Edisi 12-02-2019
Tekan Angka Penderita DBD, Terapkan Progam PSN dengan 3M Plus


JUMLAH penderita demam berdarah dengue (DBD) di Depok periode 1-31 Januari 2019 mencapai 436 orang. Kasus ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu atau 361 orang terjangkit DBD.

Bagaimana upaya Dinas Kesehatan Kota Depok mencegah mewabahnya demam berdarah, berikut petikan wawancaranya.

Berapa jumlah penderita DBD Depok dibandingkan tahun-tahun sebelumnya?

Jumlahnya dari tahun ke tahun berbeda. Tahun 2016 sebanyak 2.834 kasus, tahun 2017 sebanyak 535 kasus, dan tahun 2018 sebanyak 892 kasus, satu orang di antaranya meninggal. Untuk tahun 2019 sampai dengan akhir Januari ini sebanyak 436 kasus. Kami masih terus memantau dari tiap wilayah

Di mana saja wilayah penyebaran dan termasuk titik rawan?

Penyebarannya merata, memang ada yang tercatat tinggi penderitanya. Ada lima kelurahan di Depok yang penderita DBD tinggi, yaitu Kelurahan Beji, Cipayung, Harjamukti, Pancoran Mas, dan Ratujaya. Beji ada 49 orang, Cipayung 37 orang, Harjamukti 22 orang, Pancoran Mas 49 orang, dan Ratujaya 37 orang DBD.

Langkah yang dilakukan untuk menekan angka penderita?

Kami melakukan banyak hal untuk menekan angka penderita, salah satunya dengan melakukan program PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dengan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, mengubur, dan plus memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat kasa di rumah dan menggunakan kelambu, menghindari baju yang bergelantungan, menggunakan obat antinyamuk (lotion), dan menaburkan bubuk abate. Kami juga memberikan penyuluhan kepada warga mengenai siklus hidup nyamuk sehingga warga bisa membantu memberantas. Kami memberi edukasi masyarakat tentang pola hidup nyamuk dan menggigit jam berapa. Penyuluhan kita minta sampai ke sekolah, yang jelas kita sudah lakukan penyuluhan kerja sama dengan puskesmas.

Apa korelasi PSN dengan 3M Plusnya dalam upaya menekan angka penderita?

Program PSN dilakukan dengan 3M Plus, yaitu menguras dengan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air di belakang lemari es, dan lainnya. Kedua, menutup rapatrapat tempat penampungan air, seperti drum, kendi, dan toren air. Ketiga, mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah.

Bagaimana siklus hidup nyamuk aedes aegepty sendiri?

Setelah mengisap darah, nyamuk Aedes aegypti betina akan bertelur. Nyamuk tersebut dapat bertelur hingga lima kali selama hidupnya, yang biasanya berlangsung selama pekan hingga satu bulan. Jadi tiap satu nyamuk akan menetas ratarata 800 telur nyamuk per siklusnya. Telur diletakkan pada permukaan basah atau air tergenang, misalnya lubang pohon dan kontainer buatan manusia, seperti tong, ember, vas bunga, pot tanaman, tangki, botol bekas, kaleng, ban, pendingin air, dan lainnya. Telur-telur ini tidak mati dengan fogging sehingga setelah dua hari bisa menetas menjadi jentik, kemudian menjadi pupa dan nyamuk dewasa.

Apakah PHBS itu penting untuk mencegah DBD?

Tentunya iya, karena pola hidup bersih sehat (PHBS) dan menjaga kebersihan rumah serta lingkungan sangat berkaitan dengan siklus hidup nyamuk. Dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan serta PSN menjadi cara efektif mencegah penyakit DBD. Kami sarankan melakukan PSN, tidak hanya fogging . Kalau fogging itu kurang efektif karena bisa jadi tidak merata. Kemudian efek dari asap yang dikeluarkan kurang baik untuk kesehatan. Wilayah paling rawan ditemukan tempat berkumpulnya sarang nyamuk aedes agypti ini bukan hanya di saluran air atau got. Paling rentan itu justru di dalam rumah, misalnya di dispenser. Karena dari beberapa kasus, yang kita temukan justru di dalam rumah.

Imbauan kepada warga agar bisa membantu menekan angka penderita?

Selain gencar melakukan penyuluhan dan sosialisasi PSN, Dinkes juga berjanji akan semakin mengoptimalkan pengawasan untuk mencegah terjadinya DBD di sejumlah wilayah. Kalau dilihat dari angkanya, kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah. Karena itu, mari kita jaga kebersihan. Karena kami pun tidak bisa bekerja sendiri. Kami juga perlu peran serta masyarakat untuk membantu menjaga kebersihan lingkungan agar nyamuk tidak berkembang biak.