Edisi 12-02-2019
Hati-hati Kelelahan


JAKARTA– Ancaman kelelahan membayangi skuad tim nasional Indonesia U-22 jelang Piala AFF. Penyebabnya, rangkaian jadwal uji coba dengan sejumlah tim Liga 1 cukup padat dan berdekatan dengan laga perdana yang digelar 18 Februari mendatang.

Performa timnas U-19 di Piala AFC tahun lalu seha rusnya bisa menjadi pelajaran bagi PSSI. Skuad Garuda Nusantara - yang ditargetkan menembus babak semifinal untuk bisa mendapatkan tiket otomatis lolos piala dunia justru kandas di babak 16 besar. Salah satu faktor diduga menjadi penyebab Witan Sulaiman dkk tidak mampu menampilkan performa maksimal, yakni rangkaian jadwal uji coba yang melelah - kan. Bahkan, sepekan jelang Piala AFC, timnas masih meng - gelar uji coba internasional melawan Arab Saudi (10/8) dan Yordania (13/10). Piala AFC sendiri mulai bergulir pada 18 Oktober.

Sebelumnya, timnas U-19 yang mulai mengikuti pemusat an latihan di Yogyakarta pada pertengahan Agustus juga berpartisipasi dalam turnamen segitiga PSSI Anniversary Cup melawan China dan Thailand pada akhir September. Pola uji coba ini juga sebelum nya diterapkan dalam per - siapan menghadapi Piala AFF U-19 dan timnas harus puas di babak semifinal setelah kalah adu penalti melawan Malaysia. Skuad Garuda Nusantarameng - gelar rangkaian latihan tanding ke sejumlah daerah mengha - dapi tim, seperti Persis Solo, PSS Sleman, Persiba Bantul, dan Semen Padang. Termasuk ketika timnas U- 19 era Evan Dimas dkk. Saatitu, pelatih Indra Sjafri menggelar tur nusantara dengan tampil di berbagai kota di Indonesia.

Hasilnya, mereka tidak mampu bersaing di Piala AFC. Kini pola serupa diterapkan pada skuad timnas U-22 yang akan berjuang di Piala AFF U-22 pada 18 Februari men da - tang. Skuad Garuda Mudayang baru mengikuti pemusatan se - lama empat pekan digeber dengan rangkaian uji coba cu - kup padat. Setelah menghadapi Bhayangkara FC pada Rabu (6/2), lima hari kemudian Andy Setyo kembali menjajal Arema FC. Belakangan muncul agenda uji coba baru, yakni meng hadapi Madura United, hari ini. Uji coba ini mepet dengan laga perdana timnas mengha dapi Myanmar, Senin (18/2).

Sementara skuad Garuda Mu - dabaru dijadwalkan bertolak ke Kamboja pada Jumat (15/2) mendatang. Sebelumnya, laga uji coba ini tidak masuk agenda timnas kendati tim pelatih di bawah Indra Sjafri memang menjadwalkan tiga laga uji coba sebelum tampil di Piala AFF. Namun, satu pertandingan lainnya diharapkan menjadi laga uji coba internasional. Ironisnya, tim-tim menjadi lawan merupakan tim senior atau satu level di atas skuad Ga - ruda Muda. Kendati cukup baik untuk menguji mental dan kua - litas permainan, tapi pola ini dikhawatirkan menjadi bumerang. Skuad timnas berpotensi mengalami kelelahan fisik mau pun mental mengingat dalam dua laga terakhir hanya mampu bermain imbang.

Meski hanya mampu ber - main imbang, pelatih Indra Sjafri mengaku tetap puas. Ala - sannya, timnas U-22 menda - patkan apa yang benar-benar dibutuhkan untuk tampil di Piala AFF. Dia mengaku ingin melihat respons pemain dalam kondisi tertekan. “Yang kami cari kami dapatkan di sini. Ada tekanan penonton. Ada te kan - an dari permainan dari Arema. Memang masih banyak keku - rangan, ada beberapa error yang dilakukan. Tetapi, kami cukup puas dengan hasil ini,” tuturnya.

Catatan lain diperoleh dalam laga ini, yakni masalah penyelesaian akhir belum bisa teratasi. Menurutnya, hal ini menjadi catatan penting sebelum tampil di Piala AFF. Indra menyatakan, hasil uji coba ini akan menjadi masukan bagi tim pelatih untuk melakukan perampingan jumlah pemain. Sesuai regulasi AFF, Indra Sjafri hanya bisa membawa 23 pemain.

Abriandi/yuswantoro