Edisi 22-02-2019
Kemendikbud Akan Revitalisasi 280 SMK


BANDUNG –Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menargetkan 280 sekolah menengah kejuru an (SMK) di Indonesia men dapatkan program revitalisasi.

Langkah itu dilakukan guna mengoneksikan industri de ngan pendidikan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, tahun ini pihaknya me nargetkan 280 SMK ikut program revital - isasi sehingga total SMK terevi - talisasi hingga 2019 diharapkan mencapai 2.580 sekolah. “Saat ini SMK yang sudah direvitalisasi baru 2.300 SMK. Untuk Jawa Barat baru 21 se - kolah,” kata Muhadjir saat me - mantau SMKN 9 Kota Ban dung, Jawa Barat, kemarin. Diakui dia, masih banyak SMK belum bisa direvitalisasi dan jumlahnya sekitar 10.000 SMK.

Di Indonesia, jumlah SMK mencapai 13.000 sekolah. Dia menekankan agar revitalisasi SMK dilakukan besar-besaran sehingga hasilnya terlihat dan bermanfaat terhadap dunia pendidikan.Meski begitu, program revitalisasi SMK ter bentur persoalan dana. Karena untuk merevitalisasi satu se kolah dibutuhkan biaya antara Rp10-11 miliar. Namun, be sar annya bisa berkurang bila SMK tersebut telahmemilikifasilitasmemadai. Menurut Mendikbud, pro - gram revitalisasi SMK me rupakan tindak lanjut melalui in struk - si presiden. Program ini mulai dilakukan April 2017.

“Sekarang saya pastikan agar program ini berjalan baik,” kata dia. Revitalisasi SMK dilakukan untuk menghubungkan dunia usaha dan pendidikan se hingga dalam pelaksanaannya melibat - kan industri dan dunia usaha se - bagai partner. Mereka me ngirim tenagaahligunamem bantuprak - tik siswa. “Di SMK 9 Bandung, pro duk yang dihasil kan saya lihat sudah mulai distandardisasi sehingga bisa dipasarkan. Hotel sudah ada. Tinggal gan deng pelaku usaha hotel su paya standarnya meningkat,” kata dia.

Ubah Strategi Kurikulum

Guna mendukung program itu, Kemendikbud juga me laku - kan perubahan strategi ku - rikulum SMK. Hal itu di laku kan agar lulusan SMK semakin banyak diserap dunia kerja. “Sekarang pemerintah ubah strategi. Semula supply site, sekarang demand site. Dulu menyusun kurikulum, tenaga guru, tenaga kerja, dan lainnya atas dasar persepsi kita, bukan permintaan ke - butuhanla pang ankerja. Sekarang di ubah,” kata Muhadjir.

Menurut Mendikbud, per - ubahan itu harus dilakukan karena dunia usaha tahu persis apa yang dibutuhkan SMK. Karena itu, mereka dilibatkan dalam penyusunan kurikulumnya sehingga konten dunia usa - ha di atas 60%. Begitu juga saat praktik, Mendikbud mengharapkan 60% siswa SMK ada di dunia in - dustri sehingga dalam jangka panjang semua SMK harus pu - nya teaching factory. Arti nya, prak tiknya tidak boleh jadi prak - tik mainan, melainkan praktik yang harus sesuai standar in - dus tri dan usaha. “Jadi, bukan hanya sebagai mainan anak-anak saja. Pro - duk nya harus dijamin, harus bisa dipasarkan melalui dunia usaha dan industri partner. Sertifikasi juga harus cari yang sudah diakui reputasinya se - hingga kalau anak dapat ser - tifikat, dia akan dipercaya kerja di mana pun,” kata dia.

Muhadjir menambahkan, tidak sinkronnya antara dunia kerja dan lembaga pendidikan menyebabkan banyak lulusan SMK tidak mendapatkan pe - kerjaan. Dia berharap setelah program revitalisasi pendidikan dilakukan, dua atau tiga tahun ke depan hasilnya akan mulai dirasakan. “Targetnya di atas 80% bisa terserap dunia kerja. Saya berharap semakin kecil jumlah lulusan SMK yang tidak terserap di lapangan,” kata dia. Sebelumnya, dalam Mus - prov VII Kadin Jawa Barat di Kabupaten Cirebon, pekan lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamilmengatakan, lulusan SMK ternyata menjadi penyum bang angka pengangguran tertinggi di Jabar.

“SMK kita ini, kita review, ini perin tah Pak Presiden lang - sung, karena penyumbang pengangguran terbesar dari SMK,” ujarnya. Pria akrab disapa Emil itu mengungkapkan, kurikulum dipakai sejumlah SMK di Jabar saat ini tidak bisa meng hasil kan lulusan yang mudah be kerja di era industri sekarang. “Artinya, kurikulumnya tidak menghasil - kan lulusan yang mudah kerja, maka kita akan evaluasi,” katanya. Emil mengaku, jika sudah mengevaluasi kurikulum yang ada, ke depan sejumlah SMK yang ada di Jabar akan dire posisi menyesuaikan dengan sistem ekonomi baru di masa men datang, sedangkan sejum lah SMK lainnya akan diper tahan kan.

“Nanti ada SMK yang di per tahankan, ada juga di repo sisi menyesuaikan ekonomi baru di masa depan,” katanya. Dia juga mengingatkan agar masyarakat yang hidup di Jawa Barat, termasuk pelajar SMK harus hidup layak supaya tidak ada lagi ketimpangan. “Masyarakat Jabar hampir 50 juta jiwa. Mereka harus baha gia,” ujarnya.

Arif budianto/ okezone