Edisi 14-03-2019
Artis Hollywood Terlibat Suap Masukkan Anak ke Kampus Favorit


NEW YORK - Amerika Serikat (AS) diguncang skandal suap penerimaan mahasiswa baru di sejumlah perguruan tinggi terkemuka di sana.

Selain melibatkan 50 terdakwa dari 6 negara bagian, kasus ini juga menyangkut uang jutaan dolar AS. Skandal pen di - dikan ini diyakini sebagai yang ter be - sar sepanjang sejarah Negeri Paman Sam. Skema kecurangan sebenarnya terbilang standar dan terjadi selama ujian masuk perguruan tinggi.

Banyak orang tua mengambil jalan pin - tas dengan menyuap oknum per gu - ru an tinggi agar anaknya dapat diterima di jurusan yang diinginkan. Mereka menyamarkan aksi ilegal tersebut sebagai aksi sumbangan pendidikan.

Terdakwa utama William Rick Singer yang dituduh se - bagai dalang di balik skandal ter sebut mengaku telah me ne - rima suap dari hampir 800 ke - pala keluarga. Dia membantu kalangan keluarga kaya-raya AS untuk memasukkan anak mereka ke sekolah favorit.

“Mereka ingin menjamin anak - nya dapat lulus ujian dan ma - suk sekolah tertentu. Mereka tidak ingin saya salah langkah sedikit pun,” kata Singer. Berdasarkan penyelidikan, orang tua berani membayar juta an dolar AS terhadap Singer agar anak mereka dapat masuk perguruan tinggi terkemuka di AS seperti Universitas Yale, Universitas Stanford, atau Universitas Georgetown.

Singer yang kini berusia 58 ta - hun terancam divonis hu kum - an penjara selama 65 tahun. Beberapa orang tua ada yang menghabiskan USD200.000 hingga USD6,5 juta untuk memastikan anak mereka lulus ke sekolah ter ten tu.

Menurut Singer, biayanya bervariasi, ber - gantung kepada sekolah yang diinginkan meng ingat tan - tangan dan risi ko nya ber be dabeda. Dia juga per lu me mas - tikan apakah pihak ketiga dapat disuap atau tidak. Jaksa Andrew Lelling mengungkapkan, ada dua jenis penipuan yang dijual Singer.

“Pertama kecurangan SAT atau ACT dan kedua penyalah gu na - an relasi,” kata Jaksa Andrew seperti dikutip cnn.com. SAT (scholastic aptitude test) dan ACT (American college testing) adalah tes yang dipergunakan untuk masuk ke perguruan tinggi di AS.

Sebanyak 50 orang telah diperiksa hakim dalam kasus ter - sebut. Mereka meliputi 2 admi - nistrator SAT/ACT, 1 peng - awas ujian, 9 pelatih di sekolah elite, 1 administrator kampus, dan 33 orang tua. Singer telah memberikan alternatif ilegal bagi orang tua yang ingin anak - nya lulus ujian ACT dan SAT.

Singer terbukti bersalah dalam empat dakwaan di peng - adilan federal, Selasa (12/3) waktu setempat. Sesuai de - ngan dakwaan, dia melibatkan pihak ketiga—biasanya Mark Riddel (joki ujian) yang di tun - tut dua dakwaan—karena diam-diam mengikuti ujian atau mengganti lembar jawab - an.

Admin dan pengawas juga telah disuap Singer. Igor Dvorskiy, admin SAT dan ACT di Los Angeles, dan Lisa “Niki” Williams, admin ujian SMA di Houston, dituduh menerima suap agar Riddel dapat mengikuti ujian. Keduanya didakwa melakukan pemerasan.

Orang tua yang menggunakan jasa Singer dilaporkan harus membayar uang “peli - cin” antara USD15.000 hingga 75.000 per ujian. Kasus ini juga menimpa artis Felicity Huffman. No mi - ne Academy Award itu dituduh me nyuap USD15.000 kepada Singer dan menipu otoritas dengan menyamarkannya se ba gai aksi amal.

Hal itu dilakukannya demi meloloskan anak perempuannya dalam ujian SAT. Dia ditangkap FBI di rumahnya. Saksi menegaskan kepada pihak berwenang bahwa Singer pergi dari Tampa me - nuju West Hollywood untuk mengurus ujian anak perem - puan Huffman.

Anak perempuan Huffman mendapatkan nilai 1.420, naik 400 poin bila dibandingkan dengan nilai setahun sebelumnya. Aksi suap-menyuap itu juga te re - kam dalam percakapan via telepon. Singer juga menyuap pe la - tih dan pejabat perguruan ting - gi.

Sebagai gantinya, dia menginginkan agar mereka dapat merekomendasikan namanama tertentu kepada kantor penerimaan mahasiswa baru meski mereka tidak bermain olahraga dan memiliki surat atletik palsu.

“Ya, saya sering melakukannya,” kata Singer. Artis Lori Loughlin dan suaminya, desainer fashion Mossimo Giannulli, juga di tuduh memberikan uang suap sebesar USD500.000 agar kedua anaknya masuk Universitas of Southern California. Singer lalu menyuap Donna Heinel, direktur senior olahraga di USC yang memiliki kewenangan untuk memasukkan murid baru.

“Saya ingin berterima kasih kepadamu. Kedua anak kami senang. Saya dan istri saya mengapresiasi upayamu dan hasil akhirnya,” demikian bunyi surat yang dikirimkan Gian nulli kepada Singer. Giannulli juga telah ditangkap FBI di rumahnya. Sementara itu Loughlin masih berada di luar Los Angeles dan diminta menyerahkan diri.

muh shamil