Edisi 14-03-2019
Timnas PK Fokus Tiga Aksi Pencegahan


JAKARTA –Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) yang dikoordinasikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan target-target aksi pencegahan korupsi kepada kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (pemda).

Kementerian/lembaga dan pemda akan terus dimonitor sejauh mana dapat mencapai target-target aksi pencegahan korupsi. Timnas telah mengeluarkan tiga fokus dalam pencegahan korupsi, yakni perizinan dan tata niaga, keuangan negara, serta penegakan hukum dan reformasi birokrasi.

“Dalam waktu tiga bulan, tiga fokus ini harus dijabarkan dalam aksi. Kami sudah me - nyelesaikannya dalam waktu tiga bulan, kemudian kita mengetahui di sana ada 11 aksi yang nanti ada 24 sub-aksi yang akan dilaksanakan,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat penye - rahan dokumen aksi pence gah - an korupsi tahun 2019 di Istana Negara kemarin.

Agus mengatakan, dalam hal fokus perizinan, kementerian/ lembaga/pemda dapat fokus dalam penggunaan online single submission (OSS) dan PTSP. Dia berharap tidak hanya daerah yang bergabung dalam OSS, te - tapi juga kementeri an/lem - baga.

Dia mencontohkan masih banyak kegiatan di Kemen teri - an ESDM dan Kementerian Ke - sehatan yang harus dig abung - kan dalam OSS. “Kemudian, yang tidak kalah pentingnya perizinan sumber daya alam.

Ini akan menyang - kut pengukuhan kawas an hu - tan, kebijakan satu peta, tum - pang tindih perizinan akan di - benahi, pembenahan pemberian izin,” tuturnya. Kemudian untuk fokus aksi keuangan negara, yang perlu dilakukan adalah integrasi sistem e-government secara nasional.

Dia meminta agar ebudgeting dan e-planing dapat diintegrasikan, ka rena saat ini setiap kemen teri an/lembaga dan daerah mem punya plat - form e-government ber bedabeda. “Hari ini kita mencatat Bap - penas mengembangkan (apli - kasi) Krisna.

Kemudian, Kementerian Keuangan ada Span. Lalu, Kementerian Dalam Negeri me ngembangkan Sim da. Belum lagi kabupaten/kota mengambangkan masing-masing,” ungkapnya. Lalu terkait fokus yang ketiga, Agus menyarankan agar ada perbaikan tata kelola dan administrasi.

Sebagaimana Mahkamah Konstitusi yang langsung dapat mengunggah hasil sidang, Agus berharap pengadilan dapat melakukan hal yang sama. Selain itu, dia juga berharap adanya sistem penanganan perkara secara terpadu.

“Mulai yang ditangani ke - polisian, kejaksaan, yang ada di pengadilan, sampai yang di lapas, itu bisa terintegrasi de - ngan baik. Hari ini masingmasing bagian sudah mem - punyai sistem informasi, tapi tidak saling menyambung, tidak saling berbicara.

Jadi, lapas juga punya sistem informasi, tapi polisi sampai sekarang juga tidak tahu mana narapidana yang over stay,” paparnya. Berkaitan dengan reformasi birokrasi, Agus meminta pemerintah tidak melakukan penambahan organisasi baru.

Menurutnya, akan lebih baik jika mengefektifkan organisasi yang ada dengan melakukan evaluasi atau penggabungan. Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, kemen - terian/lembaga dan pemda di - haruskan melaporkan capai an aksi setiap tiga bulan sekali.

Nantinya, timnas akan me - laporkan capaian-capaian ter - sebut kepada presiden setiap enam bulan sekali. Dia menga - ta kan, adanya target ini me - rupa kan salah satu upaya baru dalam pencegahan korupsi. “Kalau dulu kita mintakan kepada setiap kementerian dan lembaga untuk membuat target dirinya sendiri.

Akhirnya dulu hanya administrasi-adminis - trasi. Sekarang tidak bisa. Fo - kusnya ada tiga, rencana aksi - nya jelas, dan ada waktunya,” ungkapnya. Sementaraitu, PresidenJoko Widodo mengapresiasi gerak cepat timnas yang menge luar - kan strategi nasional (stranas) pencegahan korupsi.

Dia mengingatkan bahwa strategi-stra tegi pencegahan ini hanya akan menjadi dokumen berdebu jika tidak dilaksanakan. “Sekali lagi, bahwa strategi hanya jadi dokumen berdebu jika kita tidak melaksanakan.

Dalam perpres stranas pen - cegahan korupsi terkandung semangat bahwa kita semuanya bersama-sama membuat Indo - nesia bebas korupsi,” ujarnya. Dia pun mengamini apa yang disampaikan ketua KPK terkait tiga fokus pencegahan korupsi.

Dia menegaskan agar aksi pencegahan korupsi yang disampaikan timnas pencegah - an korupsi agar dilakukan de - ngan baik. “Tidak sekadar di - baca. Dan, jangan ada ego ke - menterian dan sektoral karena rakyat tak sabar menanti dan melihat ingin merasakan Indo - nesia yang bebas dari korupsi,” ungkapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya siap dan bahkan sudah melakukan beberapa aksi pencegahan yang dicanangkan timnas. Menurutnya, jika memiliki komitmen yang baik maka langkah pencegahan ini akan ada hasilnya. “Kalau komitmennya, penuh sangat efektif. Kalau komitmennya ledalede (lemah), ya di OTT (operasi tangkap tangan),” pungkasnya.

dita angga