Edisi 12-02-2019
Benar, Berani Menyerang?


MANCHESTER–Saat undian babak 16 besar dilakukan, mayoritas seperti sudah sepakat jika Paris-Saint Germain (PSG) akan memenangkan pertandingan melawan Manchester United (MU).

Sekarang situasinya sungguh berbeda. MU di bawah Pelatih Ole Gunnar Solskjaer berkembang luar biasa. Mereka belum terkalahkan dalam 11 per - tan dingan terakhirnya di semua kompetisi. Rinciannya, sepuluh per tan - ding an menang dam hanya sekali im - bang. Dari jumlah tersebut, MU tak per nah absen mencetak dan hanya enam laga kebobolan. Lima laga lainnya gawang David de Gea tak kebobolan. Hasil tersebut membuat MU menempati empat besar klasemen Liga Primer dan menembus putaran 4 Piala FA.

“Ini adalah identitas sebagai pemenang dan percaya diri. Kami akan ambil risiko. Kami akan mengejar untuk gol kedua, ketiga, dan keempat karena ini adalah yang biasa dilakukan di MU,” kata Solskjaer pada Sky Sports . Meski berorientasi menyerang, pelatih asal Norwegia itu bukan tanpa alternatif. Dia bisa membuat timnya menjadi oportunis dengan bermain mengandalkan serangan balik. Strategi itu dilakukan saat mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 dan Arsenal 2- 0. Pada dua laga tersebut, MU tak dominan dari sisi penguasaan, tapi efektif saat menyerang.

Pada dini hari nanti, MU di bawah Solskjaer akan mendapat ujian ber be - da. Mereka menjamu pemimpin kla se - men Ligue 1 Paris-Saint Germain (PSG) pada leg pertama 16 besar Liga Champ - ions di Stadion Old Trafford. Laga yang me nurut Solskjaer memiliki aura dan at mosfer berbeda. Per ta nya annya, apa kah Solskjaer akan tetap me minta pe mainnya bermain menyerang atau prag matis. “Malam terindah da lam ka - rier saya tentu di Liga Champ ions. Ke ti - ka sampai di tahap ini dengan sorot lam p u menyala, ini adalah per tan ding - an yang sangat dinantikan. Saat men - dengar anthem di seluruh pen juru stadion, itu adalah lagu isti me wa, ter utama saat bermain di Old Trafford,” tutur Solksjaer dilansir uefa.com .

Sadar PSG menjadi ujian sepadat, pelatih berusia 45 tahun itu pun sudah melakukan analisis. Dia memuji Thomas Tuchel sebagai pelatih yang memiliki kualitas mengangkat permainan timnya dan kaya dalam hal taktik serta strategi. Bersama Tuchel, Les Parisiens be gitu berbahaya terutama ketika me nyerang dari sisi sayap. “Secara taktik, Tuchel sa ngat bagus. Dia bisa bermain pola 3-4-3, 4-4-2, hingga 4-4-3. Hal itu mem buat kami kesulitan menebak taktik apa yang akan diterapkannya. Kami sangat mewaspadai PSG,” kata Solskjaer.

Meski belum pernah bertemu PSG, Solskjaer memiliki kenangan bagus kala berhadapan dengan klub-klub asal Prancis di Liga Champions. Tercatat saat memperkuat MU, dia sukses mencetak lima gol. Masing-masing satu gol ke gawang AS Monaco (1998), FC Girondins Bordeaux (2000), dan Lille OSC (2001), dan dua sisanya saat bertemu Nantes (2002). Pengalaman Solksjaer plus me ningkat nya grafik performa timnya membuat MU tidak bisa dipandang sebelah mata. Berstatus sebagai under - dog, Ashley Young dkk diyakini tampil lebih lepas. Solksjaer kemungkinan besar akan menurunkan kembali Marcus Rashford, Jesse Lingard, dan Victor Lin delof, yang diistirahatkan MU saat mengalahkan Fulham 3-0 di Liga Primer, Sabtu (9/2).

“Menjuarai Liga Champions? Saya belum berpikir sejauh itu. Saya hanya memikirkan lolos ke babak selanjutnya dengan mengalahkan PSG,” katanya. Peluang MU meraih kemenangan di leg pertama didukung kondisi PSG. Les Parisiens datang ke Old Trafford tanpa dua pilarnya, Neymar Jr dan Thomas Meunier yang absen karena cedera. Se - mentara itu, Edinson Cavani diragukan lantaran memiliki masalah tendon pada panggul kanannya saat menang 1- 0 atas Bordeaux di Ligue 1, Sabtu (9/11). Tuchel menilai, badai cedera membuat PSG harus berjuang ekstra keras mencuri poin di kandang lawan.

Kemampuan Tuchel diuji. Juru taktik asal Jerman itu kemungkinan mene rapkan strategi 4-4-2 yang ber tumpu pada penyerang andalannya Kylian Mbappe. Marco Verratti yang pulih akan bahu membahu dengan Dani Alves, Angel Di Maria, dan Marquinhos. “Saya sangat khawatir. Tetapi, hanya ka rena kami kehilangan beberapa pemain kunci. Di laga menentukan se perti Liga Champions, anda mem bu tuhkan para pemain kunci yang ber pe ngala man menghadapi tekanan besar,” katanya.

Alimansyah


Berita Lainnya...