saya tidak tahu apa yang diharapkan. Saya tidak tahu (masa depan), anda harus bertanya pada klub,” ujar Sarri dikutip skysports. Hasil ini membuat Man City kembali ke puncak klasemen menggusur Liverpool yang turun ke peringkat kedua.

“Ini adalah performa luar biasa melawan tim top. Para pemain luar biasa. Setelah Newcastle, semua orang ditempatkan di depan cermin dan kami berbicara satu sama lain dan kami menerima kenyataan dan bergerak maju,” tutur Guardiola.

Ma’ruf