Edisi 14-03-2019
UNBK Jateng Siap 100%


SEMARANG –Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan seluruh SMA, MA, dan SMK sederajat di Jawa Tengah siap 100% melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dis dik - bud) Provinsi Jateng me nye - but kan sebanyak 437.967 siswa SMA, MA, dan SMK sederajat akan mengikuti ujian berbasis komputer tersebut. Dari jumlah tersebut, sekitar 190.878 di antaranya meru pa - kan siswa SMA dan MA.

Sedang kan 247.089 siswa lainnya merupakan pelajar SMK. Seluruh siswa itu terbagi dalam 1.514 SMA dan MA serta 1.538 SMK di Jawa Tengah. “UNBK di Jawa Tengah sudah siap 100%. Baik sekolah negeri maupun swasta sudah siap semuanya,” ungkap Plt Kepala Disdikbud Provinsi Jateng Sulistio saat berbicara dalam Dis - kusi Hot Topic MNC Trijaya FM Semarang bertema Siap-siap UNBK 2019 di Hotel Quest Se - marang, Jateng, kemarin.

Pihaknya juga akan mengupayakan pelaksanaan UNBK di tiap sekolah digelar dalam dua sesi, yaitu pada pagi dan siang hari. “Kami akan upayakan maksimal dua sesi. Insya Allah bisa. UNBK kan enggak lama, paling cuma 45 menit,” ungkapnya.

Menurutnya, jadwal UNBK tahun ini lebih maju dibanding tahun sebelumnya. Pelak sanaan UNBK bagi siswa SMK di gelar pada 25-28 Maret. Sedangkan siswa SMA maupun MA akan dilangsungkan pada 1, 2, 4, dan 8 April mendatang. “Jadwalnya maju. Kalau tahun sebelumnya biasanya di gelar April-Mei, sekarang mulai Ma ret.

Selain agar tidak ber sa - maan dengan pemilu, juga un - tuk menghindari bulan Pua sa dan Lebaran,” jelasnya. Sementara itu, Lembaga Pen - jamin Mutu Pendidikan (LPMP) akan melakukan uji petik di 280 titik pelaksanaan UNBK 2019.

“Uji petik ini adalah kegiatan memonitor UNBK apakah kegiatannya sudah sesuai dengan standar,” tandas Kepala Bidang Pemetaan dan Supervisi Mutu Pendidikan LPMP Sri Widarti. Kendati demikian, terang dia, dalam uji petik di 2018, UNBK telah dilaksanakan dengan baik dan mendorong siswa untuk siap menjalankan kegiatan ini.

Selain itu, spesifikasi dari server melebihi kondisi yang ada. Ketersediaan genset sebagai antisipasi listrik hingga pengamanannya juga sudah cukup baik. “Diharapkan, UNBK 2019 bisa berjalan lebih baik. Bahkan lebih baik dari UNBK 2018,” harapnya.

Biro Organisasi dan Ka derisasi PGRI Jateng Sardju Maheri menyatakan bahwa UNBK merupakan fakta pilihan yang ter jadi yang bertujuan untuk me metakan pendidikan di In - do nesia sehingga penye leng ga - ra annya dari tahun ke tahun bisa lebih baik.

Namun, pelaksanaan UNBK perlu dilihat dari ke siapannya, baik kesiapan peserta, dinas pendidikan, maupun penyelenggara dalam hal ini Dinas Pendidikan bersama masyarakat.

ahmad antoni