Edisi 22-02-2019
DKI Siapkan 10.018 Angkutan Jak Lingko


JAKARTA–Sebanyak 10.018 angkutan umum di DKI Jakarta akan terintegrasi dalam program Jak Lingko hingga 2021. Saat ini angkutan bus rapid transit (BRT) dan non-BRT berjumlah 2.077 unit dan di targetkan tahun ini mencapai 3.565 unit.

Untuk memenuhi target 10.018 unit angkutan, PT Trans portasi Jakarta terus merangkul operator eksisting baik bus besar, sedang, mau - pun kecil. Jika target tersebut terealisasi, setidaknya warga dari rumahnya cukup berjalan sekitar 500 meter untuk me numpang angkutan umum. “Itu merupakan key per formance index (KPI) yang harus dicapai. Kami butuh 10.018 unit dengan 348 trayek yang di tar - get kan rampung hingga 2021,” ujar Kepala Bidang Ang kutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Masdes Aerofi kemarin. Operator eksisting yang ber gabung dengan PT Transpor tasi Jakarta tentunya bakal menerima subsidi dari Pem - prov DKI melalui sistem ru - piah per kilometer.

Mereka akan berkontrak dengan Trans jakarta melalui Badan Peng adaan Barang dan Jasa Pe merintah (BPBJ) DKI Ja kar - ta. “Rinciannya 6.360 angkot, 1.518 bus sedang, dan 2.140 bus besar. Total 10.018 unit hingga 2021,” sebutnya. Ketua Organisasi Ang kut - an Darat (Organda) DKI Ja kar - ta Shafruhan Sinungan m e - min ta Pemprov DKI konsisten ter hadap peningkatan la yan - an angkutan umum apabila ingin mewujudkan program Jak Lingko dalam tiga tahun ke de pan, dengan fokus me rang - kul operator eksisting. Mereka sangat siap mengikuti Jak Ling ko untuk membantu Pem - prov DKI meningkatkan la - yan an angkutan umum. Jika ada aturan yang tidak mendukung operator ek sisting bergabung dalam Jak Lingko, operator pastinya ba kal kesu lit - an membantu Pem prov DKI me realisasikan 10.018 unit sam pai 2021.

“Ka mi antusias meng ikuti pro gram Jak Lingko, tapi kenapa baru bus kecil saja. Operator bah kan dibatasi kuota nya da lam BPBJ,” katanya. Diketahui, 11 operator bus kecil yakni Budi Luhur, Ko perasi Wahana Kalpika (KWK), Lestari Sukma Gema Persada, Puskopau Halim Per da na kusumah, Kopamilet Jaya, Ko mi - let Jaya, Komika Jaya, Ko lamas Jaya, Purimas Jaya, Ko - jang Jaya, serta PT Kencana Sak ti Transport bergabung dalam program tersebut. Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transportasi Jakarta Izzul Waro me nu tur - kan, sebelum mengikuti Jak Lingko, operator memang harus berkontrak terlebih da hulu dengan BPBJ sebagai pe nyedia jasa layanan angkutan. Sete lah itu, PT Transportasi Jakar t a sebagai user bisa bekerja sa ma dengan operator.

“Kami tengah menyiapkan kontrak payung hukum untuk bus sedang pada unit kelola BPBJ. Kontrak itu sama halnya dengan bus kecil yang sudah ada di BPBJ. Setelah itu, baru ki - ta lakukan purchasing,” ujarnya. Menurut dia, program Jak Ling ko yang mengin te gra si - kan BRT dan non-BRT se di kit - nya membutuhkan waktu tiga tahun untuk melayani warga dengan jarak 500 meter dari permukiman. Pihaknya akan te rus menampung berbagai ke luhan operator eksisting de - mi mewujudkan Jak Lingko. Misalnya yang terjadi pada ba tasan kuota bus kecil di BPBJ. Sejauh ini operator me nge luh - kan batasan kuota yang me nye - babkan mereka tidak bisa men - daftarkan seluruh ang ku tannya dalam Jak Ling ko.

Sebelumnya, pelaksana tugas Kepala Dinas Per hu bu ngan DKI Jakarta Sigit Wi jat mo - ko mengatakan, untuk mendo rong masyarakat naik angkut an umum, Pemprov DKI me lalui Jak Lingko akan me nata ulang trayek (rerouting) terlebih dulu dengan melibatkan ope rator eksisting. “Jak Lingko bukan hanya rute, ma na jemen dan sistem pembayaran ju ga harus terintegrasi,” ung - kap nya beberapa waktu lalu.

Bima setiyadi