Edisi 14-03-2019
Jalan di Bekasi Tak Mampu Tampung Kendaraan


BEKASI - Kapasitas jalan di Kota Bekasi tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas.

Ketidakseimbangan ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kepadatan kendaraan di wilayah mitra DKI Jakarta ini. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan jumlah kendaraan di Kota Bekasi mencapai 1,5 juta, dengan rincian 1,2 juta kendaraan roda dua dan 300.000 roda empat.

“Kapasitas jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan itu pemicu macet di Bekasi,” ujarnya kemarin. Adapun data jumlah kendaraan dari Samsat Kota Bekasi lebih besar, yaitu 1.613.317 unit, dengan perbandingan 75% roda dua dan 25% roda empat.

Dengan rasio jumlah kendaraan sebanyak itu dibutuhkan jalan arteri sebagai jalur utama sepanjang 3.300 kilometer. “Hitungannya, besaran kendaraan dikalikan jumlah kendaraan. Adapun jalan arteri baru sekitar 1.500 kilometer,” katanya. Belum lagi banyak kendaraan yang masuk atau melintas di Bekasi.

Itu berdampak terhadap pola perjalanan ke Jakarta menjadi sangat tinggi. Dia mencontohkan beberapa ruas jalan di Bekasi mulai padat pukul 05.00 WIB atau selepas salat Subuh. Rute perjalanan dari wilayah Bekasi Utara menggunakan Jalan Perjuangan- Summarecon-Jalan Ahmad Yani-gerbang tol Bekasi Barat menuju Jakarta.

Selain itu, terdapat jalan baru underpass sebagai akses warga dari Bekasi Timur dan Tambun Utara menuju tol Bekasi Timur dan tol Bekasi Barat. Kepadatan juga terpantau dari Jalan Pahlawan- Jalan Joyomartono menuju tol Bekasi Timur. “Itu jalur yang dilalui kendaraan roda empat,” ucap Yayan.

Sementara itu, pengendara sepeda motor melewati akses utama jalur Kalimalang atau Jalan KH Noer Ali dan Jalan I Gusti Ngurah Rai menuju Jakarta. Namun, paling banyak aktivitas warga Kota Bekasi menuju Kabupaten Bekasi yang bekerja di kawasan industri.

Saat ini persimpangan di Kota Bekasi cukup banyak, mencapai 52 titik sehingga membuat laju kendaraan menjadi tersendat. Akibatnya, pola perjalanan tidak efektif belum lagi gangguan jalan berlubang, parkir liar, genangan, pedagang kaki lima, serta proyek strategis nasional.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Johan Budi Gunawan menuturkan, beberapa upaya tengah disiapkan untuk mengurai kemacetan, misalnya persoalan kapasitas jalan, pemerintah pusat melalui proyek strategis nasional sedang menggarap tol Bekasi- Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) koridor Kalimalang- Ahmad Yani sampai Agus Salim.

Kemudian, pembangunan jalan tol Jatiasih-Setu, JORR 2 dari Cibubur-Cileungsi-Setu- Babelan hingga JORR I di wilayah Cakung, tol Cimanggis-Cibitung, jalan baru ruas Bekasi Raya (Jalan Pejuang-Kaliabang- Cikarang), pelebaran Jalan Siliwangi, serta pembangunan jalur bus Transjakarta rute Setu-Siliwangi-tol Bekasi.

abdullah m surjaya