Edisi 14-03-2019
Jatim-Inggris Siap Perkuat Pendidikan


SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengajak Kedutaan Besar Inggris meningkatkan kerja sama pendidikan vokasional dan madrasah aliah (MA) di Jatim.

Penguatan kerja sama ini penting karena postur pengangguran banyak berasal dari lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK). Selain itu, MA juga perlu pendidikan vokasional. “Ada hal-hal yang mungkin dilakukan secara strategis jangka pendek dan jangka panjang.

Salah satunya kerja sama pendidikan vokasional dan madrasah aliah. SMK dan MA yang ada di Jatim perlu penguatan kerja sama pendidikan vokasional,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menerima Duta Besar (Dubes) Inggris Moaz - zam Malik di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, kemarin.

Khofifah berharap penguatan kerja sama vokasi bisa di la - kukan lebih banyak dan luas. Sebagai contoh, di Jatim ada pendidikan vokasi secara khu - sus keahlian suku cadang pe sa - wat terbang. Ini bisa ditunjang pemerintah Inggris yang pu - nya kemampuan luar biasa da - lam bidang aviasi.

Apalagi di Jatim, ada perluasan landasan pacu di bandara Jember, Ba - nyuwangi, dan groundbreaking bandara di Kediri. “Ada SMK Penerbangan yang secara khusus men dapat - kan pembekalan vokasi dalam menangani pesawat terbang. Transformasi kebutuhannya cukup tinggi,” ujarnya.

Orang nomor satu di Jatim ini juga menginginkan adanya kerja sama pelatihan bahasa Inggris pada sekolah perawat berbasis pondok pesantren. Ini sejalan dengan program yang di gagas Kedubes Inggris, yakni English for Indonesia.

“Saya ingin pelatihan dan pembiasaan bahasa Inggris diberikan pa - da sekolah perawat yang ber - basis pesantren,” katanya. Menurutnya, jika ada pe - nguat an bahasa maka secara bertahap bisa mengurangi unskill labour ke luar negeri, yang akan digantikan dengan skill labour.

Dengan begitu, tenaga kerja yang dikirim merupakan tenaga kerja formal yang punya skill. Sementara itu, Dubes Inggris Moazzam Malik mengatakan bahwa pemerintah Inggris telah melakukan kerja sama bidang pendidikan kebeberapa perguruan tinggi di Jatim, antara lain Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Universitas Kristen Petra.

Ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas SDM dan pendidikan. Pemerintah Inggris melalui Kedubes Inggris sangat berminat untuk bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan mendukung program Gubernur Khofifah.

“Pemerintah Inggris akan mampu membantu, khu sus - nya di bidang pendidikan. Ada rencana membuat kerja sama untuk vocational training khusus nya bidang kemaritiman, avia si, dan keterampilan industri seperti welding,” ujar nya.

Selain itu, pihaknya akan terus mengampanyekan program English for Indonesia di Jatim melalui British Council, karena bahasa Inggris menjadi salah satu keperluan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Khususnya Jatim, akan ditawarkan materi-materi melalui situs web yang bisa diakses para guru dan murid.

lukman hakim